Showing posts with label Vandaria Saga. Show all posts
Showing posts with label Vandaria Saga. Show all posts
12 August 2013

Nedera

 


Judul Buku: Nedera - Negeri Kegelapan
Pengarang: Alexia Chen
Penyunting: Salahuddien Gz
Penyelaras Bahasa: Endah Sulwesi
Pengawas Hikayat: Melody Violine, Fachrul R.U.N
Pencipta Hikayat: Ami Raditya
Tebal: 410 halaman
Cetakan: 1, 2013
Penerbit: Dolphin





Sesungguhnya, Vanadis, entitas tertinggi yang menciptakan penghuni Vandaria -manusia dan frameless, telah mengurung deimos di alam kematian bernama Reigner. Tapi suatu ketika, penghuni kegelapan yang bersifat menghancur dan memusnahkan ini berbondong-bondong meninggalkan Reigner dan menebarkan tulah di Tanah Utama Vandaria. Salah satu desa yang diluluhlantakkan oleh deimos adalah Nedera yang terletak di utara Tanah Utama Vandaria. Bukan hanya menghancurkan, deimos pun merasuki tubuh warga Nedera. Setelah senja, Nedera akan diliputi aura pekat deimos yang membuat kedamaian semu yang menaungi desa itu pada siang hari berakhir. Sepasang kakak-beradik, Skys dan Faye Rothis, telah berupaya mengatasi invasi deimos, tapi mereka gagal. Bahkan, Faye terluka lalu dirasuki deimos perempuan bernama Leraie. Skys pun meninggalkan Nedera untuk mencari bantuan setelah memasang kubah pelindung di seantero Nedera menggunakan pentagram. Dengan kubah pelindung itu. deimos terkurung sehingga tidak bisa kabur, dan Faye akan tetap berada di Nedera. 

Skys pergi ke desa Hoven untuk menemui kakak-beradik Tordynn, Leofric dan Lyse. Mereka adalah separuh frameless, ibu frameless dan ayah manusia. Setahun yang lalu, orangtua mereka meninggalkan Hoven dan tidak pernah kembali. Sejak saat itu, Leofric berubah, menjadi pemuda yang dingin, ketus, keras, dan sulit tersenyum. Sementara Lyse, tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi. 

Berbeda dengan Leofric yang jengkel atas kedatangan Skys, Lyse justru menyambutnya dengan tangan terbuka. Bukan cuma karena Skys seorang pemuda tampan dengan tubuh berotot yang mencuri hatinya, tapi juga karena Skys bisa membuktikan keberadaan deimos yang selama ini hanyalah mitos dan dongeng dalam benak Lyse. Skys bahkan menolongnya ketika mendadak diserang penghuni Reigner itu. Mau tidak mau, Leofric mendukung Skys karena Hoven pun memang tidak akan steril dari serangan deimos. Deimos bahkan dengan berani muncul di rumah keluarga Tordynn. Tidak ada jalan lain kecuali menghadapi para makhluk kegelapan itu. Bertiga, mereka harus menyelamatkan Hoven dan para warga yang masih hidup, kemudian menyelundup ke dalam Nedera saat larut malam. Tidak terelakkan lagi, pertarungan yang seru pun berkobar, saling memeragakan kemampuan dengan nyawa sebagai taruhan yang tersisa. 

Apakah Skys, Leofric, dan Lyse yang didukung oleh Rococo, serigala putih-oranye bermata ungu milik keluarga Tordynn, akan mampu menyelamatkan Nedera dan membebaskan Faye?

Nedera (Negeri Kegelapan) adalah novel kesepuluh dari serial Vandaria Saga dan novel pertama yang digarap oleh pengarang perempuan. Dengan cerpen bertajuk Bisikan Sang Angin, Alexia Chen (sebelumnya Alexia DeeChen) tercatat sebagai salah satu pemenang kontes cerpen Vandaria Saga yang digabung dalam kumpulan cerpen Kristalisasi (GPU, 2012). Perempuan bernama asli Dian Mayasari ini juga termasuk salah satu pemenang Sayembara Fantasticfiction 2012 dengan cerpen berjudul Gelang Lelyard yang bisa ditemukan dalam kumcer fantasi berjudul Arassi (Ufuk Publishing House, 2013).
 
Sebenarnya, kontes cerpen Vandaria Saga tidak hanya menjaring satu pengarang perempuan saja. Tapi hingga saat ini, Nedera adalah satu-satunya karya pengarang perempuan yang telah diterbitkan (dan bukan oleh Gramedia Pustaka Utama yang menerbitkan buku-buku serial Vandaria Saga sebelumnya). Setelah Nedera, kita berharap pengarang perempuan lain yang dijaring dalam kontes cerpen Vandaria Saga, Melody Violine, akan segera meluncurkan novel untuk proyek Kristal Merah Vandaria-nya, Putri Teranala. Sepertinya, Nedera awalnya berjudul Selepas Senja yang disebut dalam Kristalisasi sebagai novel bergenre semi-horor yang tengah dikerjakan oleh Alexia untuk proyek Kristal Merah Vandaria. Entah kenapa, Nedera yang berseting periode yang sama dengan Hailstorm karya Fachrul R.U.N., dalam buku ini tidak disebut sebagai bagian dari proyek Kristal Merah Vandaria. 

Mungkin karena pengarangnya perempuan dan kisah dalam novel ini mengalir dari perspektif karakter perempuan (meskipun dituturkan menggunakan orang ketiga), Nedera tampil lebih lebih emosionil ketimbang novel-novel Vandaria Saga sebelumnya. Perasaan para karakter digali dengan lebih gamblang sehingga kita menjadi tidak berjarak dengan mereka, bahkan untuk Leofric yang bertemperamen dingin. Keberanian ditunjukkan Alexia dengan menambahkan elemen romantisme ke dalam hiruk-pikuk pertarungan yang menegangkan. Romantisme membuat kisah yang ada menjadi sedikit lentur tapi tetap tidak melantur. 

Pertarungan yang mendebarkan dan bumbu romantisme yang legit belum terlalu menciptakan daya tenung. Kisah berseting era Kerajaan Blackmoon yang membawahi tiga belas provinsi di Vandaria ini menjadi kian memikat karena bertaburan banyak kejutan. Kejutannya tidak diberondong sekaligus di bagian pamungkas, tapi disingkap satu demi satu, sehingga plot yang diwarnai sejumlah kilas balik tetap terjaga dan pada gilirannya berpengaruh pada ritme pembacaan. Kejutan seperti apa yang disuguhkan Alexia hanya akan ditemukan dengan membaca sendiri novel ini. Yang jelas, semua kejutan yang ada membuat novel ini sulit ditinggalkan.  

Yang belum pernah membaca serial Vandaria Saga, tetap masih bisa menikmati Nedera tanpa kesulitan berarti. Sebelum masuk ke dalam kisah utamanya, ada penjelasan singkat mengenai hal yang mendasar dari semesta Vandaria. Selain itu, ada glosarium yang akan sangat membantu terutama bagi pembaca baru Vandaria Saga. 

Secara keseluruhan, dibandingkan dengan novel-novel sebelumnya, Nedera jauh lebih enak dibaca. Bukan sekadar karena muatan kisahnya yang seru dan menarik, tapi  juga karena gaya berkisah yang mengalir menggunakan bahasa yang baik. Tentu saja penyuntingan berperan dalam hal ini kendati sejumlah typo masih tersisa.

Seperti buku-buku serial Vandaria Saga sebelumnya, Nedera juga dilengkapi dengan peta seting lokasi yang dikerjakan oleh Anton Budiono dan Rama Indra serta ilustrasi khas Vandaria Saga yang dibuat oleh Ecky Oesjady. Yang sangat menarik dalam kemasan novel ini adalah desain sampul yang elegan dengan ilustrasi pentagram karya Iksaka Banu yang diletakkan di tengah-tengah latar belakang biru tua. Sungguh berbeda, lebih istimewa dari buku-buku sebelumnya. 





Catatan:
Terima kasih kepada Penerbit Dolphin dan teman saya, Endah Sulwesi, yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk membaca buku ini.



19 November 2012

Tabir Nalar




Judul buku: Tabir Nalar
Penulis: Rynaldo Cahyana Hadi
Penyunting: Louis Javano
Tebal: 304 hlm
Cetakan: 1, 2012
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama





Hebat. Itulah kesimpulan saya setelah menamatkan Tabir Nalar, salah satu novel dari seri Kristal Merah Vandaria Saga, yang ditulis oleh Rynaldo Cahyana Hadi. Sang penulis berhasil menghadirkan novel ini sebagai kombinasi kisah fantasi, misteri, dan thriller dalam takaran yang cukup.

Sebagian besar kisah dalam Tabir Nalar disampaikan oleh Cervale Irvana sebagai narator orang pertama. Cervale adalah separuh frameless, anggota Agen Khusus sekaligus anggota Dewan Majelis Raja Tunggal. Mengapa Cervale bukan frameless dapat diketahui dari deskripsi mengenai Cervale: "Rambutnya yang berwarna perak kini tertutup sebagian, sementara beberapa helai rambutnya yang bersembur warna merah tampak menyembul dari celah kerudungnya." (hlm. 5-6). Ia seorang lelaki bersenjatakan bilah mana, tampan, percaya diri, dan sedikit arogan. Sebagaimana marganya, Irvana, Cervale memiliki kemampuan membaca pikiran. 

Bagi Cervale, yang paling penting bukanlah ras, melainkan karakter. Tidak heran jika ia setuju dengan upaya  Raja Tunggal untuk menciptakan persamaan derajat frameless dan manusia. Dan karenanya, ia tidak bisa menghargai ajaran Vanaadinnahkah, religi pada masa kekuasan Ratu Seraph, yang mengajarkan bahwa frameless lebih suci dibandingkan manusia. 

Kisah berseting masa setelah enam tahun Raja Tunggal meninggalkan Nirvana dan menunjuk Tyrannos Eriskagel, frameless yang menjabat sebagai Perdana Menteri, untuk memegang pemerintahan Nirvana. Kepergian Raja Tunggal dengan tujuan yang tidak jelas memang membuat suasana Nirvana rentan konflik. Raja Tunggal telah mendirikan organisasi Majelis Raja Tunggal yang bertugas menjaga kedamaian hubungan antara frameless dan manusia, tapi mereka pun tidak bisa menjamin terpeliharanya kedamaian. Situasi kian merisaukan karena Tyrannos Eriskagel masih berpegang pada ajaran Vanaadinnahkah dan tidak menerima ajaran Vhranas -mengajarkan persamaan derajat manusa dan frameless- yang disebarkan Raja Tunggal.  

Memang benar, kedamaian terancam dengan terjadinya tindakan kriminal di Kota Edenia, ibu kota Nirvana. Dalam tempo dua hari, dua anggota Majelis Raja Tunggal ditemukan tewas dibunuh. Sebuah emblem Majelis berupa ukiran  timbangan dengan perisai dan kristal ditemukan di samping mayat. Emblem itu sengaja ditinggalkan oleh pembunuh untuk menegaskan bahwa pembunuhan yang terjadi telah direncanakan dan Majelis merupakan sasarannya. 

Dalam luka salah satu korban, Cervale menemukan pecahan logam yang dilapisi rune. Hasil penelitian Rilsia Alass, gadis peneliti di Akademi Penelitian Rune & Relikui yang dikagumi Cervale, menunjukkan bahwa pecahan logam itu bagian dari radas jenis baru yang menggunakan rune yang telah dimodifikasi sebagai pelapis. Rune ini telah diberi muatan magis yang membuat siapa saja yang memegangnya akan mendapatkan kekuatan, kecepatan, dan daya tahan terhadap sihir. Dengan radas rune, manusia bisa menandingi frameless yang diberkahi kemampuan alamiah memanfaatkan sihir. 

Cervale menemukan fakta bahwa radas rune ini dikembangkan di sebuah pusat penelitian rune oleh gadis bernama Loretta Rothrad, sahabat Rilsia. Empat tahun silam, Loretta tewas tatkala pusat penelitian tempatnya bekerja terbakar dan meledak. Fakta berikutnya adalah bahwa hampir seluruh peneliti yang terlibat dalam penelitian radas rune itu berasal dari suku Bedina (Bedina adalah suku yang memproduksikan rune secara besar-besaran). Masih ada fakta lain. Loretta Rothrad adalah tunangan Barad Turvor. Dan Majelis, berada di balik peristiwa kematiannya. 

Barad Turvor, manusia yang menjadi satu-satunya sahabat Cervale, adalah pemimpin Kesatria Konklaf, pasukan penjaga Edenia. Lelaki yang selalu bersikap santai dan gampang terpikat keindahan wanita ini, diam-diam menyimpan kesedihan dari masa lalu. Ternyata, Loretta tewas seminggu sebelum pernikahan mereka. Walaupun bersahabat dengan Barad, Cervale tidak bisa mencegah munculnya kecurigaan keterlibatan Barad dalam pembunuhan anggota Majelis. Apalagi ketika Cervale mengetahui kalau Barad mempunyai arsip kasus pusat penelitian rune dan radas rune yang disebut-sebut berpotensi sebagai senjata antiframeless. Sementara itu, pembunuhan terjadi berulang sampai Cervale mengetahui bahwa Kanselir Shah Azhad -pemimpin tertinggi Majelis Raja Tunggal dan pemimpin marga Olacion- adalah korban berikutnya. Lalu, pada saat hampir bersamaan, para pembunuh dari suku Bedina menyerang gedung Majelis. 

Cervale tidak hanya harus memanfaatkan kemampuannya melemparkan bilah mana menjadi cakram berputar untuk mencegah pembunuhan berikutnya. Tapi ia juga harus menggunakan kemampuan menyingkap tabir nalar untuk menelanjangi wajah sang dalang pembunuhan berantai. Bahkan untuk itu, ia  juga mengizinkan tabir nalarnya ditembus dan mempertaruhkan nyawanya.

Rynaldo C. Hadi adalah salah satu pemenang Kontes Cerpen Vandaria (2012) yang diadakan untuk menjaring penulis yang diharapkan bisa ikut mengembangkan hikayat ciptaan Ami Raditya ini. Ia menulis cerita pendek fantasi-misteri berjudul Relik Agung Gallizur yang memiliki ending yang mengejutkan. Tabir Nalar adalah novel pertamanya yang telah diterbitkan dan boleh dikata semacam peragaan bakat kepenulisan yang mulai digosok dan terasah. 

Dari segi penulisan, Tabir Nalar sudah jauh lebih meningkat dibandingkan Vandaria Saga sebelumnya (setidaknya yang sudah saya baca). Kalimat-kalimatnya sudah lebih sedap dibaca. Masih ada beberapa yang belum sempurna, tapi tidak terlalu mengganggu. Perguliran plotnya sangat menarik karena terbilang cepat dan tangkas, setiap akhir dari bab disusun dengan piawai sehingga berpotensi mendorong pembaca untuk terus melanjutkan pembacaan. Alhasil, Rynaldo sukses menetaskan sebuah novel yang tidak membutuhkan banyak waktu untuk menamatkannya.

Yang sangat memikat adalah puntiran yang dilakukan Rynaldo di ujung plot menjelang novel berakhir. Ia akan membonuskan sebuah kejutan yang sama sekali tidak terduga. Dan yang paling dahsyat adalah paparan motif sang dalang yang dikisahkan dengan gamblang dan emosionil. Bagian ini merupakan bagian paling megah dari keseluruhan novel Tabir Nalar.

Saya suka dengan karakterisasi semua tokoh penting yang dibangun Rynaldo. Sekalipun mayoritas isi novel dibeberkan oleh narator orang pertama, setiap karakter terdedahkan dengan cukup baik. Kita akan mudah bisa mengimajinasikan seperti apa Cervale Irvana, Barad Turvor, Rilsia Alass, Alevor Irvana, dan Kanselir Shah Azhad Olacion, tanpa melihat ilustrasi yang dikerjakan Felix Adrianto. Karakter Chastyne Aughmold, janda molek beranak satu, cukup mengundang perhatian. Sayangnya, penulis telah menetapkan takdirnya untuk layu sebelum berkembang.

Mungkin, jika Rynaldo berniat memunculkan kembali Cervale Irvana dalam sekuel, tidak ada salahnya kalau ia mengungkapkan romansa yang tidak hanya sama-samar di antara dirinya dengan Rilsia. Karena Rilsia jelas merupakan pasangan yang sepadan dan pendukung paling utama dari pekerjaan Cervale.

Tak ada gading yang tak retak.  Tabir Nalar juga menyimpan sedikit kelemahan yaitu dari segi penggunaan dua sudut pandang pengisahan: sudut pandang orang pertama dan orang ketiga. Untuk bagian Prolog memang tidak masalah jika menggunakan sudut pandang orang ketiga. Tapi untuk bagian-bagian lain yang dimunculkan secara tiba-tiba, terasa seperti benang lepas dari kumparan, agak mengganggu. Sebenarnya, memakai narator orang pertama untuk menggulirkan kisah semacam Tabir Nalar secara lengkap bukan tidak memungkinkan. Banyak novel thriller yang menggunakan narator orang pertama dan tetap berhasil mendedahkan kisah yang utuh. Apa yang dilakukan Rynaldo memang bisa dimaklumi, karena meskipun jelas-jelas sangat berbakat, ia adalah penulis anyar. Bagi yang belum terbiasa, penggunaan narator orang pertama memang berpeluang menyempitkan ruang gerak cerita. 

Ada satu hal yang mengusik terkait dengan kode-kode yang dipecahkan Cervale Irvana. Sebenarnya, adakah bahasa khusus yang digunakan di Negeri Nirvana atau Tanah Vandaria? Atau apakah penduduknya memang menggunakan bahasa Indonesia sehingga hasil pemecahan kodenya adalah kalimat dalam bahasa Indonesia?

Tapi tetap saja, secara keseluruhan, novel yang dihiasi ilustrasi keren karya Felix Adrianto ini adalah sebuah novel yang hebat. Selamat buat Rynaldo C. Hadi, semoga terus aktif berimajinasi, menulis, dan menghasilkan karya berbobot seperti ini. 


30 May 2012

Kristalisasi: Sepuluh Kisah

 









Judul Buku: Kristalisasi – Sepuluh Kisah
Pencipta Hikayat: Ami Raditya
Tebal:  266 hlm
Cetakan: 1, 2012
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

 


Konsep dunia Vandaria diciptakan Ami Raditya dengan sistem open world atau shared world. Siapa pun yang berminat pada konsep ini bisa ikut mengembangkan dan memperkaya Dunia Vandaria sebagai bagian dari gagasan yang dinamakan kristalisasi. Semua karya yang kemudian disebut Vandaria Saga akan mengambil latar belakang sejarah Vandaria yang meliputi era tiga negeri awal, era kaum naga, era negeri-negeri kuno, era kekuasaan frameless, era persamaan derajat manusia-frameless, dan era kekuasaan manusia.  

Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengajak berbagai kalangan mengkristal bersama Dunia Vandaria adalah Kontes Cerpen Vandaria. Beberapa cerpen dari kontes tersebut dikompilasi bersama cerpen lainnya dan diterbitkan dengan judul: Kristalisasi: Sepuluh Kisah. Koleksi cerpen ini memang terdiri dari sepuluh kisah yang ditulis Alexia DeeChen, Melody Violine, Aryo Pratomo, Harbowoputra, Andry Chang, Pratama Wirya Atmaja, Rynaldo Cahyana Hadi, Iris Aegis, Ami Raditya, dan Hans J. Gumulia. Karena ditulis oleh sejumlah pengarang, maka cerita-cerita dalam koleksi ini mengusung berbagai hal yang variatif: tema, latar sejarah Vandaria, dan tentu saja, gaya bercerita. 
 
Koleksi cerpen ini dibuka dengan pengantar berisi kisah terciptanya Vandaria yang dilengkapi ilustrasi karya Rama Indra dan Azisa Noor, duo penyusun hikayat. Setelah Daftar Isi yang -anehnya- dibiarkan kosong, sebuah peta dunia Vandaria disajikan lengkap dengan ketujuh daratannya: Tanah Utama Vandaria, Elir, Ro’vel, Acro, Kepulauan Alterian, Arkasia, dan Titardine. Delapan cerita dalam koleksi cerpen ini mengambil seting Tanah Utama Vandaria, dan dua cerita lainnya menggunakan Elir dan Acro. 
 
Cerpen pertama Bisikan Sang Angin adalah garapan Alexia DeeChen yang menjadi salah satu satu pemenang Kontes Cerpen Vandaria. Berseting Tanah Utama Vandaria, Alexia menghadirkan kisah penaklukan Isfaris, negeri yang didirikan sebelum era tiga negeri awal berakhir, oleh Edenion. Isfaris mengalami kekalahan yang menyedihkan dan pemimpinnya, Evander Evrard, dikecundangi frameless bertopeng perak. Tiga hari setelah tumbang, Evander terbangun dan menemukan dirinya ditolong separuh frameless bernama Helaine. Alexia yang akan menerbitkan novel Selepas Senja, salah satu novel dari proyek Kristal Merah Vandaria, berhasil memanfaatkan seting awal era kekuasaan frameless untuk mengalirkan kisah yang melahirkan interaksi bermuatan kejutan.

Melviola, gadis pemain viola nan cantik adalah akar permasalahan dalam cerpen Padamnya Bintang-Bintang Vaeran garapan pengarang bernama indah, Melody Violine. Setelah Melviola meninggalkan Edenion, Vaeran Iervaanah, si penyihir alam, mengajak penyair Charnd Darion untuk mengembara. Tanpa sepengetahuan Charnd sesungguhnya Vaeran mempunyai rencana jahat untuk mencelakakannya. Cerpen pemenang Kontes Cerpen Vandaria ini menghadirkan dua cinta sepihak di antara tiga pelaku cerita untuk mengisi bolong dalam Harta Vaeran, novel Vandaria Saga yang telah diterbitkan sebelumnya. Sehingga akhirnya, cerpen ini menjadi prekuel bagi novel Harta Vaeran. Cerpen karya pengarang yang akan menerbitkan novel Putri Teranala dari proyek Kristal Merah Vandaria ini adalah satu-satunya cerpen yang menyajikan kisah cinta lengkap dengan kerumitannya. “Percintaan manusia memang perasaan yang paling tak sanggup kalian atasi. Pemberian hati yang sepihak bisa menghancurkan manusia,” tulis Melody (hlm. 44). 
 
Sebulan sekali, seorang anak manusia dalam kondisi tidak sadar dikirim ke Kastel Deimos untuk diubah oleh alkemis menjadi batu filsuf, batu legenda yang memiliki kemampuan memanipulasi Jiwa Dunia. Kisah ini terdapat dalam Batu Filsuf cerpen rekaan Aryo Pratomo yang dituturkan dari perspektif orang pertama menggunakan seting menjelang berakhirnya era kekuasaan frameless. Kejutan dipersiapkan Aryo di bagian pamungkas dalam rangka mengungkap siapa sebenarnya Hamon, penghuni kastel yang lain, dan tujuan penciptaan batu filsuf yang disaksikannya.

Kreativitas dalam hal penggunaan seting waktu muncul dalam cerpen Musim Gugur besutan Harbowoputra. Pengarang yang akan menerbitkan Perisa, novel yang ditulis untuk proyek Kristal Merah Vandaria, mengisahkan tiga pelaku dari tiga zaman yang dihadang satu dilema yang sama. Dilema itu terkait dengan naga bernama Kosai, Cakram Pualam, dan sebuah keputusan bak buah simalakama. Satu-satunya cara yang harus ditempuh oleh ketiganya disampaikan pengarang di bagian akhir cerpen sebagai kejutan yang menjawab setiap pertanyaan yang muncul dalam pikiran pembaca.

Di tengah-tengah peluang menciptakan konflik seputar pergantian era di dunia Vandaria, Andry Chang yang pernah menerbitkan Fireheart: Legenda Paladin (Sheila, 2008) memunculkan gagasan lain dari yang lain. Lewat cerpen bertajuk Nyanyian Alam, Andry berhasil menggelontorkan gagasan ekologis melalui karakter perempuan bernama Fyanei yang mampu berkomunikasi dengan tanaman. Pengarang yang juga terlibat dalam proyek Kristal Merah Vandaria dan akan meluncurkan novel Musafir Bedina ini menciptakan sebuah desa yang namanya mengingatkan pada seorang dukun cilik sebagai lokasi kejadian ceritanya.
 
Untuk menjadi penyihir dibutuhkan pengetahuan dan kekuatan sihir. Pengetahuan sihir bisa dipelajari dengan membaca buku-buku sihir, sedangkan kekuatan sihir bisa didapatkan dari jantung naga. Gael Grifon, seorang manusia, bertekad menjadi penyihir dan berguru pada Aedon. Agar bisa diterima, Gael bersedia menjadi kelinci percobaan untuk ramuan buatan sang penyihir. Berkebalikan dengan Gael, naga yang jantungnya diincar, mengetahui kelicikan Aedon, dan ia tidak akan membiarkan Aedon mengambil jantungnya. Gael Grifon adalah karakter utama dalam satu-satunya cerpen dengan sentuhan humor yang cukup menggelitik dalam koleksi cerpen ini: Padang Hijau Atap Merah karya Pratama Wirya. Pengarang yang telah melahirkan novel Harta Vaeran ini akan melanjutkan kisah Gael Grifon dalam novel Telinga Rashnu sebagai bagian dari proyek Kristal Merah Vandaria.

Kata sahibulhikayat, dahulu kala, gerbang alam Reigner yang dijadikan para Vanadis untuk memenjarakan para deimos, terbuka. Akibatnya, Vandaria mengalami kekacauan yang hebat. Para Vanadis memutuskan turun ke tanah Vandaria sebagai Pejalan Cakrawala  dan bertempur dengan para deimos untuk kemudian memenangkannya. Dalam pertempuran itu Gallizur yang memimpin para Pejalan Cakrawala menghilang seiring dengan ramalan yang menyatakan bahwa Semiazas, si pemimpin para deimos, akan kembali ke Vandaria untuk membalas dendam. Konon, hanya tiga relik agung Gallizur yang akan menghentikan Semiazas. Maka para pemburu relik yang berjuluk Sang Pencari melaksanakan pencarian di seluruh penjuru Vandaria. Tiga di antaranya menemukan salah satu relik yaitu Agheu Glas, pedang yang digunakan Gallizur dalam pertempuran dengan para deimos. Masih ada dua relik yang harus mereka temukan, dan pencarian ini mengantar mereka pada sebuah kenyataan mengejutkan terkait dengan dua relik lainnya. Jujur, saya mengira cerpen Relik Agung Gallizur karya Rynaldo Cahyana Hadi akan berakhir begitu kejutan ini diungkapkan. Tapi tampaknya pengarang yang juga akan meramaikan proyek Kristal Merah Vandaria dengan menerbitkan novel Tabir Nalar ini masih kurang puas, maka ia pun menggandakan kejutan hingga kalimat penutup.

Di bawah bulan separuh kota Zarkand yang bebas dari cengkeraman frameless pada era kekuasaan frameless, seorang remaja lelaki yang tidak pernah mengenal orangtuanya terlibat perbincangan dengan pria tua yang mengaku sebagai mantan Imperium Penunggang Kuda. Si remaja mendengar cerita yang sukar diterimanya dari pria tua itu, bahwa setelah menjadi desertir dalam keadaan terluka, si pria tua ditolong frameless perempuan. Di bawah bulan separuh kota Zarkand di mana manusia dan frameless tidak mengenal belas kasihan, si remaja anonim mencuri dari si pria tua. Ia mencuri demi mendapatkan sesuap nasi, tanpa menduga pencuriannya memang telah dinubuatkan. Kisah muram dalam cerpen Di Bawah Bulan Separuh ini merupakan hasil rekaan Iris Aegis yang dikisahkan dengan nada lirih tapi menyesakkan.

Sang kreator dunia Vandaria memang sudah semestinya menunjukkan perannya dalam kristalisasi. Itulah yang dikesankan Ami Raditya dengan mengikutkan cerpennya Beri Kami Damai. Cerpen ini mengisahkan tentang Arvena, perempuan muda yang bekerja sebagai penyair angkatan bersenjata Meridiz. Arvena selalu hadir di tengah-tengah perang guna menangkap berbagai kisah yang akan diboyong ke ibu kota. Di alun-alun dengan iringan mandolin, ia akan menyanyikan syair kepahlawanan para pejuang Meridiz yang gugur di medan perang dengan cara yang mengiris hati. Tidak ada yang tahu selain Abel yang menjaganya selama di medan perang, kalau semua syair indah yang dibesut Arvena adalah pepesan kosong semata. Arvena tetap melantunkan syair-syair penuh kebohongan sampai seorang remaja kenalannya tewas dalam perang. Pesan mulia disisipkan dalam cerpen yang menggugah ini bahwa kebenaran adalah hak semua orang dan tidak ada satu pun yang baik dari sebuah perang. Abel, sang penguasa pedang, yang berperan penting dalam mendorong lahirnya era keenam dalam sejarah Vandaria akan muncul lagi sebagai karakter sentral dalam komik Linimasa dan Zephyron.

Cerpen Pentagon karya Hans J. Gumulia menutup koleksi cerpen ini. Pentagon tidak lain adalah prekuel dari Trilogi Elir (akan terdiri dari Takdir Elir, Waktu Elir, dan Roda Elir). Bagi yang sudah membaca Takdir Elir, cerpen ini akan menjadi pelengkap. Bagi yang belum, cerpen ini akan menimbulkan tanda tanya sehubungan dengan kisah lima karakter di dalamnya. Sebagai sebuah cerpen yang berdiri sendiri, Pentagon bukanlah cerpen yang berhasil. Kenihilan konflik di dalamnya menjadikan cerpen ini tidak cukup menarik.
 
Selain Pentagon, cerpen-cerpen dalam koleksi ini menawarkan konflik yang jelas sehingga mengundang minat pembaca. Hanya saja, hampir semua cerpen memiliki kelemahan yang nyaris serupa: kurang matang dalam pengolahan kalimat. Jika harus memilih, saya menetapkan Beri Kami Damai sebagai cerpen yang paling mentereng. Sedangkan cerpen lain yaitu Relik Agung Gallizur, Musim Gugur, Batu Filsuf, dan Padang Hijau Atap Merah akan tampil lebih bersinar, bila dieksekusi secara lebih baik lagi. Tentu saja saya tidak akan melupakan cerpen Nyanyian Alam karena cerpen ini memberikan kesan spesial dengan gagasan berbeda dari dunia Vandaria yang diangsurkan Andry Chang. 

“Perkembangan dunia Vandaria tidak akan berhenti sampai di sini. Masih ada ratusan kisah yang belum terceritakan, ada ribuah tokoh yang siap menjalankan perannya, dan tentunya ada banyak peluang bagi novelis, komikus atau siapa pun kamu untuk ikut berpartisipasi dalam dunia Vandaria ini,” demikian yang termaktub dalam bagian Tentang Vandaria (hlm. 264).

Pertanyaannya adalah apakah Anda tertarik bekerja sama untuk membesarkan Dunia Vandaria? Kalau tertarik, Anda harus mengkristal bersama Vandaria! Tapi sebelumnya, kenalilah dulu dunia kompleks Vandaria dengan membaca Vandaria Saga yang telah diterbitkan. Harta Vaeran (Pratama Wirya), Ratu Seribu Tahun (Ardani Persada) dan Takdir Elir (Hans J. Gumulia) bisa mengedukasi Anda untuk menciptakan Vandaria Saga Anda sendiri. 




 Pengunjung 

 

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan