28 June 2013

The Time Traveler's Wife


Baca Bareng BBI Juni 2013 kategori Romance

Judul Buku: The Time Traveler's Wife
Pengarang: Audrey Niffenegger
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Tebal: 656 hlm; 20 cm
Cetakan: 1, Mei 2007
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama







Bisakah sebuah novel romansa disajikan secara rumit dan berbelit tapi tetap memikat? Audrey Niffenegger melakukannya dalam novel perdananya, The Time Traveler's Wife (Istri Sang Penjelajah Waktu) dengan memadukan kisah cinta dan fiksi ilmiah.

Henry DeTamble adalah sang penjelajah waktu. Ia tidak menggunakan sarana seperti mesin waktu, mesin antigravitasi, cermin antik, jam atau portal waktu. Juga tidak melakukan teleportasi maupun hipnosis. Henry adalah Chrono-Displaced Person (CDP) atau seorang yang mengalami cacat krono. Kondisi ini membuatnya secara mendadak bisa menghilang dan terlempar ke masa lalu atau masa depan secara acak. Tapi, kendati terlempar ke masa lalu, ia tidak bisa mengubah peristiwa yang telah terjadi. Beberapa kali ia kembali ke masa kecilnya, saat sebelum ibunya tewas dalam sebuah kecelakaan, tapi ia tetap tidak bisa mencegah peristiwa yang menghancurkan kehidupan ayahnya itu. 

Setiap kali menjelajah waktu, Henry akan menemukan dirinya dalam keadaan telanjang bulat. Dalam kondisi seperti itu, ia harus bisa berlari cepat untuk menyelamatkan diri dan terpaksa  mencuri untuk mendapatkan pakaian guna menutupi ketelanjangannya.

Ketika berada di luar sana, di dalam waktu, aku berubah menjadi versi putus asa diriku sendiri. Aku menjadi pencuri, gelandangan, hewan yang lari dan bersembunyi. Aku mengejutkan para perempuan tua dan memukau anak-anak. Aku tipuan, ilusi tingkat tinggi, begitu luar biasa sehingga aku benar-benar nyata. (hlm. 11)

Saat menghilang, tidak ada benda yang melekat di tubuhnya. Ia sama sekali tidak bisa membawa apa pun, termasuk istrinya, Clare Abshire -seorang seniwati patung kertas. 

Aku benci berada di tempat ia tak ada, di saat ia tak ada. Tetapi aku selalu pergi dan ia tak bisa menyusul. (hlm. 13)

Audrey Niffenegger memberi petunjuk waktu, baik yang berjalan secara kronologis maupun yang kacau balau karena Henry sedang berpindah waktu, setiap kali Henry dan Clare bergantian menjadi narator orang pertama. Karena itu, kita bisa mengetahui Henry (lahir 1963) dan Clare (lahir 1971) sedang berada pada waktu normal jika Henry berumur lebih tua 8 tahun dari Clare. Tapi itu pun tidak sepenuhnya tepat, lantaran Henry bisa terlempar ke waktu yang berdekatan dengan waktu normalnya atau saat ia berusia sama tapi pada bulan atau minggu berbeda.
 
Pertemuan pertama Henry dengan Clare terjadi ketika Henry berumur 28 tahun dan Claire 20 tahun (26 Oktober 1991) di tempatnya bekerja sebagai pustakawan, Perpustakaan Newberry, Chicago. Tapi Claire bertemu pertama kali dengan Henry saat Clare berusia 6 tahun dan Henry berumur 36 tahun, yang berarti dalam waktu Henry, mereka sudah menikah (23 September 1977). Dilihat dari sisi Clare, sebelum mereka bertemu di Perpustakaan Newberry, mereka telah bertemu sebanyak 152 kali di Padang Rumput di Michigan, di mana Henry muncul dalam berbagai versi umur. Henry bertemu dengan Clare untuk pertama kalinya pada waktu normalnya, sedangkan Clare pada waktu tidak normalnya (karena Henry sedang menjelajah waktu). Sebelum bertemu di Perpustakaan Newberry, Clare sudah tidak bertemu Henry selama dua tahun. Pertemuan Clare yang terakhir dengan Henry terjadi saat Clare berumur 18 tahun dan Henry 41 tahun. Henry berumur 28 tahun yang dijumpai Clare tidak mengetahui jika pada pertemuan terakhir itu mereka bercinta untuk pertama kalinya bertepatan dengan ulang tahun Clare. 

Henry yang berumur 28 tahun sama sekali tidak mengenal Clare. Tapi tentu saja Clare sangat mengenalnya. Ia tahu Henry menyandang cacat krono dan bisa menerima kondisi Henry sepenuhnya. 

Berat rasanya ditinggalkan. Aku menunggu Henry, tak tahu di mana ia berada, ingin tahu apakah ia baik-baik saja. Berat rasanya menjadi orang yang harus tinggal.  (hlm. 9)
 
Pertemuan di Perpustakaan Newberry berlanjut dengan pernikahan dua tahun kemudian (dalam waktu normal). Bukan hal yang mudah bagi Henry untuk menghadapi hari pernikahan. Ia harus menjalani sekitar delapan jam penuh tekanan hebat yang berpotensi membuatnya sekonyong-konyong menghilang. Dan memang, sebelum pemberkatan nikah, ia sempat menghilang beberapa kali. 
 
Meskipun Heny menyimpan kekhawatiran akan mempunyai anak yang mewarisi cacat krononya, setelah dua tahun pernikahan, anak menjadi tujuan hidup mereka. Tapi ternyata, Clare berkali-kali mengalami keguguran yang membuat Henry khawatir akan keselamatannya. Henry pun melakukan vasektomi. Lalu, mengapa dua tahun kemudian Clare melahirkan seorang anak perempuan? Siapa ayah Alba sebenarnya? 

Kisah kasih Henry dan Clare tidak berhenti di sini. Masih ada berbagai anomali yang terjadi karena penjelajahan waktu yang dilakukan Henry. Masih terdapat kisah-kisah lain di seputar kehidupan mereka, kisah para sahabat, mantan kekasih, dan keluarga yang disfungsional. Niffenegger mengindikasikan usaha untuk mencegah terjadinya retakan dalam rentangan kisahnya yang panjang, sehingga novel ini menjadi sangat komplit dan terkesan berlarat-larat. Membutuhkan kesabaran yang memadai untuk bisa menamatkan novel ini dengan baik. Ada saatnya selama membaca saya berniat menunda pembacaan tapi selalu ada juga dorongan untuk menuntaskannya. Begitu mencapai halaman terakhir, ternyata saya merasa puas dan menyukai novel ini. Secara keseluruhan, The Time Traveler's Wife  sungguh memikat, nakal, sangat imajinatif, dan tentu saja, orisinil. 
 
Setelah membaca novel ini, saya bersyukur penjelajahan waktu hanyalah sesuatu yang fiktif dan mustahil dilakukan. Karena semakin lama membaca saya semakin merasakan tekanan akibat penderitaan dan ketidakbahagiaan Henry dengan kemampuan menjelajah waktunya. Sekalipun lantaran kemampuan ini, akan menetas berbagai adegan yang menimbulkan kelucuan dan melahirkan senyum. 

Satu hal lagi, karena umur dan penunjuk waktu dalam novel ini sangat penting, kesalahan yang ada cukup mengganggu, Kesalahan dilakukan Niffenegger mengenai umur Henry ketika Clare bertemu untuk pertama kali dengannya. Seharusnya Henry berumur 36 tahun (hlm. 55), bukan 38 tahun (hlm. 183). Selain itu, ada kesalahan pada penunjuk waktu di halaman 530 (hanya di edisi Indonesia). Seharusnya 14 April 1990, bukan 1999. 

Yang tidak boleh dilupakan, The Time Traveler's Wife adalah novel yang ditujukan untuk pembaca dewasa, sebagaimana yang disematkan di sampul belakang novel. Meskipun tidak sevulgar dan segamblang novel-novel erotika yang bermunculan saat ini, ada adegan percintaan dan hal-hal nakal yang hanya cocok dikonsumsi orang dewasa. 

The Time Traveler's Wife yang telah memenangkan Exclusive Books Boeke Prize 2005 dan British Book Award for Popular Fiction 2006 telah diadaptasi ke dalam film berjudul sama oleh sutradara Robert Schwentke (2009). Eric Bana berperan sebagai Henry DeTamble dan Rachel McAdams sebagai Clare Abshire. 


Henry DeTamble (Eric Bana) dan Rachel McAdams (Clare Abshire)


            
Audrey Niffenegger dilahirkan pada 13 Juni 1963 di South Haven, Michigan. Ia adalah seorang pengarang, seniwati, dan akademisi. Sebagai pengarang, ia telah menerbitkan dua novel, The Time Traveler's Wife (2003) dan Her Fearful Symmetry (2009). Novel ketiganya yang sedang dalam penuntasan adalah The Chinchilla Girl in Exile. Ia juga menerbitkan novel grafis berjudul The Three Incestuous Sisters (2005), The Adventuress (2006), dan The Night Bookmobile (2008).



5 comments:

Dila said... Reply Comment

This is my wishlist!!

belum kesampaian aku baca buku ini. Moga2 bisa kesampaian deh..

BTW siapa yg nyanyiin puisinya pak spardi di blog ini mas?

#KilasBukuBlogWalking

~Dila
kilasbuku.blogspot.com

astrid said... Reply Comment

Aku sukaaaa banget buku ini :) tapi entah kenapa novel audrey yang ke 2 aku malah ga suka sama sekali ;p

Jody said... Reply Comment

@Dila:
Hai Dila, thanks ya udah berkunjung.

Sayangnya aku cuma punya satu, kalau lebih mungkin bisa kuhadiahkan untukmu :)

Yang nyanyiin Hujan Bulan Juni itu Reda Gaudiamo dan Ari Malibu.

Jody said... Reply Comment

@astrid:
Aku juga suka buku ini.

Sayangnya aku belum baca Her Fearful Symmetry.

PAK WAWANG DI BALI said... Reply Comment

Pengakuan tulus dari pak wawang dari bali
kemarin saya hampir pinsang
atas angka yang diberikan AKI DARMO
kemarin saya menang 200.juta
atas kemenangan TOGEL putaran
TOTO 4D ini semua bantuan
AKI DARMO baru kali ini
saya merasakan yang namanya
kemenangan hutang2
saya semua pada lunas dan
saya ada rencana membuka
usaha
sekali lagi terima kasih
banyak AKI DARMO bagi saudarah2
ingin merubah nasib seperti saya
terutama yang punya hutang
sudah lama belum terlunasi
ini solusi yang sangat tepat
jangn buan kesempatan karna
kesempatan tidak akan datang kedua kali
lansung hubungi AKI DARMO
di nomor hp: (-082-310-142-255)
ini kisah nyata dari saya
tampah rekayasa atau silahkan
anda buktikan sendiri..

BUTUH ANGKA GHOIB HASIL RITUAL
AKI DARMO DI JAMIN 100% TEMBUS

angka:GHOIB: singapura
angka:GHOIB: hongkong
angka:GHOIB; malaysia
angka:GHOIB; toto magnum
angka:GHOIB; laos?
angka:GHOIB; macau
angka:GHOIB; sidney
angka:GHOIB: vietnam
angka:GHOIB: korea
angka:GHOIB: brunei
angka:GHOIB: china
angka:GHOIB: thailand
DAN LAIN-LAINNYA ATAU KETIK http//suhuacay.blogspot.com

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan