15 April 2012

The Power of Six


Judul Buku: The Power of Six
Penulis: Pittacus Lore
Penerjemah: Nur Aini
Tebal: 427 halaman
Cetakan: 1, November 2011
Penerbit: Mizan Fantasi


 




Mereka siap bertarung. Mau tidak mau. Nomor Satu ditangkap di Malaysia. Nomor Dua di Inggris. Nomor Tiga di Kenya. Mereka mencoba menangkap Nomor Empat di Ohio, tapi gagal. Nomor Enam mendatangi Nomor Empat dan bekerja sama melawan para Mogadorian. Dalam perlawanan yang sengit, keduanya tidak bisa mengabaikan Sam Goode, sahabat Nomor Empat, dan Bernie Kosar, Chimæra yang mendampingi Nomor Empat.

Nomor Empat, yang sedang menyandang nama John Smith, meninggalkan Paradise, Ohio, bersama Nomor Enam dan Sam Goode. Tujuan utama mereka adalah berkumpul dengan Garde yang lain untuk membalas kekalahan Lorien. Baik John maupun Nomor Enam, telah ditinggal mati Cêpan atau pelindung mereka.

Kekacauan yang terjadi di Paradise berakhir pada ditetapkannya status John (dan Henri) sebagai buronan karena disangka teroris. Hal ini semakin membuat berat perjalanan tiga sekawan ini. Karena, Mogadorian pun bisa muncul sewaktu-waktu tanpa diprediksi sebelumnya.

Selama perjalanan John dan Nomor Enam terus melatih Pusaka mereka. Keduanya sama-sama memiliki kemampuan telekinesis. John yang Pusaka utamanya belum muncul, juga sudah memiliki Pusaka Lumen dan berkomunikasi dengan binatang. Sedangkan Nomor Enam dianugerahi Pusaka paling langka dari bangsa Lorien yaitu membuat dirinya tidak kasatmata. Nomor Enam kian dahsyat karena ia pun mampu mengontrol dan memanipulasi cuaca. Setiap kali memanipulasi cuaca, di awan akan muncul seraut wajah laki-laki berusia sembilan puluh tahunan.

Seiring perjalanan mereka, John kembali mendapatkan berbagai penglihatan. Sebelumnya, John mampu melihat Lorien sebelum dan pada saat invasi Mogadorian. Kali ini, ia mendapatkan penglihatan terkait Mogadorian. Dari penglihatan, John mengetahui kalau binatang-binatang buas yang menyerang mereka di Paradise adalah piken dan kraul. Dari penglihatannya pula, ia mengetahui jati diri pemimpin Mogadorian.

Pada saat bersamaan, di Santa Teresa, Spanyol, Nomor Tujuh merasakan kebutuhan mendesak untuk bertemu Garde lain yang masih hidup. Selain memiliki kemampuan telekinesis, Marina –nama Nomor Tujuh saat ini- mampu melihat dalam gelap, bernapas dalam air, berlari sangat kencang, dan menyembuhkan makhluk hidup yang sakit atau terluka.

Berkebalikan dengan Marina yang sangat sadar siapa dirinya, Adelina, Cêpannya, sudah meragukan apa yang mereka perjuangkan. Setelah tinggal di biara, Adelina ingin menjalani hidup untuk membantu manusia dengan doa dan pelayanan. Tapi Marina tidak bisa menerima. Apalagi suatu hari, ia melihat kemunculan seorang laki-laki yang diduganya sebagai Mogadorian di Santa Teresa. Tekadnya pun kian menggelegak, ia harus meninggalkan Santa Teresa dan berjumpa Garde lain. Meninggalkan Santa Teresa saat ini, berarti juga membawa pergi Ella, gadis cilik yang belum lama tinggal di biara.

The Power of Six adalah buku kedua dari The Lorien Legacies yang ditulis pengarang berpseudonim Pittacus Lore. Sebenarnya, kendati mengetengahkan Nomor Enam dalam judul, buku ini tidak hanya berfokus pada Nomor Enam. Jika dalam buku pertama, I Am Number Four, John Smith adalah narator tunggal, kali ini John berbagi dengan Marina. Karena kedua narator sama-sama sedang diburu Mogadorian, cerita dalam buku ini berkembang lebih seru dibandingkan buku pertama. Secara bergantian, kita akan mengikuti perjalanan kedua karakter, dibantu teman-teman mereka, bertarung melawan Mogadorian dalam aksi yang kian mendebarkan. Pertarungan ini menyadarkan mereka pada perubahan situasi. Mantra pelindung yang dimeteraikan Tetua terakhir Loridas, telah dipatahkan. 

Dalam buku ini pengarang mengungkapkan bahwa sebenarnya ada sepuluh Garde yang datang ke Bumi. Hanya saja, salah satu Garde belum mempunyai Cêpan. Selain Nomor Tujuh, kita juga akan mengenal dua Garde lain. Yang satu memiliki kemampuan antigravitasi, berpendengaran super, dan mampu memindahkan kekuatannya kepada manusia. Lainnya, belum muncul Pusakanya, tapi sudah memiliki kemampuan mengubah usia, menjadi lebih tua atau lebih muda.

Diungkapkan pula bahwa saat tiba di Bumi sepuluh tahun silam, ada sembilan manusia sekutu Loric yang menjemput mereka. Para sekutu Loric ini memberi mereka pedoman mengenai budaya dan mencarikan rumah pertama untuk mereka tempati. John akan mengetahui siapa sekutu Loric-nya dalam buku ini.

Pengarang juga memberi tahu kita bagaimana para Mogadorian bisa berbaur di Bumi. Ternyata tidak semua mereka berpenampilan seram dengan kulit sangat putih serta gigi dan mata yang berbeda. Hanya pengintai dan prajuritlah yang berpenampilan seram.  Mogadorian lain tampak seperti manusia biasa.

Ada hal yang mengundang pertanyaan dalam buku ini. Di buku pertama, dalam bagian “Surat dari Tetua Lorien” Pittacus Lore mengatakan kalau jarak Lorien dari Bumi 50 juta km (Edisi Indonesia, hlm. 489). Di buku ini, ketika John Smith diinterogasi Detektif Murphy (hlm. 319), ia mengatakan kalau jarak Lorien dari Bumi 480 juta km. Jadi, mana yang betul?

Edisi Indonesia The Power of Six dilengkapi bonus The Lost Files: Six’s Legacy. Di bagian ini, kita akan mengetahui kehidupan Nomor Enam sebelum bertemu dengan Nomor Empat. Kabarnya, setelah dokumentasi kehidupan yang hilang dari Nomor Enam, akan muncul juga dokumentasi kehidupan tiga Grade yang telah dibunuh (The Lost Files: The Fallen Legacies) dan Nomor Sembilan (The Lost Files: Nine’s Legacy).
 

Website Jobie Hughes (saat tulisan ini dibuat)
Jika Anda membaca dalam website Jobie Hughes, di sana Anda akan membaca dalam biografi singkatnya ditulis: "He is the co-author of two previous novels, both of which were #1 New York Times Best Sellers and have sold over a million copies worldwide". Baik I Am Number Four maupun The Power of Six tidak disebutkan sebagai karyanya. Sesuai isi kontraknya dengan James Frey, ia memang kehilangan hak cipta atas karyanya. Padahal ia yang menulis kedua buku itu, dan James Frey hanya memberikan konsep cerita. 

Hughes melanggar kontrak dengan mengungkap keterlibatannya dalam proyek The Lorien Legacies kepada publik. Kontrak yang merugikan Hughes pun diketahui banyak orang. Merumitnya permasalahan kontrak ditambah frustrasinya Hughes karena tidak bisa menerbikan bukunya tanpa persetujuan Frey, berakhir dengan keminggatannya dari proyek ini. Buku ketiga, The Rise of Nine, yang akan diterbitkan tahun 2012 ini, tidak lagi melibatkannya. 

Dengan menggantung cerita para Garde di bagian pamungkas The Power of Six, pengarang berhasil memerangkap kita dalam keinginan untuk terus mengikuti sekuel buku ini. Tapi dengan minggatnya Hughes dari proyek The Lorien Legacies lanjutan cerita para Garde akan ditulis pengarang lain. Hal ini sudah pasti memunculkan pertanyaan: bagaimana pengarang sekuel mengembangkan karakter dan peristiwa yang telah diciptakan Hughes? Semoga saja, tidak muncul berbagai inkonsistensi pada dua buku terakhir. 

6 comments:

Putri Dheora said... Reply Comment

memarik sekali buku the power of six ,namun saya masih bingung apa hubungan dari sepuluh anak yang melarikan dari planet lorien.

saya juga masih menunggu bagaimana kelanjutan dari cerita,karena di buku iam number four diceritakan bahwa nomor 4 memiliki pusaka yang sangat hebat dan bagaimana dengan kotak loric yang dicuri oleh para mogodarian.

Jody said... Reply Comment

Putri, coba diliat review lainnya. Trims.

Februriyana Pirade said... Reply Comment

maaf mau nanya tertarik untuk dijual novelnya? kalau iya saya berminat beli krn skrg susah cari yang masi segel di toko buku, bisa hubungi saya: 085753571386

Unknown said... Reply Comment

sussaahh bingit, cari/beli yg "the power of six" &"the rise of nine"

znr art said... Reply Comment

Tolong kasih tahu ntuk memebeli buku the power of six ini dimana? karena saya sudah mencari kemana mana dan selalu habis.Toong di bantu yaa.

Terima Kasih

phypoesphyta said... Reply Comment

ada link ebook nya gag?? susah banget ii cari ebooknya...

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan