05 November 2012

Amba





Judul Buku: Amba
Pengarang: Laksmi Pamuntjak
Tebal: 496 hlm; 15 x 23 cm
Cetakan: 1, September 2012
Penerbit; Gramedia Pustaka Utama







Di Pulau Buru, laut seperti seorang ibu: dalam dan menunggu. Embun menyebar seperti kaca yang buyar, dan siang menerangi ladang yang diam. Kemudian malam akan mengungkap apa yang hilang oleh siang.

Tapi sesekali, sesuatu bisa terjadi di pulau ini -sesuatu yang begitu khas dan sulit diabaikan- dan orang hanya bisa membicarakannya sambil berbisik, seperti angin di atas batu yang terus-menerus membalun dan menghilang melalui makam orang-orang tak dikenal. Dan di jajaran lembah di baliknya, seolah melalui puisi dan tenung, ada cerita yang diam-diam menjelma.

Seperti kisah Amba dan Bhisma ini. (hlm. 15).


Demikian Laksmi Pamuntjak memulai kisah tentang Amba dan Bhisma dalam novel berlatar sejarah yang diberi judul sesuai nama karakter utamanya, Amba. Nama Amba diambil dari salah satu tokoh perempuan dalam Mahabharata. Amba dalam Mahabharata adalah calon istri Salwa yang diculik Bhisma. Setelah Salwa tidak menginginkannya lagi, Bhisma juga tidak mau menikahi Amba karena telah bersumpah tidak akan menikah. Dalam novel ini, Laksmi mengangkat konflik cinta serupa yang terjadi di antara Amba, Bhisma, dan Salwa di seputar pergolakan politik terkait peristiwa Gestapu tahun 1965.

Amba adalah seorang perempuan Jawa, putri seorang guru di desa Kadipura, sebuah desa di lereng gunung Merapi (Kadipura adalah desa fiktif). Ia adalah anak sulung dari tiga bersaudara, dua saudaranya juga perempuan, yaitu si kembar Ambika dan Ambalika. Sudarminto, ayah Amba mendalami Serat Centhini, Wedhatama dan puisi-puisi Jawa lain. Tidak heran jika Amba memiliki ketertarikan pada sastra.

Pada usia delapan belas tahun -saat itu usia delapan belas bagi seorang perempuan berarti perawan yang tidak laku- Amba ditunangkan dengan Salwani Munir, seorang pria baik-baik, dosen Universitas Negeri Gadjah Mada. Salwa adalah pria yang menarik dan gampang mendatangkan simpati. Tapi sayangnya, Amba tidak mendapatkan cinta yang menggairahkan dari diri Salwa. Salwa bukanlah pria dengan cinta menyala-nyala yang mau mengumbar berahi sebelum terikat pernikahan. 

Ketika mereka terpisah karena Salwa harus bertugas dan tinggal setahun di Surabaya, Amba melamar menjadi penerjemah bagi seorang dokter di sebuah rumah sakit di Kediri. Dokter Bhisma Rashad adalah laki-laki paling tampan yang pernah dilihat Amba. Ia adalah dokter lulusan Universitas Karl Marx di Leipzig, Jerman Timur. "Nama itu, Bhisma, akan mengingatkannya pada namanya sendiri, Amba, dan bagaimana keduanya bertaut sampai hari penghabisan. Yang satu tak bisa disebut tanpa yang lainnya, tak bisa mati tanpa yang satunya." (hlm. 179). Berbeda dengan Salwa, Bhisma menawarkan kepada Amba cinta yang penuh gairah yang menghalalkan persetubuhan sebelum pernikahan. " ... Dan di sana ia merayap, ke tiap ujung pori dan saraf, membakarnya, dan Amba merasakan bagian-bagian tubuhnya berganti-ganti diombang-ambingkan sakit dan hasrat, terdera tetapi menanti. Kulit itu bilur kena cakar dan gigit, ungu, kemudian menghijau, kemudian menguning. Bhisma menyentuh itu semua, seraya membenamkan hasratnya ke dalam Amba, berkali-kali." (hlm. 202). 

Amba hamil, tapi Bhisma menghilang. Bukan melarikan diri dari tanggung jawab, melainkan ditangkap tentara pada penyerbuan ke Universitas Res Publica, Yogyakarta, 19 Oktober 1965. Bhisma ditahan gara-gara menjadi simpatisan mahasiswa Sayap Kiri. Maka, Bhisma meninggalkan Amba, bahkan pada tahun 1971 ia dibuang ke Pulau Buru, dan Amba meninggalkan Salwa. Lalu muncullah seorang pria ketiga, Adelhard Eilers, yang menawarkan perlindungan bagi Amba dan bayi dalam kandungannya.

Hampir empat puluh satu tahun kemudian, Amba mendatangi Pulau Buru. Pada awal tahun 2006 itu, ia menerima sebuah e-mail anonim berisikan pesan: Bhisma meninggal. Ia yang bermula dan berakhir di Buru. Amba ingin mencari tahu apa yang terjadi pada ayah putri satu-satunya, Srikandi. Pada tahun 1979, ketika kamp tahanan politik Pulau Buru dibubarkan dan seluruh tahanan politik dipulangkan, Bhisma tetap tinggal di Pulau Buru. 

Bhisma meninggalkan surat-surat yang dimasukkan dalam tabung bambu dan disimpan  di bawah sebatang pohon meranti di kampung Walgan. Manalisa, penghuni asli Pulau Buru yang dianggap sakti dan merupakan teman baik dari Bhisma, menjaga peninggalan Bhisma untuk Amba. Kehidupan Bhisma di Pulau Buru dan situasi genting yang membuat Bhisma mati terungkap dalam surat-surat itu, surat-surat yang tidak pernah dikirimkan.

Mengapa Bhisma tidak pulang ke Jawa dan mencari Amba? Padahal seperti katanya: "... aku tak pernah membiarkan kau meninggalkan sukmaku, sebab kau amanatku sekaligus takdirku."? (hlm. 462). 

Jawabannya ada dalam salah satu surat Bhisma: "Cinta kita sendiri sudah begitu besar, begitu luar biasa. Kebanyakan orang tak pernah mengalaminya. Apabila cinta yang begitu besar itu termasuk memiliki objek yang kaucintai, itu namanya ketidakadilan. Sungguh tak adil, untuk mencintai dan dicintai sedemikian rupa, dan melakukannya di atas penderitaan orang lain. Akhirnya, kamu benar: hidup kita telah ditulis di langit. Dan kita tak kuasa menentangnya." (hlm.459).

Pada tahun 2006, Laksmi Pamuntjak menjadi bagian dari kelompok "Buru Tujuh" yang berkunjung ke Pulau Buru. Observasinya di Pulau Buru menghasilkan gambaran Pulau Buru masa kini yang dipaparkan secara gamblang dalam novel. Tapi tidak hanya Pulau Buru masa kini yang bisa dipaparkan Laksmi, ia juga berhasil menghadirkan situasi Pulau Buru dan para tahanan politik di masa lalu. Untuk itu ia melakukan riset pustaka dan mengumpulkan informasi dari orang-orang yang pernah menjadi tahanan politik atau pernah bekerja di Pulau Buru pada saat pulau ini menjadi kamp tahanan politik. Maka dalam bagian ucapan Terima Kasih, akan muncul nama-nama seperti Tedjabayu Sudjojono, Dr. Aru Sudoyo, Hersri Setiawan, Kresno Saroso, dan Pramoedya Ananta Toer.

Laksmi juga mengumpulkan referensi mengenai situasi dunia politik Indonesia, terutama di Jawa, pada saat sebelum dan sesudah Gestapu. Alhasil, ia berhasil membangun latar belakang sejarah yang disajikan secara meyakinkan. 

Semua riset yang dilakukan Laksmi menghasilkan berbagai informasi yang membuat novelnya tebal dan kaya, cerdas dan berisi. Amba menjadi kombinasi imajinasi yang luar biasa dari observasi lapangan dan kemampuan menghidupkan hasil riset serta referensi dalam tataran fiktif .

Kisah cinta yang menjadi tumpuan novel ini sama sekali tidak menjemukan lantaran latar belakang peristiwa sejarah Indonesai yang hingga saat ini masih diliputi kabut ketidakjelasan. Peristiwa sejarah itu tidak sekadar menjadi lahan tumbuhnya romansa, tapi menjadi bagian yang berpengaruh secara signifikan dalam keberlangsungan hidup kedua pecinta, Amba dan Bhisma. 

Sebagai penulis yang antara lain telah menghasilkan dua himpunan puisi, yaitu Ellipsis (2005) dan The Anagram (2007), Laksmi sama sekali tidak memiliki kecanggungan dalam hal bahasa dan kata-kata. Ia memiliki kekayaan diksi yang menghasilkan racikan kalimat-kalimat anggun dan sedap dibaca. Sehingga meskipun cukup tebal (dengan buku berukuran besar juga), Amba tetaplah sebuah novel yang bisa dinikmati dan memberikan kepuasan dalam pembacaaannya. 

Coba nikmati dan resapi (lagi) kalimat-kalimat racikan Laksmi Pamuntjak berikut ini:

"Aneh memang: selalu ada yang membuat terlena dan tak berdaya pada hujan, pada rintik dan aromanya, pada bunyi dan melankolinya, pada caranya yang pelan sekaligus brutal dalam memetik kenangan yang tak diinginkan." (hlm. 24).

"Ia berjalan ke bawah tirai air; ia tak sekali pun menyibak, apalagi menolaknya. Ke dalam malam itu, aku meniti turun, seakan-akan melayang, begitulah ia mengenang detik-detik itu; dan sebelum cahaya muncul, ia ingat bagaimana tirai itu terjatuh, begitu tipis, begitu bukan gerimis, lebih seperti sejuta benang yang merajut cermin." (hlm. 168).

Indah, bukan?

Bagi pembaca novel-novel Indonesia yang sudah bosan dengan novel-novel Indonesia yang sarat dengan khayalan romantis mengenai indahnya cinta, Amba akan membawa kesegaran dengan muatan cinta realistis dan tragis di dalamnya.

Amba adalah novel debut Laksmi Pamuntjak. Maka marilah kita berharap perempuan cerdas ini akan melahirkan novel-novel lainnya yang ditulis dengan kecakapan intelektual yang serupa. 


Lima bintang untuk Amba.



04 November 2012

Daughter of Smoke & Bone


Judul Buku: Daughter of Smoke & Bone 
Pengarang: Laini Taylor (2011)
Penerjemah: Primadonna Angela
Tebal: 488 hlm; 13,5 x 20 cm
Cetakan: 1, September 2012
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

 


Pada zaman dahulu,
seorang malaikat dan iblis jatuh cinta.
Kisah cinta mereka tidak berakhir indah
(hlm. 7)

 





Laini Taylor dalam novelnya yang bertajuk Daughter of Smoke & Bone (Dari Asap dan Tulang) ini menciptakan dua dunia lain selain bumi yang dihuni manusia. Dunia pertama berpusat di Loramendi, didiami ras chimaera sedangkan dunia kedua adalah Eretz (sebenarnya dalam bahasa Yahudi berarti bumi) berpusat di Astrae, ditinggali ras seraph atau malaikat. Kedua penduduk dunia tersebut berseteru sejak satu milenium silam. Saat itu Astrea, pusat kekaisaran seraph, diserang oleh chimaera. Kota yang indah itu diratakan dan dibakar, dan dengan buas, chimaera membunuh para magi (ahli sihir seraph). Para malaikat yang tidak bisa meloloskan diri dikorbankan di atas altar, darah mereka mengalir bagaikan hujan bandang. Selama berabad-abad Astrae dikuasai chimaera, hingga Joram, salah satu seraph, mengadakan perlawanan dan berhasil merampas kembali Astrae kemudian membangun kembali kekaisaran seraph. Hanya saja, tidak ada kemajuan dalam hal sihir, kendati seraph selalu mengandalkan sihir. Perpustakaan tempat para magi yang dibantai menyimpan arsip sihir dibakar oleh chimaera.

Di tengah-tengah pertikaian dan peperangan yang kerap terjadi, salah satu seraph jatuh cinta pada perempuan chimaera. Sang seraph bahkan belajar bahasa chimaera dan menyempurnakan ilusi untuk menyembunyikan sayapnya sampai ia bisa mengunjungi Loramendi untuk bertemu sang chimaera. Kisah cinta mereka berakhir tragis. Di hadapan sang seraph, kekasihnya dihukum mati dan harus melewati proses peluruhan. Proses ini akan menghilangkan kesempatan sang chimaera untuk dibangkitkan kembali. Tapi sang chimaera tidak sempat kehilangan harapan. Dan harapan, menciptakan sihirnya sendiri.

Tujuh belas tahun kemudian, peperangan antara chimaera dan seraph belum padam. Pihak seraph bertekad untuk mengakhiri peperangan, dengan cara mereka sendiri. Mereka tahu, di seluruh dunia, terdapat portal yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia chimaera, sebagaimana terdapat portal yang menghubungi dunia manusia dengan Eretz. Maka tiga seraph bersaudara: Akiva, Hazael, dan seraph perempuan bernama Liraz mendatangi bumi. Sayap berapi mereka diilusikan agar tidak kelihatan dan berbaur dengan manusia. Mereka membakar setiap portal yang mereka temukan dengan meninggalkan jejak tangan hitam, melesak pada kayu atau logam birai pintu.

Di Praha, ada seorang gadis remaja berusia 17 tahun, siswa The Art Lyceum of Bohemia bernama Karou. Ia cantik, berpenampilan seperti balerina, dan memiliki rambut biru cerah sewarna batu lapis lazuli, hasil sihir permanen. Selain tampak beda dengan rambut birunya yang mencolok, ia juga memiliki banyak tato, termasuk tato mata di kedua telapak tangannya. 


 Karou


Karou menguasai banyak bahasa dunia dan memiliki bakat menggambar. Ia sering membawa buku sketsa yang berisi gambar-gambar yang dibuatnya. Ada Issa, sosok perempuan cantik berwujud ular dari pinggang ke bawah dengan tudung dan taring kobra; Twiga, laki-laki dengan leher jerapah; Yasri, perempuan berparuh burung kakaktua dan bermata manusia dengan serangkaian jambul oranye keluar dari kepalanya, dan Brimstone, si Pengabul Permohonan, berkepala mirip domba jantan dengan tanduk raksasa di kedua sisi wajahnya. Ada pula Kishmish, pembawa pesan Brimstone, bertubuh dan paruh gagak dengan sayap berselaput seperti kelelawar dan lidah bercabang. Sebenarnya mereka adalah keluarga yang dikenalnya semenjak kecil, merekalah yang membesarkan Karou di toko Brimstone. Karou menyayangi mereka walaupun mereka chimaera dan dikenal manusia sebagai monster, setan, atau iblis. Tapi setelah memasuki usia sekolah, Karou mesti meninggalkan mereka, untuk masuk ke dunia manusia. Karou hanya mendatangi toko Brimstone jika dipanggil untuk melaksanakan tugas: mengumpulkan gigi, gading, atau taring di seluruh penjuru dunia. Karou tidak membutuhkan pesawat terbang karena portal yang menghubungkan toko Brimstone dengan bumi akan membuka ke tempat tujuan Karou. Sebagai imbalan untuk pekerjaannya, Karou mendapatkan permohonan atau sihir dari Brimstone, kendati Brimstone tidak setuju jika Karou mengandalkan permohonan untuk setiap hal. Permohonan yang diberikan Brimstone memiliki tingkatan: scuppy, shing, lucknow, graviel, dan bruxis.

Akiva, seraph yang sedang bertugas di Marrakesh -Maroko- melihat Karou keluar dari portal. Bukannya mengakhiri tugasnya dan bergabung dengan kedua saudaranya, Akiva membuntuti Karou. Merasa terancam, Karou mencoba melawan dengan mengentakkan telapak tangannya yang bertato mata itu ke arah Akiva, dan sukses membuat malaikat itu meringkuk di tanah. Apa yang dilakukan Karou membuat Akiva mencurigai jati diri sesungguhnya gadis itu.

Setelah perjuangan melawan Akiva, Karou terjebak dalam suasana pelik di toko Brimstone. Entah kenapa, Brimstone mengusirnya meskipun ia sedang berada dalam kondisi buruk. Di Praha, dalam keadaan terbakar, Kishmish mendatanginya, membawa tulang berbentuk Y yang biasanya menggantung di leher Brimstone. Kematian Kishmish menyadarkan Karou: semua portal tidak bisa digunakan lagi, ia kehilangan keluarga, dan sendirian di dunia. Situasi tidak membaik karena ia harus berhadapan dengan Akiva yang datang ke Praha untuk mencarinya. Untunglah, Akiva tidak bermaksud menghabisinya.

"Aku datang kembali untuk menemukanmu," kata Akiva. "Aku tidak tahu kenapa. Karou. Karou. Aku tak tahu kenapa. Hanya untuk menemukanmu dan berada dalam dunia tempat kau berada...." (hlm. 252).

Akiva, seraph dengan mata berwarna amber, telah membunuh banyak Chimaera sebagai prajurit. Garis hitam berulang serupa tato di sekeliling bagian atas jemarinya menjadi bukti. Ia memang dibiakkan Joram, ayahnya, untuk menjadi pembunuh. Akiva juga telah membakar portal dan menjauhkan Karou dari keluarga yang dikenalnya. "Ia prajurit dengan hitungan pembunuhan yang sudah ia lakukan di kedua tangannya, dan ia musuh keluarga Karou. Meski demikian, ada yang mengikat mereka, lebih kuat dari apa pun, sesuatu dengan kekuatan untuk mengatur darah dan napasnya seperti simfoni, sehingga apa pun yang Karou lakukan untuk melawannya terasa seperti kekacauan, seperti ketidakharmonisan dengan diri sendiri." (hlm. 278).

Tapi mengapa Akiva ingin mematahkan tulang garpu yang dikirimkan Brismtone saat portal terbakar itu?

Akiva berharap, ketika mereka mematahkan tulang itu bersama-sama, tanpa perlu penjelasan darinya, Karou akan mengetahui siapa dirinya sebenarnya, Karou akan mengetahui siapa Akiva sesungguhnya.

Karou adalah danyang. Hamsa - senjata magis yang dibayar dengan rasa sakit kematian- yang tampak seperti tato di telapak tangannya adalah indikator danyang. Tulang garpu telah melahirkan harapan dalam hati sang perempuan chimaera, harapan yang sangat kuat. Dan seperti arti namanya, Karou adalah harapan, harapan yang mengejawantah melalui asap dan tulang. Tapi di ujung pemahaman jati dirinya, sebuah kenyataan menghantam dengan keras dan telak.

Daughter of Smoke & Bone adalah novel fantasi yang lengkap. Ada dua dunia dengan dua ras yang memanfaatkan sihir dalam eksistensinya, chimaera dan seraph, terlibat konflik. Chimaera berhasil mematahkan kemampuan seraph menggunakan sihir dengan membakar perpustakaan tempat arsip sihir para magi. Alhasil, tinggal chimaera satu-satunya ras yang menggunakan sihir, yang bisa diwujudkan dalam apa yang disebut "Permohonan" yang memiliki beberapa tingkatan. Untuk bangkit dari kehancuran, seraph menggunakan kekuatan fisik dengan menempa para keturunan kaisar seraph menjadi prajurit. Menariknya di sini, Brimstone yang adalah Pengabul Permohonan atau tukang sihir itu lebih memilih "harapan" ketimbang "sihir".

"Aku berharap, Nak, tapi aku tidak membuat permohonan. Ada bedanya. Karena harapan datang dari dalam dirimu, dan permohonan hanyalah sihir. Permohonan itu palsu. Harapan itu nyata. Harapan menciptakan sihirnya sendiri," katanya pada Karou yang senang bermain-main dengan permohonan untuk hal tidak berguna (hlm. 173).

"Sihir takkan menyelamatkan kita. Kekuatan yang dibutuhkan untuk menciptakannya dalam skala sebesar itu, upeti rasa sakit itu akan menghancurkan kita. Satu-satunya harapan.... adalah harapan," kata Brimstone tujuh belas tahun lalu (hlm. 472).

Dalam dunia yang penuh pertikaian ini, Taylor menghadirkan cinta tanpa harapan. Cinta antara chimaera dan seraph adalah pengkhianatan tingkat tinggi yang harus dibayar dengan kematian. Apalagi di pihak Chimaera. Pengkhianatan ini berarti tidak ada pembangkitan kembali, karena pelakunya akan dibunuh dan melewati proses peluruhan. Tapi  cinta tanpa harapan itu melahirkan harapan, melahirkan Karou, melalui tulang garpu dan asap danyang.

Secara lahiriah, Karou adalah seorang gadis cantik dan Akiva adalah seorang pemuda rupawan. Dan seperti kata Akiva, "cinta adalah elemen", cinta menjadi elemen yang mempertalikan Karou dan Akiva tapi sekaligus memisahkan mereka. Hubungan di antara mereka yang rapuh menciptakan daya tarik bagi para penggemar romansa.

Harapan dan kebenaran adalah sumbu novel ini. Harapan membangkitkan kekuatan untuk tetap menghadapi kerasnya kehidupan, tapi kebenaran akan menghancurkan harapan dan menumbuhkan jarak. Itulah yang terjadi di antara Karou dan Akiva di bagian pamungkas novel yang menyedihkan. Sebuah kesengajaan yang dilakukan Taylor untuk menyiapkan kisah yang baru tentang Karou dan Akiva. Setelah Daughter of Smoke & Bone (2011), Taylor telah menuntaskan buku kedua dari trilogi yang direncanakan, Days of Blood & Starlight (terbit 6 November 2012).

Malaikat mungkin sudah kerap dimunculkan dalam berbagai kisah fantasi yang terbit sebelumnya dengan berbagai versi. Tapi chimaera biasanya hanya sebagai pelengkap yang kurang dieksplorasi, seperti yang dimunculkan dalam serial I am Number Four (Pittacus Lore). Ide mengangkat chimaera dengan kemampuan sihir di sini terasa segar dan orisinal. Ditambah dengan ide mengenai Hamsa, danyang, tulang garpu dan asap danyang, kisah yang dilahirkan Taylor ini terasa sangat meyakinkan dan memikat. Rasanya tidak sabar untuk mengetahui kelanjutan novel yang hak pembuatan filmnya telah dibeli oleh Universal Pictures ini. 


Bagaimana Taylor memberi akhir bagi hubungan Karou dan Akiva? Apakah mereka akan saling mengisi kekosongan? Ataukah akan terus berjalan dalam kekosongan?

Pertanyaan paling menggoda adalah: apakah Karou akan berdiri sendiri berhadapan dengan para seraph?

Kita tunggu saja sampai trilogi Daughter of Smoke & Bone diselesaikan pengarang dengan rambut yang -mudah-mudahan- bukanlah hasil dari permohonan atau sihir ini. 










Sumber gambar: dari sini



28 October 2012

Katzenjammer



Judul Buku: Katzenjammer
Penulis: Stefani Hid
Cetakan: 1, Agustus 2012
Tebal: 226 hlm; 13,5 x 20 cm
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama






Katzenjammer yang berarti mabuk kadang-kadang digunakan untuk menunjukkan keadaan umum depresi atau kebingungan. Istilah ini digunakan Stefani Hid (ayat), penulis asal Surabaya, sebagai judul bukunya yang kelima untuk menggambarkan apa yang dialami dua tokoh utama novel, Aya dan Henning.

Aya adalah gadis Indonesia asal Surabaya yang masa lalunya hanya disampaikan secara samar-samar. Seiring dengan perguliran cerita, kita akan mengetahui kalau ia lulusan Sastra Inggris dan telah menerbitkan dua buku yang tidak cukup laku. Ia sering hidup dalam kecemasan dan obsesi berlebih sehingga dilibas depresi. Misalnya ketika terserang flu atau demam, ia segera memikirkan kematian. Apalagi ketika terkena HPV (
human papillomavirus), langsung cemas kalau dirinya mengidap HIV/AIDS. Aya pun menjadi tidak stabil gara-gara obsesi berlebihan, seperti saat terobsesi pada Al Pacino setelah menyaksikan aktor itu dalam film Godfather. Lantaran tidak tahan lagi dengan kondisinya, ia meninggalkan kekasihnya, meninggalkan Indonesia, dengan maksud menciptakan kehidupan baru. Ia pergi ke Eropa dan berakhir sebagai penghuni Ochtrup, sebuah kota kecil di Jerman bagian Barat. Namun, petualangannya tidak memuluskan jalan kepada perubahan hidup menjadi lebih baik. Ia terjebak kondisi yang disebut Milan Kundera sebagai litost yaitu keadaan tersiksa yang muncul tiba-tiba karena kesadaran atas penderitaan yang dialami.

Henning Wiebrock adalah pemuda tanpa pekerjaaan, hidupnya tergantung dana sosial yang diberikan pemerintah. Ketika mencoba mendapatkan penghasilan dengan mengambil pekerjaan-pekerjaan kasar, ia tidak pernah kerasan. Terpuruklah ia dalam penyesalan yang membuatnya menjadi pecandu marijuana, LSD, dan alkohol. Hidupnya hanya merupakan bukti dari perkataan ibunya bahwa, "Jika kamu lahir miskin, maka selama hidupmu akan miskin juga." (hlm. 37). Hidupnya kian kompleks karena tidak bisa menikmati hubungan seksual wajar. Ia  hanya akan mengalami orgasme jika melakukan aktivitas BDSM di mana ia berperan sebagai budak dan bukan tuan. Sama seperti Aya, dalam kehidupan absurd yang ia jalani, Henning terjebak litost. Tidak heran, ia selalu ingin mati dalam tidurnya. 

Lalu, bagaimana keduanya bertemu dan menemukan kecocokan sementara mereka tinggal di tempat berbeda, Aya di Ochtrup dan Henning di Rheine? 

Aya telah bertekad mengubah kehidupannya. Oleh sebab itu, saat bertemu Carsten, musisi gagal yang terdampar di kantor asuransi, ia berharap banyak bisa mendapatkan kebahagiaan. Sayangnya, tidak mudah menjalin hubungan dengan seorang pria yang pernah dikecewakan dalam percintaan itu. Depresi melanda Aya, dan tanpa sengaja ia melakukan sesuatu yang membuat hubungannya dengan Carsten berakhir tragis. Saat mencoba menyelamatkan diri dari konsekwensi yang mengikutinya, Aya harus melewatkan waktui di Rheine. Di sanalah tanpa sengaja ia bertemu Henning. Dalam diri pemuda bermasa depan suram ini, Aya menemukan kecocokan. Sebagaimana dirinya, Henning juga suka menulis dan membaca buku. Pertemuan mereka menjanjikan kebahagiaan yang harus dimulai dengan keterbukaan. Sanggupkah Aya terbuka kepada Henning, termasuk membuka rahasia kelamnya, demi meraih kebahagiaan?

Kemunculan Stefani Hid sebagai penulis dalam dunia sastra Indonesia sangat menarik perhatian. Ia menerbitkan novel (dewasa) pertamanya, Bukan Saya, Tapi Mereka Yang Gila (2004) sebelum berumur 19 tahun. Pada tahun yang sama ia menerbitkan novel keduanya, Soulmate. Dua tahun kemudian, ia menerbitkan novel ketiganya, Cerita Dante (2006). Terakhir, yaitu pada tahun 2008, ia menerbitkan kumpulan cerita, Oz (Grasindo). Saya menyebut kemunculannya sebagai penulis sangat menarik perhatian (khususnya bagi saya, tentu saja) karena pada usia muda ia berani tampil beda. Ketika dunia perbukuan Indonesia dijejali novel-novel teenlit (atau chicklit untuk yang lebih dewasa), banyak penulis sebayanya meramaikan genre itu. Tapi ia justru memilih jalur sendiri, menghasilkan karya fiksi yang cerdas, serius dan melampaui usianya. Ia lebih memilih mengangkat absurditas kehidupan manusia yang memerlukan perenungan dan pemikiran untuk mengapresiasinya. Para karakter utama dalam karya-karyanya harus jatuh bangun menghadapi kehidupan yang tidak ramah dan kerap berakhir tragis. 

Katzenjammer (Cerita tentang Aya dan Henning) masih berkutat pada abdurditas kehidupan manusia yang dikemas secara  intens dalam diri sejoli tokoh utamanya, Aya dan Henning. Jadi, kendati menghadirkan romansa di antara mereka, jangan berharap akan mendapatkan kisah yang jamak muncul dalam novel-novel pop Indonesia masa kini. Penulis, sebagaimana dalam karya-karya sebelumnya, meneguhkan kembali apa yang disampaikan Albert Camus dalam The Myth of Sisyphus, yang dikutipnya dalam novel ini: "Pada setiap sudut jalan, perasaan tentang absurditas dapat menyerang siapa pun pada muka mereka." (hlm. 69). Alhasil, sebuah karya dengan absurditas yang berpotensi menggiring pembaca ke dalam katzenjammer. 

Kisah dalam novel ini dituturkan secara kilas balik. Dimulai pada tahun 2009 di Budapest, Hungaria, di mana penulis memperkenalkan dua tokohnya, Aya dan Henning, kisah kemudian mundur ke tahun 2004 dan 2005 untuk memulai perjalanan kehidupan mereka. Secara bergantian, penulis mengisahkan kehidupan Aya dan Henning sampai mereka bertemu dan memutuskan apakah akan berpisah atau terus bersama. Namun apapun yang berada di ujung hubungan mereka, mereka tetap sukar menjangkau kebahagiaan yang sebenarnya. Penyebabnya jelas, seperti yang dikatakan Aya di bagian awal novel: "Semua ini lantaran kita berharap terlalu banyak dari kehidupan yang sebenarnya sangat sederhana." (hlm. 5). 

Meskipun boleh dibilang tidak pernah menghadirkan kisah-kisah yang membuat kita tersenyum bahagia, saya tetap menantikan karya Stefani Hid, penulis yang tetap setia melangkah di jalur yang dipilihnya sejak dini. 

 
15 September 2012

Eona


Judul Buku: Eona
Pengarang: Alison Goodman (2011)
Penerjemah: Putra Nugroho
Cetakan: 1, Juli 2012
Tebal:655 halaman
Penerbit: Noura Books
  





Setelah lima ratus tahun menghilang, Naga Kembar muncul kembali dan memilih Punggawa Naganya. Karena Naga Kembar adalah naga betina maka Punggawa Naga Kembar adalah seorang perempuan. Eona, gadis remaja yang hidupnya dibentuk sebagai laki-laki, terpilih sebagai Punggawa Naga Kembar pada saat pemilihan Punggawa Naga Tikus. Sehingga pada saat bersamaan ada dua Punggawa Naga yang bangkit, yaitu Punggawa Naga Tikus dan Naga Kembar. 

Di bagian akhir Eon, buku pertama dari dwilogi Punggawa Naga karya Alison Goodman, High Lord Sethon melakukan kudeta berdarah dibantu Lord Ido, Punggawa Naga Tikus.  Kudeta ini menewaskan banyak orang termasuk keluarga kerajaan dan sepuluh Punggawa Naga beserta dengan murid mereka. Eona meninggalkan ibu kota Kerajaan Kayangan yang telah dikuasai pasukan High Lord Sethon bersama Ryko, Pria Bayangan yang adalah anggota pengawal elit kerajaan, dan Dela, contraire -pria yang berperilaku dan berpenampilan sebagai wanita, yang mencintai Ryko.

Menyadari tanpa Punggawa Naga Kembar, Pangeran Kygo -putra mahkota yang lolos dari pembunuhan- tidak bisa merebut istana dan takhta kerajaan, ketiganya mencari sang pangeran untuk bergabung. Satu hal penting yang mereka sadari setelah bertemu sang pewaris takhta Kerajaan Kayangan adalah Eona belum cukup terlatih sebagai Punggawa Naga Kembar. Ia masih perlu digembleng supaya bisa mengendalikan para naga. Saat ia memanggil Naga Kembar, kesepuluh naga yang kehilangan Punggawa-nya menerjang untuk mencabik-cabiknya. Tidak ada yang bisa melatih Eona kecuali Lord Ido yang dipenjarakan oleh High Lord Sethon karena dianggap pengkhianat. 

Meskipun pada akhirnya bersepakat melatih Eona, Lord Ido tidak pernah mengesampingkan ambisinya. Jalinan Mutiara, senjata yang diyakininya akan terbentuk oleh perpaduan kekuatan dua Punggawa Naga yang tersisa dan manuskrip hitam yang dibawa lari Dillon, muridnya. Inilah yang diinginkan Lord Ido untuk mencapai kejayaan bersama Punggawa Naga Kembar yang menjerat hatinya. 

Lalu, seiring dengan perjalanan menyatukan kekuatan untuk melawan High Lord Sethon, secara bertahap, manuskrip merah yang ditekuni Dela mulai mengungkapkan misteri seputar sejarah kerajaan dan Punggawa Naga. Lima ratus tahun sebelumnya, pernah terjadi sebuah kisah cinta segitiga di kalangan orang terpandang Kerajaan Kayangan. Kisah cinta itu berakhir sebagai pengkhianatan terhadap kaisar Kerajaan Kayangan. Kinra, leluhur Eona yang terseret cinta segitiga itu, dihukum mati karena berusaha merampas Mutiara Kerajaan yang dijahit di bagian cekung di antara tulang selangka kaisar pada waktu itu. Bersamaan dengan terkuaknya kenyataan itu, Eona menemukan dirinya dilanda gelombang kehendak yang sama: mengambil Mutiara Kerajaan dari Pangeran  Kygo.

Pertanyaan yang muncul adalah mengapa Kinra dan Eona menghendaki Mutiara Kerajaan? Apa kaitannya dengan eksistensi mereka sebagai Punggawa Naga Kembar? Pertanyaan-pertanyaan ini berhubungan dengan penggenapan takdir yang tertunda demi penegakan rezim Kerajaan Kayangan. Dan setelah lima ratus tahun berlalu semenjak menghilangnya Naga Kembar, saatnya telah tiba, Jalinan Mutiara harus terbentuk. Menjadi sebuah kewajiban bagi Eona untuk melapangkan penuntasan takdir para naga dan membidani reformasi Kerajaaan Kayangan yang membangun eksistensinya dari kekuatan magis Lingkaran Dua Belas Naga.

Sebagaimana pendahulunya, Eona tergolong novel yang sangat memuaskan. Memang pada bagian-bagian awal perguliran kisahnya cukup lambat. Goodman tidak tergesa-gesa untuk meruncingkan plotnya. Bisa dimaklumi mengingat Eona dan kawan-kawan hendak menghadapi lawan yang tangguh. Mereka perlu menyatukan kekuatan untuk bisa melawan High Lord Sethon, dan hal ini membutuhkan cukup banyak waktu -dan tentu saja, halaman. Saat Goodman memutuskan menampilkan pengkhianat di kubu Pangeran Kygo, ia seolah-olah sedang menabuh genderang untuk membuat kita bersiaga, bahwa ketegangan dan pengungkapan seluruh misteri akan segera kita hadapi. Saat novel ini mencapai bagian pamungkas, kita akan mendapatkan bagian paling indah dan mengesankan yang membuat novel ini menjadi penutup yang sempurna bagi dwilogi Punggawa Naga. 

Peran Eona dalam novel ini kian menunjukkan bahwa perempuan bisa bersanding setara dengan laki-laki. Perempuan bisa memegang peran penting dalam dunia politik yang rumit dan busuk. Bahkan sebagai penghargaan bagi Eona, Pangeran Kygo memilihnya menjadi naiso, jabatan penting bagi keberlangsungan kekuasaan seorang kaisar. Posisi ini membuat kedudukan Eona menjadi sejajar dengan Pangeran Kygo. 

Dikitari para lelaki yang masih muda, menarik, dan gagah, Eona tidak bisa menampik kekaguman Lord Ido maupun Pangeran Kygo. Maka tak pelak lagi, meskipun tidak disampaikan cukup gamblang, ada cinta segitiga yang diam-diam bersemi. Pangeran Kygo dan Lord Ido sama-sama terjerat pesona Eona, dengan cara yang berbeda. Apa yang berkembang di antara mereka bagaikan pengulangan kisah yang terjadi lima ratus tahun sebelumnya. Tapi tidak seperti yang dialami Kinra, Eona akan memiliki akhir yang berbeda. Nah, siapakah lelaki yang dipilih Goodman untuk menjadi pasangan Eona?

Mungkin ada yang akan bertanya-tanya. Bagaimana akhir kisah cinta Dela dan Ryko? Apakah Ryko yang adalah Pria Bayangan atau kasim bisa bersanding dengan Dela yang adalah contraire alias waria? Anda harus membaca novel ini untuk mengetahui jawabannya.  


                                                               
01 September 2012

Ford County

Judul Buku: Ford County
Penulis: John Grisham (2009)
Penerjemah: Fahmi Yamani
Cetakan: 1, Juni 2012
Tebal: 418 hlm; 18 cm
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

 


Ford County -terbit pertama kali tahun 2009- adalah koleksi cerita pendek pertama karya John Grisham, penulis sejumlah novel laris bergenre legal thriller. Ada tujuh cerita di dalam koleksi ini, dan hanya dua cerita dengan karakter utama yang berkecimpung di dunia hukum, latar utama novel-novel Grisham. Semua cerita terjadi atau dimulai di Ford County, tempat yang pernah dipakai John Grisham sebagai latar novel perdananya, A Time to Kill (1989).

Cerita kocak dan menggelikan bertajuk Perjalanan Berdarah (Blood Drive) membuka koleksi ini dengan kisah tiga pria desa di Ford County yang melakukan perjalanan ke Memphis, Missisippi. Mereka hendak mendonorkan darah kepada Bailey, rekan sedesa yang mengalami kecelakaan di Memphis. Sebenarnya, untuk tiba di Memphis, mereka hanya membutuhkan dua jam perjalanan. Tapi sesudah menenggak bir dan dikejar-kejar polisi, perjalanan mereka menjadi perjalanan panjang yang berakhir dengan cara mengenaskan. Seperti judulnya, gara-gara kebodohan, ketiga pria desa ini akan berlumur darah dalam perjalanan mereka, hingga akhirnya kembali setelah selesai dipermainkan nasib. 

Raymond Graney dalam Menjemput Raymond (Fetching Raymond) telah menghuni penjara selama sebelas tahun. Pada tahun kesebelas, keluarganya melakukan perjalanan dari Ford County menuju Parchman untuk menjemputnya. Belum ada keputusan final apakah Raymond akan dihukum mati karena kasus pembunuhan yang dilakukannya. Tapi keluarganya sudah bisa menduga apa yang akan terjadi. Maka Leon, kakak tertua Raymond, meminjam mobil van untuk dipakai menjemput Raymond. Sepanjang perjalananan, Grisham akan mengelupas kehidupan keluarga Graney, sejak Inez -ibu Leon, Butch, dan Raymond- diperkosa pada umur 17 tahun. Inez kemudian menikahi pemerkosanya pada umur 18 tahun. Mereka memiliki tiga orang anak laki-laki yang disiksa suami Inez, secara emosional dan fisik. Setelah suami Inez minggat dari rumah, ketiga anak mereka tumbuh menjadi pencuri kendaraan yang bergantian masuk penjara. Leon yang pertama dipenjara, setelah bebas menikah lagi (hlm. 93 disebut dengan istri kedua, hlm. 117 istri ketiga), bertobat dan bekerja di pabrik lampu. Demikian pula Butch yang bekerja di penggergajian kayu. Tapi Raymond tidak sempat bertobat. Ia membunuh seorang deputi dan kehilangan kesempatan kedua seperti Leon dan Butch. Pertanyaan yang muncul seiring perjalanan keluarga Graney menuju penjara adalah: apakah Raymond akan dibebaskan atau dihukum mati? Sepertinya kecuali Inez, apa pun vonis yang akan diterima Raymond tidak akan mengusik rutinitas orang-orang yang mengenalnya.

Setelah tujuh belas tahun berkarier di dunia hukum, Mack Stafford, karakter utama Arsip Bau Busuk (Fish Files) terpuruk sebagai pengacara kasus kebangkrutan dan perceraian di Clanton, Ford County. Jalan keluar dari kehidupan yang membosankan ini datang manakala suatu siang sebuah telepon dari New York City diterimanya. Beberapa tahun sebelumnya, Mack pernah menggugat Tinzo, perusahaan yang memproduksi gergaji mesin yang telah melukai empat penebang kayu yang menjadi kliennya. Gugatannya tidak berhasil dan kasus itu berakhir sebagai arsip bau busuk. Seorang pengacara dari New York dipekerjakan perusahaan Swiss yang telah membeli Tinzo untuk membersihkan kasus tersebut dari buku mereka. Setengah juta dolar ditawarkan apabila Mack bisa menuntaskan kasus itu secara damai dan rahasia. Mack bersepakat dan segera merumuskan rencana dalam benaknya guna mengakhiri pernikahannya yang tidak bahagia dan kariernya yang memudar. Dalam koleksi cerita ini, Mack Stafford adalah karakter antagonis pertama yang diberikan akhir membahagiakan oleh Grisham. Omong-omong, mengapa fish files diterjemahkan sebagai arsip bau busuk?

Bobby Carl Leach dalam Kasino (Casino) membangun kasino pertama di Clanton, Ford County. Ia berhasil meraup banyak keuntungan sampai Sydney, seorang pria dari kota kecil Karraway, masuk ke dalam kasinonya. Sydney bukan seorang penjudi, tapi sepertinya selalu dipihaki keberuntungan. Ia berubah menjadi penjudi ulung yang bertekad menghancurkan bisnis Bobby Carl Leach sekaligus menunjukkan 'taring'-nya kepada Stella, istri yang telah meninggalkannya. Inilah sebuah cerita mengenai seorang lelaki yang membangun bisnis dengan memanfaatkan tipu daya dan seorang lelaki lain yang menghancurkan bisnis laki-laki itu dengan kemampuan yang hampir terlambat disadarinya.

Sebagai seorang pengacara pembela, Stanley Wade dalam Kamar Michael (Michael's Room), sudah pasti berkewajiban membela kliennya, bahkan hingga bisa membebaskan dari tuntutan. Delapan tahun sebelumnya, egonya sebagai pembela telah menjerumuskan sebuah keluarga dalam kesulitan. Saat itu,  Wade membela Dokter Trane yang digugat melakukan malapraktik terkait Michael, anak laki-laki keluarga Cranwell yang mengalami kerusakan otak. Dokter Trane menang setelah Wade menyerang keluarga Cranwell dengan sejumlah kebohongan. Tidak ada sepeser pun diberikan sebagai kompensasi bagi Michael padahal setiap tahun perawatannya menghabiskan US$ 30.000. Saat persidangan, Michael baru berumur tiga tahun, dan berkebalikan dengan serangan Wade di pengadilan, Michael masih hidup hingga delapan tahun kemudian. Jim Cranwell, ayah Michael, menculik Wade dan membawa sang pengacara ke rumahnya, ke dalam ruangan yang ditempati Michael selama bertahun-tahun. Di sana ia mesti menyaksikan remuknya pembelaan yang dilakukannya untuk Dokter Trane. Kamar Michael adalah sebuah cerita tentang musnahnya kemanusiaan demi penegakan reputasi yang akan membuat mata kita berkaca-kaca. 

Quiet Haven
yang menjadi judul cerita keenam dan satu-satunya yang dikisahkan dari perspektif orang pertama dalam koleksi ini adalah sebuah panti jompo di luar batas kota Clanton, Ford County. Ke sanalah Gilbert Griffin -kemungkinan besar bukan nama asli- pergi menjalankan rencana yang telah disusunnya. Untuk tidak menonjolkan diri, Gilbert mengaku sebagai lulusan SMA, padahal ia lulus kuliah hanya tiga tahun dan menyelesaikan pascasarjana dalam waktu dua tahun. Alasannya pindah ke Clanton adalah karena putus cinta. Sebuah alasan yang kian memuluskan peluangnya bekerja di Quiet Haven. Tidak ada yang tahu kecuali dirinya sendiri, karena riwayat hidupnya yang tidak tercela, tujuan sebenarnya dari kedatangannya. Gilbert adalah tokoh antagonis kedua -setelah Mack Stafford- yang dimenangkan oleh pengarang dalam koleksi cerita ini. Seorang pria licik dengan riwayat kejahatan tersimpan rapi yang mampu memanfaatkan keadaan untuk keuntungan dirinya sendiri. 

Di Clanton, Ford County, Adrian Keane dianggap sebagai anak yang aneh karena perilaku homoseksualnya. Dengan orientasi seksualnya yang berbeda itu, ia mengalami penolakan, bahkan oleh keluarganya sendiri. Karena tidak tahan dengan situasi yang dihadapinya, Adrian pergi ke California. Keluarganya tidak ingin ia kembali dan selama bertahun-tahun membayarnya untuk menjauh. Belakangan, ia tidak diakui lagi sebagai anggota keluarga dan disingkirkan dari surat wasiat ayahnya. Bertahun-tahun kemudian -tahun 1989- Adrian pulang kampung dan menciptakan badai gosip di seluruh penjuru Clanton. Saat itu AIDS dan penularannya belum diketahui banyak orang, sehingga tidak mengherankan jika Adrian yang mengidap AIDS menghadapi penolakan yang sengit. Keluarganya pun tidak ingin menampungnya di rumah mereka. Ia diungsikan ke sebuah rumah milik keluarga di bagian kota yang dihuni orang-orang kulit hitam. Rumah itu sedang disewa dan dihuni Emporia Nester, perawan tua kulit hitam. Sebuah pengaturan ditetapkan bahwa setelah Adrian meninggal, rumah itu akan menjadi milik Emporia. 


Seperti yang diinginkan keluarganya, Adrian memang meninggal di rumah itu. Ia bahkan mempercepat kematian dan mengatur apa yang akan dilakukan terhadap jenasahnya. Karena ia tahu, setelah meninggal pun, ia akan tetap ditolak di kampung halamannya. Tapi sebelum kematiannya, ia menemukan persahabatan yang membuat hari-hari terakhir kehidupannya menjadi lebih mudah dan terasa menyenangkan. Persahabatan yang ditawarkan Emporia, si baik hati yang membocorkan kepada Adrian rahasia pribadi yang disembunyikan sepanjang hidupnya dari orang lain. Rahasia yang kemungkinan besar membuat Emporia benar-benar bisa memahami Adrian. Dalam kepedihan yang mendominasi kisah ini, kita merasakan sakitnya berbeda dan ditolak. Ada yang mencoba menantang kehidupan dengan mengungkapkan pada dunia keberbedaannya, ada juga yang menyimpan rapat-rapat karena takut ditolak. Adrian, karakter dalam cerita Anak yang Aneh (Funny Boy) ini memilih yang pertama, dan mau tidak mau ia mesti menghadapi konsekuensi dari pilihan hidupnya.  

Grisham, dalam koleksi ceritanya ini, meneguhkan kepiawaiannya sebagai pencipta kisah-kisah memikat dengan karakter-karakter yang mencuri perhatian. Ia membuktikan pula, bahwa ia mampu menyentuh hati pembaca, tidak hanya mengandalkan kisah-kisah dari dunia hukum, tapi juga dari dunia di luar dunia hukum. 

Dalam kariernya sebagai pengarang, Grisham yang dikenal sebagai salah satu dari tiga pengarang -dua lainnya Tom Clancy dan J. K. Rowling- yang bisa menjual dua juta kopi buku pada cetakan pertama, telah menerbitkan sejumlah novel, koleksi cerita, dan karya nonfiksi. Ia mengaku membutuhkan waktu enam bulan untuk menulis sebuah buku.
Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan