01 October 2013

ReMemoaré




Judul Buku: ReMemoaré
Pengarang: Agustina K. Dewi Iskandar
Penyunting: Anin Patrajuangga
Tebal: 202 halaman
Cetakan: 1, 2013
Penerbit: Grasindo




Sebulan lagi, Katarina dan Aldo akan melangsungkan pernikahan. Tapi suatu pagi, Katarina terjaga dari tidurnya dan menemukan dirinya telah menikah dengan Ardhin, mantan pacar yang kasar dan pemarah. Ardhin yang berprofesi sebagai spesialis bedah tentu saja tidak seperti Ardhin yang dulu dikenal Katarina. Ia telah menjadi seorang suami yang sempurna dan memberikan kehidupan bahagia kepada Katarina dan seorang anak laki-laki, Prama Aditya. Mereka telah menikah selama hampir tiga tahun, tinggal di Bali, dan Aldo hanya sebuah nama usang dalam benak Katarina yang kabur. Bahkan Olka dan Achmad, dua sahabat yang sering menghabiskan waktu bersama, menyatakan tidak mengenal Aldo yang dimaksud Katarina.

Apa sebenarnya yang telah terjadi? Mengapa ia tidak jadi menikah dengan Aldo? Mengapa ia tidak ingat telah menikah dengan Ardhin, hamil, dan melahirkan seorang anak laki-laki? Mengapa saat ia terbangun ia berada pada masa tiga tahun dari saat ia hendak menikah dengan Aldo? Katarina merasa asing dan aneh, terbangun dalam sebuah labirin, bertemu dengan orang-orang yang ia kenal tapi merasa sedang berada dalam kehidupan orang lain. 

Tidak ada hal lain yang diinginkan Katarina selain mengetahui apa sebenarnya yang telah terjadi dalam hidupnya. Dan saat kebenaran terungkap sepenuhnya, ia merasa tidak sanggup lagi melanjutkan kehidupannya saat ini, kehidupan pernikahannya dengan Ardhi. Sekalipun menurut Olka dan Achmad, sahabat-sahabatnya, pernikahannya dengan Ardhin adalah sebuah pernikahan yang bahagia. Baginya, Ardhin telah merampas kehidupannya. Keberadaan Prama pun seolah-olah sulit melunakkan kemarahannya.  

ReMemoaré, novel karya Agustina K. Dewi Iskandar, menjanjikan sebuah kisah enigmatis yang berpeluang membuat pembaca tidak bisa berhenti sebelum berhasil menamatkannya. Setelah Katarina terjaga dan menyadari kehidupannya telah berubah, kita dibuat penasaran untuk mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi. Saat semuanya terungkap kita terperangah dengan realitas pahit yang dialami Katarina. Sayangnya, rasa penasaran yang muncul tidak bertahan lama. Pengungkapan misteri yang meliputi kehidupan Katarina terlalu cepat dilakukan, dan dengan cara yang terlalu mudah. Katarina tidak membutuhkan waktu yang lama dan berbelit-belit. Ia tidak perlu melewati banyak intrik untuk memecahkan teka-teki kehidupannya. Konflik yang dimunculkan tidak berkembang untuk memanaskan situasi kendati peluangnya sebenarnya terbuka.  Alhasil, meskipun awalnya menjanjikan kisah yang mencekam, ReMemoaré berakhir sebagai novel melodrama kehidupan manusia, cinta, dan pernikahan yang dibalut dengan air mata, rasa kecewa dan amarah, serta kepasrahan. Tampaknya, pengarang memang tidak bermaksud membuat novelnya lebih dari itu.   

Meskipun apa yang terjadi dalam hidup Katarina tidak disimpan pengarang untuk dimunculkan sebagai kejutan di bagian pamungkas, mengungkapkannya di sini sungguh sangat berbahaya. Sebab, tanpa hal itu, saya rasa ReMemoaré tidak akan terlalu meninggalkan bekas setelah menamatkannya. Saat Katarina mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi, cerita menjadi tidak mendebarkan lagi kendati belum mencapai bagian pamungkas. 

Bagian ketiga yang merupakan penutup novel ini sebenarnya agak membosankan dibaca, tapi benar-benar menjadi pengunci seluruh kisah yang ada. Umpan yang diberikan pengarang pada bagian akhir dari bagian kedua  ternyata tidak berpengaruh pada akhir kisah. 

ReMemoaré adalah salah satu dari tiga Naskah Favorit yang menang dalam lomba PSA (Publisher Searching for Author) perdana yang diadakan Penerbit Grasindo. Saya suka judul-judul setiap bagian yang dipilih pengarang untuk menyimpulkan isi setiap bagian. Bagian pertama berjudul Aku Telah Bertemu Pasangan Sebelah Sayapku, dan Kami Siap Terbang Bersama, bagian kedua berjudul Tak Ada yang Abadi, dan bagian ketiga Tak Apa, Jika Aku Harus Menjadi Kura-Kura Raksasa. Saya juga suka dengan kebersihan novel ini dari kesalahan cetak yang mengganggu. 

Apa salahnya dengan kehidupan yang bukan kamu rencanakan sendiri kalau ternyata jadinya membawa kebahagiaan pada dirimu?  Begitulah yang ditanyakan Achmad pada Katarina (hlm. 158). Apakah Katarina akan mempertahankan kebahagiaan yang sempat dirasakannya dalam biduk pernikahannya bersama Ardhin? Ataukah ia harus meninggalkan Ardhin dan tidak memaafkan laki-laki itu untuk  selamanya karena telah mencurinya dari masa lalunya?

Lebih baik, Anda membaca sendiri novelnya.

 

5 comments:

Peri Hutan said... Reply Comment

mas tanya dong, wiged buat muter lagu kayak punyamu itu nyarinya dmn ya? hehehe makasih :)

Jody said... Reply Comment

Itu widget-nya Google Music, di-search aja.

Amaya Kim said... Reply Comment

Mas, ReMemoare ini nuansa psikiatri-nya kental nggak, Mas?

Jody said... Reply Comment

Nggak begitu kental, cuma untuk mengungkap apa yg menimpa Katarina saja.

Peri Hutan said... Reply Comment

@Jody:
udah aku cari tapi nggak ada :( nama widget-nya apa ya?

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan