Showing posts with label The Lorien Legacies. Show all posts
Showing posts with label The Lorien Legacies. Show all posts
07 July 2014

The Fall of Five



Judul Buku: The Fall of Five
Pengarang; Pittacus Lore
Penerjemah: Nur Aini
Tebal: 452 halaman
Cetakan: 1, Februari 2014
Penerbit: Mizan Fantasi





Setelah pertarungan melawan Mogadorian dengan pemimpinnya, Setrákus Ra, di New Mexico, para Garde berkumpul di apartemen mewah Nomor Sembilan di John Hancock Center, Chicago. Di sana mereka berlatih untuk menghadapi pertarungan selanjutnya. Hal pertama yang akan mereka lakukan adalah mengumpulkan kekuatan, dan itu berarti menemukan Nomor Lima, Garde yang belum mereka kenal.

Mereka menemukan Nomor Lima di Fouke, Arkansas. Nomor Lima ternyata bukanlah seorang gadis seperti yang disangka Marina (Nomor Tujuh) atau Henri (Cêpan Nomor Empat). Nomor Lima adalah seorang pemuda bertubuh gempal yang memiliki Pusaka bisa terbang dan meniru sifat dari benda apa pun yang dipegangnya (Externa). Ia tidak menyenangkan dan mudah tersulut emosinya dengan keblakblakan Nomor Sembilan yang berengsek.

Sementara para Garde berlatih, Ella belum bisa melepaskan diri dari mimpi-mimpi buruknya yang mendatanginya sesudah pertarungan di New Mexico. Ia mendapatkan visi apa yang akan terjadi di masa depan, hal yang menimbulkan ketakutan dalam dirinya. Sewaktu bertarung dengan Setrákus Ra, John menduga Ella mendapatkan Pusaka baru. Ella mampu menyakiti Setrákus dengan potongan besi yang dilemparkannya pada pemimpin Mogadorian tersebut dan mengaktifkan kembali Pusaka para Garde. Tapi, sebuah keanehan terjadi. Ketika suatu kali Ella mencengkeram pergelangan tangan John, pemuda itu terpuruk ke dalam ketidaksadaran. Itulah yang menyebabkan John tidak bisa ikut ke Everglades untuk mengambil peti Loric Nomor Lima. Untunglah selain Sarah, ada Sam dan ayahnya, Malcolm Goode, yang bisa mengawasi Ella dan John sementara para Garde yang lain pergi.

Sebelumnya, Sam dan Malcolm telah bebas dari tawanan Setrákus Ra. Bukan Garde yang membebaskan Sam dan Malcolm. Adamus Sutekh, putra seorang jenderal Mogadorian, yang datang membebaskan Malcolm. Setelah itu, keduanya pergi membebaskan Sam. Sayangnya, Sam dan Malcolm terpisah dari Adam. Saat pergi ke Arkansas begitu menemukan pesan daring Nomor Lima, Sam dan Malcolm bertemu dengan para Garde yang datang mencari Nomor Lima.

Sesudah Jobie Hughes hengkang dari proyek penulisan seri The Lorien Legacies ada keraguan dalam benak saya pada kelanjutan kisah para Garde. Bisakah penerusnya melanjutkan kisah yang diawali Hughes, tidak menyebabkan inkonsistensi, dan mampu menghasilkan kisah yang menumbuhkan kepenasaranan pembaca? The Fall of Five menjadi salah satu bukti kalau penerusnya berhasil. Kisah para Garde berlanjut, tidak ada inkonsistensi karakterisasi, dan kita semakin terdorong untuk mengikuti perjuangan mereka. Apakah para Garde bisa menaklukkan keangkaramurkaan Setrákus Ra dan membangkitkan kembali Lorien? The Fall of Five memang belum memberikan jawaban. Tapi ada optimisme akan kebangkitan kembali Lorien dengan terasahnya kemampuan para Garde dan keberadaan peti Loric mereka yang menyimpan Batu Phoenix yang diambil dari jantung Lorien. "Saat dikembalikan ke planet kalian, benda itu akan memacu ekosistem. Aku yakin saat ini kalian masing-masing memiliki peralatan yang dapat menghidupkan kembali planet kalian," kata Malcolm (hlm. 199). Pengungkapan Malcolm mengenai misteri peti Loric milik para Garde melahirkan gagasan untuk mengambil peti Loric Nomor Lima di Everglades, Florida. Gagasan yang berakhir menjadi salah satu petaka  dalam sejarah perjuangan para Garde. 

Sejak awal, kita sudah disuguhi ketegangan, yang sedikit demi sedikit mengalami ekskalasi hingga mencapai kulminasinya di penghujung novel ini. Mengapa para Mogadorian seakan-akan tidak mengalami kesukaran untuk menemukan para Garde dan menciptakan ketegangan? Ada pengkhianat, itulah sebabnya. Salah satu dari Garde berkhianat, dan pengkhianatannya akan membuat satu Garde yang lain menemui ajalnya. Setelah berada di Bumi, ternyata, tidak semua Garde memiliki optimisme akan perjuangan dan kebangkitan kembali Lorien. Pengungkapan yang dramatis, yang mungkin sebelumnya, tidak pernah terpikirkan.

Untuk pertama kalinya, Adamus Sutekh atau Adam, diperkenalkan dalam seri The Lorien Legacies (bukan The Lost Files). Kemunculannya menimbulkan paranoia dalam diri para Garde, tapi Adam mempunyai alasan sendiri memihak mereka. Seberapa besar peranannya dalam membantu para Garde, masih menjadi tanda tanya.

Bagian yang paling mencetus rasa penasaran mungkin terkait dengan Ella. Misteri yang menyelubungi kehidupannya memang telah diungkapkan, tapi belum sepenuhnya. Mengapa mimpi-mimpi buruk itu mengunjunginya? Mengapa ia sanggup menyakiti Setrakus Ra? Mengapa pula dengan mencengkeram pergelangan tangan ia mampu memingsankan John? Kita perlu bersabar menunggu pengungkapan seutuhnya misteri kehidupan Ella dalam novel berikutnya.

Menjawab pertanyaan yang timbul saat membaca novel-novel The Lorien Legacies sebelumnya mengenai penampilan Mogadorian, melalui Malcolm Goode diungkapkan ada 2 jenis Mogadorian: Mogadorian-biakan (vatborn) dan Mogadorian-sejati (Trueborn). Mogadorian-biakan dibentuk melalui teknik rekayasa genetika, dikembangbiakkan hanya untuk membunuh, mudah dibedakan dari manusia karena buruk rupa, dan merupakan jenis prajurit Mogadorian yang bisa dibuang begitu saja. Mogadorian-sejati adalah mereka yang memegang kekuasaan dan berpenampilan seperti Adamus Sutekh.

Tetap saja ada yang mengganjal mengenai Pittacus Lore. Membaca Surat dari Tetua Lorien (buku pertama, I am Number Four) kita mendapat informasi tetua terkuat Lorien ini masih hidup, dan dialah yang menyampaikan kisah para Garde dalam The Lorien Legacies. Ia pernah disebutkan sedang bersembunyi di Bumi untuk mempersiapkan pertempuran melawan Mogadorian. Tapi dalam novel ini terungkap jika Pittacus Lore sudah mati. Ia tiba di Bumi dan meminta pertolongan Malcolm dalam keadaan terluka. Kalau Pittacus Lore sudah mati, mengapa nama pengarang (Pittacus Lore) tidak diubah?

Ada romansa yang dimunculkan dan lebih terasa dibandingkan novel-novel sebelumnya. Kemunculan kembali Sarah mau tidak mau menciptakan kecanggungan dalam hubungan John dengan Nomor Enam. Bagaimanapun, John pernah mencium Nomor Enam dan tampaknya Nomor Enam menyukainya. Untunglah Sam muncul kembali juga sehingga John seakan-akan mendapatkan solusi bagi cinta segitiganya. Sam sangat menyukai Nomor Enam dan John mengarahkannya kepada Nomor Enam. Selain itu, ada hubungan manis yang berkembang di antara Marina (Nomor Tujuh) dan Nomor Delapan. Salah satu dari romansa tersebut akan berakhir menyedihkan.

Novel ini dilengkapi dengan The Lost Files. The Last Days of Lorien, The Search for Sam, dan The Forgotten Ones. Ketiganya merupakan prekuel yang menjadi pelengkap bagi kisah utama dalam The Lorien Legacies. Hanya saja, judul ketiga The Lost Files ini bisa dibilang menyesatkan karena tidak sesuai dengan isi ceritanya.

Menyusul The Fall of Five, kita akan mengikuti petualangan para Garde dalam sekuel berjudul The Revenge of Seven. Novel ini direncanakan akan terbit pada bulan Agustus 2014. 


13 June 2013

The Rise of Nine




Judul Buku: The Rise of Nine
Pengarang: Pittacus Lore
Penerjemah: Nur Aini
Tebal: 404 halaman
Cetakan: 1, April 2013
Penerbit: Mizan Fantasi








Jobie Hughes, penulis bayangan yang bersama James Frey menggunakan pseudonim Pittacus Lore, telah hengkang dari proyek The Lorien Legacies. Hughes hanya menulis dua buku pertama dari serial yang awalnya direncanakan akan terdiri dari empat buku. Hengkangnya Hughes dari proyek ini memang kontroversial karena menyusul terungkapnya kontrak merugikan yang ditandatanganinya dengan penerbit Full Fathom Five yang didirikan James Frey. Hughes-lah yang menulis kedua buku pertama sedangkan Frey hanya sekadar memberikan gagasan. Untuk melanjutkan proyek The Lorien Legacies, Frey merekrut penulis bayangan lain yang tidak dikenal. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh penulis baru adalah mempertahankan konsistensi dan menetapkan arah baru bagi perguliran kisah para Garde. Apalagi kabarnya, akhirnya The Lorien Legacies akan menjadi enam buku. 

Meskipun Nomor Sembilan dimaktubkan dalam judul, sesungguhnya ia tidak menjadi sentral kisah dalam novel ini. Bahkan ia tidak menjadi narator orang pertama seperti ketika Nomor Empat (I am Number Four) dan Nomor Enam (The Power of Six) disematkan dalam judul. Kali ini, pengarang memilih tiga Garde yaitu Nomor Empat, Nomor Enam, dan Nomor Tujuh sebagai narator orang pertama. 

Sampai di buku kedua, The Power of Six, telah dimunculkan lima Garde yakni Nomor Empat (John Smith), Nomor Enam, Nomor Tujuh (Marina), Nomor Sembilan, dan Nomor Sepuluh (Ella). Karena ternyata ada sepuluh Garde yang datang dari Lorien, dengan kematian tiga Garde pertama, berarti yang belum muncul adalah Nomor Lima dan Nomor Delapan. Sebagaimana diungkapkan dalam buku kedua, mantra yang melindungi para Garde sehingga mereka hanya bisa dibunuh sesuai urutan telah dipatahkan. Oleh karena itu mereka perlu bersatu dan menggalang kekuatan untuk menghadapi pasukan Mogadorian dengan pemimpinnya, Setrákus Ra. 

Kesepuluh Garde mewarisi kemampuan sepuluh Tetua Lorien. Salah satu dari mereka mewarisi Pusaka Pittacus Lore, yang mampu terhubung dengan Setrákus Ra dan mengalahkan Mogadorian. Karena sejak awal dikisahkan Nomor Empat bisa melihat visi atau mimpi berhubungan dengan Setrákus Ra, dia mempertimbangkan dirinya sebagai pewaris Pusaka Pittacus Lore. Tapi ternyata bukan hanya dirinya yang bisa terhubung dengan Setrákus Ra.

Bersama Marina, Ella, dan Crayton -Cêpan (tidak resmi) Ella- Nomor Enam pergi ke India untuk menemukan seorang anak laki-laki yang dipercaya Crayton sebagai salah satu Garde. Anak laki-laki itu memiliki kekuatan luar biasa. Ia bisa mengubah wujudnya menjadi hewan atau makhluk lain dan diyakini sebagian pemercayanya sebagai reinkarnasi Wisnu, salah satu dewa Hindu. Crayton meyakini kalau anak itu memiliki semua Pusaka yang dapat melawan Mogadorian dan membunuh Setrákus Ra. Dengan kata lain, ia mewarisi Pusaka Pittacus Lore. Anak laki-laki itu memang salah satu Garde yaitu Nomor Delapan (Joseph/Naveen). Ia pun telah kehilangan Cêpan-nya dan bertahan hidup di wilayah pegunungan Himalaya. Karena seperti Nomor Empat ia pun bisa terhubung dengan Setrákus Ra, siapa Garde yang mewarisi semua Pusaka Pittacus Lore belum bisa dipastikan. (Kisah Nomor Delapan setelah Cêpan-nya, Reynolds, tewas dibunuh dan pertemuannya dengan Devdan, bisa dibaca dalam cerpen Eight's Origin).  

Sementara ketiga Garde perempuan dan Crayton menjumpai Nomor Delapan, Nomor Empat melanjutkan perjalanan melintasi Amerika Serikat bersama Nomor Sembilan. Dalam The Power of Six, Nomor Empat dan Nomor Enam berpisah karena Nomor Enam hendak bergabung dengan Garde di Spanyol sedangkan Nomor Empat ingin menemukan peti Loric-nya. Nomor Empat pergi ke gua Mogadorian di West Virginia dengan Sam, tapi setelah mendapatkan peti Loric-nya dan membebaskan Nomor Sembilan yang ditahan di sana, Sam malah menjadi tawanan Mogadorian. 

Berbeda dengan Nomor Empat, Nomor Sembilan tidak peduli dengan keselamatan Bumi, tempat ia bersembunyi dari Mogadorian. Kemungkinan sikap ini disebabkan pengkhianatan manusia yang menewaskan Sandor, Cêpan-nya. Itulah sebabnya, ia pun tidak bersepakat dengan Nomor Empat yang ingin kembali ke gua Mogadorian untuk menyelamatkan Sam. Tapi sesungguhnya, Nomor Sembilan yang berperilaku usil dan mengesalkan tidak sepenuhnya buruk. Terkadang, ia mau membela manusia jika ditindas manusia lain. Secara kemampuan, Nomor Sembilan pun bisa mengatasi Nomor Empat. Meskipun tidak sependapat, Nomor Empat mengikuti Nomor Sembilan ke Chicago, untuk menjenguk tempat ia dibesarkan dan menjalani kehidupan berbeda dengan kehidupan Nomor Empat dan Henri, Cêpan-nya. 

Dalam perjalanan kedua kelompok Garde itu, mereka tidak bisa membebaskan diri dari Mogadorian. Di Himalaya, Mogadorian memaksa Nomor Delapan memanfaatkan Pusakanya yang lain yaitu melakukan teleportasi. Sementara di Amerika, Nomor Empat dan Nomor Sembilan harus menghadapi FBI yang bersekongkol dengan Mogadorian. Pada akhirnya, mereka harus bertemu dan bersatu menghadapi Mogadorian dan pemimpinnya, Setrákus Ra. Mereka mempertaruhkan nyawa dan menyaksikan dalam kondisi kritis, ternyata ada Pusaka lain yang bermunculan.

Di pegunungan Himalaya ada serangkaian ramalan yang diukirkan di sebuah gua mengenai perjuangan para Garde melawan Mogadorian. Apa yang termaktub di sana, sampai saat ditemukan, benar-benar telah terjadi. Ukiran itu pun mengungkapkan bahwa salah satu dari Garde akan mengalami kematian. Nomor Delapan telah merusak ukiran itu karena dirinyalah yang diramalkan akan menjadi korban Mogadorian berikutnya.

Benarkah demikian? 

Hingga buku ketiga dari The Lorien Legacies ini dituntaskan, Nomor Lima belum dimunculkan. Kehadirannya cuma terdeteksi menggunakan tujuh bola yang membentuk sistem tatasurya Lorien dari peti Loric milik Nomor Empat. Ia sedang berada di Amerika Selatan, dan terakhir terdeteksi berada di Jamaika. Identitas dan Pusaka yang dimilikinya masih menjadi pertanyaan. Mungkinkah dirinya yang mewarisi semua Pusaka Pittacus Lore, mengingat tersisa dirinya Garde yang belum dimunculkan? Kalau benar apa yang disampaikan Marina di bagian awal The Power of Six, Nomor Lima adalah seorang perempuan. Ia adalah gadis di Argentina yang menyelamatkan seorang lelaki yang tertimpa lempeng beton seberat lima ton karena gempa (edisi Indonesia, hlm. 10).

Salah satu dari sepuluh Garde mewarisi semua Pusaka Pittacus Lore. Warisan ini mampu mengalahkan Setrákus Ra. Pengungkapan ini membuat saya bertanya-tanya seperti saat membaca I am Number Four: mengapa harus para Garde dan bukan Pittacus Lore sendiri yang menghadapi dan mengalahkan Setrákus Ra, kalau ia punya kemampuan luar biasa? Dalam I am Number Four disebutkan kalau Pittacus Lore masih hidup dan sedang berada di Bumi untuk mempersiapkan pertempuran yang akan menentukan nasib Bumi. Di mana Tetua ini bersembunyi dan membiarkan para Garde diburu, dibunuh, dan babak belur menghadapi para Mogadorian? 

Nomor Sepuluh masih menimbulkan pertanyaan karena sampai kemunculan keduanya dalam serial ini belum menunjukkan peran yang signifikan. Seharusnya ada alasan besar yang membuat pengarang memutuskan kemunculannya dan mengubah jumlah Garde dari sembilan menjadi sepuluh. Mungkinkah kemunculan Ella akan berpengaruh terhadap eksistensi Garde lain?

Sejak awal, The Rise of Nine telah memberikan janji adanya kisah petualangan seru yang menegangkan. Sesampai di India, ketiga Garde perempuan dan Cêpan terakhir, segera menjadi target penyerbuan dan mau tidak mau terlibat dalam pertempuran. Padahal yang mereka hadapi bukanlah Mogadorian. Perjalanan mereka selanjutnya diliputi ketegangan karena jejak-jejak Mogadorian telah tertinggal di India. Pertempuran yang seru terjadi setelah para Garde bersatu padu melawan Setrákus Ra dan para Mogadorian. Kita akan dilibas pertanyaan: siapakah di antara Garde yang akan menyusul tiga Garde pertama? Pertempuran di penghujung novel cukup mendebarkan tapi belum terlalu memuaskan. Meski kekuatan para Garde makin meningkat, mereka belum cukup mampu mengalahkan kaum Mogadorian. Mereka perlu menggembleng Pusaka dan memadukannya untuk melawan Mogadorian. Masalahnya, belum semua Garde dimunculkan. Mengingat The Lorien Legacies masih jauh dari final, ada harapan ditetaskannya kisah-kisah lebih seru, menegangkan, dan memuaskan dalam sekuel berikutnya. 

The Rise of Nine mengungkap sedikit mengenai tiga Garde pertama yang telah tewas. Ternyata, Nomor Satu dan Nomor Dua adalah Garde perempuan. Sedangkan Nomor Tiga yang dibunuh Mogadorian di bagian awal I am Number Four adalah seorang anak laki-laki. Dalam I am Number Four, Nomor Tiga dibunuh di Kongo, tapi pada sampul belakang The Power of Six disebutkan di Kenya. Inkonsistesi ini berlanjut dalam kisah pelengkapnya, The Lost Files: The Fallen Legacies. Untuk mengetahui apa yang terjadi pada ketiga Garde yang telah tewas, disarankan untuk membaca The Lost Files: The Fallen Legacies dan The Lost Files: The Search for Sam. Di dalam kedua kisah pelengkap itu, kita akan mengikuti perjalanan Adamus Sutekh, anak jenderal Mogadorian yang menyaksikan kematian Nomor Satu dan memasuki benak sang Garde yang telah tewas. Nomor Satu akan memindahkan pusakanya kepada Adamus yang memampukannya menyelamatkan Sam dan ayahnya, Malcom Goode.

Menyusul The Rise of Nine, buku keempat The Lorien Legacies (tidak dihitung The Lost Files) yang berjudul The Fall of Five akan beredar mulai 27 Agustus 2013. Rasanya tidak sabar lagi untuk mengetahui jati diri dan Pusaka yang dimiliki Nomor Lima. Sambil berharap, keraguan yang masih muncul selama membaca buku ketiga dari The Lorien Legacies ini bisa dihilangkan.







Simak blurb dari Goodreads.com di bawah ini:


The Garde are finally reunited, but do they have what it takes to win the war against the Mogadorians?

John Smith—Number Four—thought that things would change once the Garde found each other. They would stop running. They would fight the Mogadorians. And they would win.

But he was wrong. After facing off with the Mogadorian ruler and almost being annihilated, the Garde know they are drastically unprepared and hopelessly outgunned. Now they’re hiding out in Nine’s Chicago penthouse, trying to figure out their next move.

The six of them are powerful, but they’re not strong enough yet to take on an entire army—even with the return of an old ally. To defeat their enemy, the Garde must master their Legacies and learn to work together as a team. More importantly, they’ll have to discover the truth about the Elders and their plan for the Loric survivors.

And when the Garde receive a sign from Number Five—a crop circle in the shape of a Loric symbol—they know they are so close to being reunited. But could it be a trap? Time is running out, and the only thing they know for certain is that they have to get to Five before it’s too late.

The Garde may have lost battles, but they will not lose this war.

Lorien will rise again.



Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan