13 June 2013

The Rise of Nine




Judul Buku: The Rise of Nine
Pengarang: Pittacus Lore
Penerjemah: Nur Aini
Tebal: 404 halaman
Cetakan: 1, April 2013
Penerbit: Mizan Fantasi








Jobie Hughes, penulis bayangan yang bersama James Frey menggunakan pseudonim Pittacus Lore, telah hengkang dari proyek The Lorien Legacies. Hughes hanya menulis dua buku pertama dari serial yang awalnya direncanakan akan terdiri dari empat buku. Hengkangnya Hughes dari proyek ini memang kontroversial karena menyusul terungkapnya kontrak merugikan yang ditandatanganinya dengan penerbit Full Fathom Five yang didirikan James Frey. Hughes-lah yang menulis kedua buku pertama sedangkan Frey hanya sekadar memberikan gagasan. Untuk melanjutkan proyek The Lorien Legacies, Frey merekrut penulis bayangan lain yang tidak dikenal. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh penulis baru adalah mempertahankan konsistensi dan menetapkan arah baru bagi perguliran kisah para Garde. Apalagi kabarnya, akhirnya The Lorien Legacies akan menjadi enam buku. 

Meskipun Nomor Sembilan dimaktubkan dalam judul, sesungguhnya ia tidak menjadi sentral kisah dalam novel ini. Bahkan ia tidak menjadi narator orang pertama seperti ketika Nomor Empat (I am Number Four) dan Nomor Enam (The Power of Six) disematkan dalam judul. Kali ini, pengarang memilih tiga Garde yaitu Nomor Empat, Nomor Enam, dan Nomor Tujuh sebagai narator orang pertama. 

Sampai di buku kedua, The Power of Six, telah dimunculkan lima Garde yakni Nomor Empat (John Smith), Nomor Enam, Nomor Tujuh (Marina), Nomor Sembilan, dan Nomor Sepuluh (Ella). Karena ternyata ada sepuluh Garde yang datang dari Lorien, dengan kematian tiga Garde pertama, berarti yang belum muncul adalah Nomor Lima dan Nomor Delapan. Sebagaimana diungkapkan dalam buku kedua, mantra yang melindungi para Garde sehingga mereka hanya bisa dibunuh sesuai urutan telah dipatahkan. Oleh karena itu mereka perlu bersatu dan menggalang kekuatan untuk menghadapi pasukan Mogadorian dengan pemimpinnya, Setrákus Ra. 

Kesepuluh Garde mewarisi kemampuan sepuluh Tetua Lorien. Salah satu dari mereka mewarisi Pusaka Pittacus Lore, yang mampu terhubung dengan Setrákus Ra dan mengalahkan Mogadorian. Karena sejak awal dikisahkan Nomor Empat bisa melihat visi atau mimpi berhubungan dengan Setrákus Ra, dia mempertimbangkan dirinya sebagai pewaris Pusaka Pittacus Lore. Tapi ternyata bukan hanya dirinya yang bisa terhubung dengan Setrákus Ra.

Bersama Marina, Ella, dan Crayton -Cêpan (tidak resmi) Ella- Nomor Enam pergi ke India untuk menemukan seorang anak laki-laki yang dipercaya Crayton sebagai salah satu Garde. Anak laki-laki itu memiliki kekuatan luar biasa. Ia bisa mengubah wujudnya menjadi hewan atau makhluk lain dan diyakini sebagian pemercayanya sebagai reinkarnasi Wisnu, salah satu dewa Hindu. Crayton meyakini kalau anak itu memiliki semua Pusaka yang dapat melawan Mogadorian dan membunuh Setrákus Ra. Dengan kata lain, ia mewarisi Pusaka Pittacus Lore. Anak laki-laki itu memang salah satu Garde yaitu Nomor Delapan (Joseph/Naveen). Ia pun telah kehilangan Cêpan-nya dan bertahan hidup di wilayah pegunungan Himalaya. Karena seperti Nomor Empat ia pun bisa terhubung dengan Setrákus Ra, siapa Garde yang mewarisi semua Pusaka Pittacus Lore belum bisa dipastikan. (Kisah Nomor Delapan setelah Cêpan-nya, Reynolds, tewas dibunuh dan pertemuannya dengan Devdan, bisa dibaca dalam cerpen Eight's Origin).  

Sementara ketiga Garde perempuan dan Crayton menjumpai Nomor Delapan, Nomor Empat melanjutkan perjalanan melintasi Amerika Serikat bersama Nomor Sembilan. Dalam The Power of Six, Nomor Empat dan Nomor Enam berpisah karena Nomor Enam hendak bergabung dengan Garde di Spanyol sedangkan Nomor Empat ingin menemukan peti Loric-nya. Nomor Empat pergi ke gua Mogadorian di West Virginia dengan Sam, tapi setelah mendapatkan peti Loric-nya dan membebaskan Nomor Sembilan yang ditahan di sana, Sam malah menjadi tawanan Mogadorian. 

Berbeda dengan Nomor Empat, Nomor Sembilan tidak peduli dengan keselamatan Bumi, tempat ia bersembunyi dari Mogadorian. Kemungkinan sikap ini disebabkan pengkhianatan manusia yang menewaskan Sandor, Cêpan-nya. Itulah sebabnya, ia pun tidak bersepakat dengan Nomor Empat yang ingin kembali ke gua Mogadorian untuk menyelamatkan Sam. Tapi sesungguhnya, Nomor Sembilan yang berperilaku usil dan mengesalkan tidak sepenuhnya buruk. Terkadang, ia mau membela manusia jika ditindas manusia lain. Secara kemampuan, Nomor Sembilan pun bisa mengatasi Nomor Empat. Meskipun tidak sependapat, Nomor Empat mengikuti Nomor Sembilan ke Chicago, untuk menjenguk tempat ia dibesarkan dan menjalani kehidupan berbeda dengan kehidupan Nomor Empat dan Henri, Cêpan-nya. 

Dalam perjalanan kedua kelompok Garde itu, mereka tidak bisa membebaskan diri dari Mogadorian. Di Himalaya, Mogadorian memaksa Nomor Delapan memanfaatkan Pusakanya yang lain yaitu melakukan teleportasi. Sementara di Amerika, Nomor Empat dan Nomor Sembilan harus menghadapi FBI yang bersekongkol dengan Mogadorian. Pada akhirnya, mereka harus bertemu dan bersatu menghadapi Mogadorian dan pemimpinnya, Setrákus Ra. Mereka mempertaruhkan nyawa dan menyaksikan dalam kondisi kritis, ternyata ada Pusaka lain yang bermunculan.

Di pegunungan Himalaya ada serangkaian ramalan yang diukirkan di sebuah gua mengenai perjuangan para Garde melawan Mogadorian. Apa yang termaktub di sana, sampai saat ditemukan, benar-benar telah terjadi. Ukiran itu pun mengungkapkan bahwa salah satu dari Garde akan mengalami kematian. Nomor Delapan telah merusak ukiran itu karena dirinyalah yang diramalkan akan menjadi korban Mogadorian berikutnya.

Benarkah demikian? 

Hingga buku ketiga dari The Lorien Legacies ini dituntaskan, Nomor Lima belum dimunculkan. Kehadirannya cuma terdeteksi menggunakan tujuh bola yang membentuk sistem tatasurya Lorien dari peti Loric milik Nomor Empat. Ia sedang berada di Amerika Selatan, dan terakhir terdeteksi berada di Jamaika. Identitas dan Pusaka yang dimilikinya masih menjadi pertanyaan. Mungkinkah dirinya yang mewarisi semua Pusaka Pittacus Lore, mengingat tersisa dirinya Garde yang belum dimunculkan? Kalau benar apa yang disampaikan Marina di bagian awal The Power of Six, Nomor Lima adalah seorang perempuan. Ia adalah gadis di Argentina yang menyelamatkan seorang lelaki yang tertimpa lempeng beton seberat lima ton karena gempa (edisi Indonesia, hlm. 10).

Salah satu dari sepuluh Garde mewarisi semua Pusaka Pittacus Lore. Warisan ini mampu mengalahkan Setrákus Ra. Pengungkapan ini membuat saya bertanya-tanya seperti saat membaca I am Number Four: mengapa harus para Garde dan bukan Pittacus Lore sendiri yang menghadapi dan mengalahkan Setrákus Ra, kalau ia punya kemampuan luar biasa? Dalam I am Number Four disebutkan kalau Pittacus Lore masih hidup dan sedang berada di Bumi untuk mempersiapkan pertempuran yang akan menentukan nasib Bumi. Di mana Tetua ini bersembunyi dan membiarkan para Garde diburu, dibunuh, dan babak belur menghadapi para Mogadorian? 

Nomor Sepuluh masih menimbulkan pertanyaan karena sampai kemunculan keduanya dalam serial ini belum menunjukkan peran yang signifikan. Seharusnya ada alasan besar yang membuat pengarang memutuskan kemunculannya dan mengubah jumlah Garde dari sembilan menjadi sepuluh. Mungkinkah kemunculan Ella akan berpengaruh terhadap eksistensi Garde lain?

Sejak awal, The Rise of Nine telah memberikan janji adanya kisah petualangan seru yang menegangkan. Sesampai di India, ketiga Garde perempuan dan Cêpan terakhir, segera menjadi target penyerbuan dan mau tidak mau terlibat dalam pertempuran. Padahal yang mereka hadapi bukanlah Mogadorian. Perjalanan mereka selanjutnya diliputi ketegangan karena jejak-jejak Mogadorian telah tertinggal di India. Pertempuran yang seru terjadi setelah para Garde bersatu padu melawan Setrákus Ra dan para Mogadorian. Kita akan dilibas pertanyaan: siapakah di antara Garde yang akan menyusul tiga Garde pertama? Pertempuran di penghujung novel cukup mendebarkan tapi belum terlalu memuaskan. Meski kekuatan para Garde makin meningkat, mereka belum cukup mampu mengalahkan kaum Mogadorian. Mereka perlu menggembleng Pusaka dan memadukannya untuk melawan Mogadorian. Masalahnya, belum semua Garde dimunculkan. Mengingat The Lorien Legacies masih jauh dari final, ada harapan ditetaskannya kisah-kisah lebih seru, menegangkan, dan memuaskan dalam sekuel berikutnya. 

The Rise of Nine mengungkap sedikit mengenai tiga Garde pertama yang telah tewas. Ternyata, Nomor Satu dan Nomor Dua adalah Garde perempuan. Sedangkan Nomor Tiga yang dibunuh Mogadorian di bagian awal I am Number Four adalah seorang anak laki-laki. Dalam I am Number Four, Nomor Tiga dibunuh di Kongo, tapi pada sampul belakang The Power of Six disebutkan di Kenya. Inkonsistesi ini berlanjut dalam kisah pelengkapnya, The Lost Files: The Fallen Legacies. Untuk mengetahui apa yang terjadi pada ketiga Garde yang telah tewas, disarankan untuk membaca The Lost Files: The Fallen Legacies dan The Lost Files: The Search for Sam. Di dalam kedua kisah pelengkap itu, kita akan mengikuti perjalanan Adamus Sutekh, anak jenderal Mogadorian yang menyaksikan kematian Nomor Satu dan memasuki benak sang Garde yang telah tewas. Nomor Satu akan memindahkan pusakanya kepada Adamus yang memampukannya menyelamatkan Sam dan ayahnya, Malcom Goode.

Menyusul The Rise of Nine, buku keempat The Lorien Legacies (tidak dihitung The Lost Files) yang berjudul The Fall of Five akan beredar mulai 27 Agustus 2013. Rasanya tidak sabar lagi untuk mengetahui jati diri dan Pusaka yang dimiliki Nomor Lima. Sambil berharap, keraguan yang masih muncul selama membaca buku ketiga dari The Lorien Legacies ini bisa dihilangkan.







Simak blurb dari Goodreads.com di bawah ini:


The Garde are finally reunited, but do they have what it takes to win the war against the Mogadorians?

John Smith—Number Four—thought that things would change once the Garde found each other. They would stop running. They would fight the Mogadorians. And they would win.

But he was wrong. After facing off with the Mogadorian ruler and almost being annihilated, the Garde know they are drastically unprepared and hopelessly outgunned. Now they’re hiding out in Nine’s Chicago penthouse, trying to figure out their next move.

The six of them are powerful, but they’re not strong enough yet to take on an entire army—even with the return of an old ally. To defeat their enemy, the Garde must master their Legacies and learn to work together as a team. More importantly, they’ll have to discover the truth about the Elders and their plan for the Loric survivors.

And when the Garde receive a sign from Number Five—a crop circle in the shape of a Loric symbol—they know they are so close to being reunited. But could it be a trap? Time is running out, and the only thing they know for certain is that they have to get to Five before it’s too late.

The Garde may have lost battles, but they will not lose this war.

Lorien will rise again.



26 comments:

itdoesexists said... Reply Comment

halo, salam kenal ^^ aku baru tau dari review ini kalo maksudnya angka2 di judulnya itu tokoh sentral ceritanya ya? hihihi *ditimpuk* ga nyadar dari awal! kirain jumlah tokoh yang berperan.. :-s

semoga buku yang keempat cakep ya eksekusinya ^^

Jody said... Reply Comment

Salam kenal juga.

Semoga.

Risa Nanahara said... Reply Comment

Review yang bagus. Ternyata banyak yang belum saya ketahui, kayak adanya the lost file yang menceritakan tentang si anak jendral Mog itu

Jody said... Reply Comment

@Risa Nanahara:
Terima kasih. Lost Files-nya memang ada, dan sudah rilis sejak 2012 kl ga salah. Sebagai penggemar Lorien Legacies, tentu saja gak boleh ketinggalan :)

Ahmad Fathan said... Reply Comment

Saya udah baca fall of five. Dan five sangar mengecawakan :(

Jody said... Reply Comment

@Ahmad Fathan:
Sayangnya saya belum baca The Fall of Five. Belum punya bukunya. Ada e-book, tapi saya tak begitu suka baca e-book. Hanya kalau terpaksa.

Terima kasih telah berkunjung :)

nabilla_billa said... Reply Comment

Nomor lima sangat mengecewakan. :'( #padahal bru muncul -_-"

Jody said... Reply Comment

@nabilla_billa:
Belum baca :(

Agung Sudrajat said... Reply Comment

gan, buku lost file nya juga dong direview

ranifa sundani said... Reply Comment

emang the fall of five udah ada versi indonesianya?????

Jody said... Reply Comment

@Agung Sudrajat:
Akan diusahakan :)

Jody said... Reply Comment

@ranifa sundani:
belum terbit edisi Indonesianya. Sekarang saya lagi baca edisi Inggrisnya.

ranifa sundani said... Reply Comment

e-book kah atau bukunya??? kalau e-book boleh saya minta filenya?? share ke email gituuuu.. udah ga sabar nih ingin baca...

Herry Furyanto Yohanes said... Reply Comment

Bagi dong e-book nya ??
Boleh?

Herry Furyanto Yohanes said... Reply Comment

Berkhianat kan ya ??

Jody said... Reply Comment

@Herry Furyanto Yohanes:

Boleh. Email-nya?

Anonymous said... Reply Comment

Ad yg punya ebook bhs indonesianya gak????
Plizz bgi donk... email quu: dwicaline@yahoo.co.id

yeyen nada said... Reply Comment

Ada yg punya ebook the fall of five yg b indo.. bagi donk.. email aq ya yeyennada@gmail.com

agus said... Reply Comment

Tolong dong ebook the fall of five indonya bagi dong email q pruprop4nur@gmail.com

Febrianto Tri Nugroho said... Reply Comment

Saya jg minta gan ebooknya klau ada yg the power of six, the rise of nine, sm the fall of five ke email q febriantotkjb@gmail.com

thank's :)

Ismah Mardiyyah said... Reply Comment

Saya juga minta dong ebooknya the power of six, the rise of nine, sm the fall of five ke email Ismah2898@gmail.com . Mohon bantuannya, terima kasih banyak :)

josua said... Reply Comment

Bagi juga donk the power of six, the rise of nine sm the fall of five ke josua857@gmail.com plisss mohon bantuannya.

Rohmat said... Reply Comment

kak, tadi saya habis baca yang number 4, ternyata bagus, kalau boleh saya minta 3 novel tersebut yg b.indo. di rohmatsb@gmail.com ...trims

Fauziah Almira said... Reply Comment

Saya juga baru baca yang i am number 4, boleh minta ebook 3 novel selanjutnya? Kalau bisa bhs indonesia, tapi kalau adanya inggris juga gapapa. Tolong email ke almira.agusta@gmail.com terimakasih

Unknown said... Reply Comment

Saya jg baru baca i am number four,boleh minta e-book 3 novel selanjutnya?yg bahasa indonesia tolong email ke rezcadestyara@yahoo.co.id

noer said... Reply Comment

Gan, kalau ada e-book nya united as one atau link buat baca online tolong share ke aku ya di noerhardyasti@gmail.com. Dari kemarin nyari link nya belum nemu ne. Makasih banyak :D

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan