21 January 2013

Matched



Judul Buku: Matched
Pengarang: Ally Condie  (2010)
Penerjemah: Yohanna Yuni
Tebal: 384 hlm; 20 cm
Cetakan: 1, Juli 2012
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama


 



Pada umur 17 tahun, Cassia Maria Reyes dipanggil mengikuti Perjamuan Pasangan di Balai Kota Provinsi Oria. Di acara ini, ia akan mengetahui siapa laki-laki yang akan menjadi Pasangannya. Sesuai dengan Sistim Penentuan Pasangan, pada umur 21 tahun, Cassia dan Pasangannya akan melangsungkan Perjanjian Perkawinan dan menjadi suami-istri. Penentuan ini didasarkan pada sejumlah penelitian yang mengindikasikan bahwa kesuburan pria dan wanita mencapai puncaknya pada umur 24 tahun. 

Sebuah kejutan terjadi pada malam Perjamuan Pasangan itu. Ternyata, Pasangan Cassia berada di provinsi yang sama dan Cassia sangat mengenalinya. Xander Thomas Carrow, pemuda yang dinobatkan sebagai Pasangan Cassia adalah sahabat Cassia sejak lama. Mereka tinggal di sektor yang sama, Mapletree, dan bersekolah di Sekolah Lanjutan yang sama pula.  Keadaan ini membuat Cassia tidak perlu mencari tahu perjalanan hidup Xander dan hal-hal yang menjadi favoritnya. Meskipun begitu, sebagai bagian dari Perjamuan Pasangan, keduanya mendapat sebuah kotak perak kecil. Kotak itu akan digunakan untuk menyimpan cincin untuk Perjanjian Perkawinan. Di dalamnya terdapat kartu mikro berisi informasi masing-masing pasangan.

Tidak masalah bagi Cassia mendapat Pasangan dari satu provinsi kendati ia sempat merasakan ada sesuatu yang hilang. Dengan Xander sebagai Pasangan berarti ia tidak membutuhkan Panduan Masa Pengenalan sehingga tidak ada misteri yang melingkupi hubungan mereka. Tapi penerimaan itu hanya bertahan sampai Cassia memasukkan kartu mikro itu ke dalam port. Wajah Xander muncul di layar port, kemudian menghilang dan digantikan wajah pemuda lain. Wajah Ky Markham. 

Ky Markham adalah anak adopsi Pasangan Aida dan Patrick Markham. Ia pindah ke Sektor Mapletree pada umur 10 tahun dan mengisi kekosongan anak dalam Keluarga Markham. Putra tunggal mereka tewas dibunuh oleh seorang Anomali Level Satu yang tidak teridentifikasi. Ky Markham dikenal sebagai anak pendiam yang tidak pernah mencetuskan kerusuhan. Ia telah menerima penempatan kerja lebih awal di blok distribusi makanan dan meninggalkan sekolah. Cassia tahu Ky seorang Aberasi dari Provinsi Luar, tempat di mana kehidupan sangat berat dan liar. Ky diganjar status Aberasi karena ayahnya melakukan Pelanggaran terhadap Institusi.

Aberasi tidak seberbahaya golongan Anomali yang harus dipisahkan dari masyarakat. Tapi sebagai Aberasi, Ky tidak akan pernah bisa menjadi Pasangan siapapun. Oleh karena itu, tidak mungkin namanya masuk dalam kelompok Penentuan Pasangan. Nasib yang sudah digariskan untuk Ky adalah menjadi Lajang dan tidak boleh mempunyai anak. Munculnya wajah Ky di layar port Keluarga Reyes menegaskan adanya kesalahan yang telah dilakukan secara sengaja.

Setelah mengetahui kesalahan yang terjadi dan mendapatkan penjelasan dari Administrator  Departemen Penentuan Pasangan, secara kebetulan, Cassia dan Ky tergabung dalam kelompok hiking yang sama. Mereka juga ditetapkan menjadi pasangan pendakian dalam kegiatan waktu luang musim panas itu. Pertemuan demi pertemuan membuat mereka kian dekat. Mereka saling mengetahui rahasia berbahaya yang disimpan satu sama lain dan berusaha saling mendukung. Pada akhirnya, mereka tidak bisa menolak kehadiran cinta di antara mereka. 

Setiap Sabtu Cassia bekerja di tempat penyortiran. Ia tidak hanya menyortir kata, kalimat, gambar, dan angka. Ia juga menyortir warna mata, warna rambut, tinggi dan berat badan. Ketika kemampuan sortirnya diuji, ia menunjukkan prestasi yang luar biasa, mendapatkan skor tertinggi. Atas dasar itu, ia diminta pergi ke blok distribusi makanan, yang kebetulan adalah tempat Ky bekerja. Di sana ia akan menyortir tenaga kerja untuk mendapatkan pekerja paling efisien yang akan dikirim bekerja di proyek alternatif.

Cassia melihat ada kesempatan bagi Ky untuk mengubah hidup. Setelah menimbang-nimbang, ia memasukkan Ky ke dalam kelompok pekerja paling efisien. Ia berharap, Ky akan tetap tinggal di Provinsi Oria sehingga akan selalu bertemu dengan pemuda itu. Tanpa disadarinya, keputusan gegabah yang diambilnya menyebabkan kehancuran hidup Ky.

 
Matched (Perjamuan Pasangan) karya Ally Condie adalah novel distopia. Kisahnya mengambil latar masa depan ketika  masyarakat di mana Cassia tinggal dipimpin rezim bernama Institusi. Negara dibagi-bagi ke dalam berbagai provinsi, setiap provinsi mempunyai satu Balai Kota, dan kehidupan masyarakat diatur oleh petugas Institusi yang disebut Administrator. Institusi inilah yang menentukan kehidupan, cinta, pekerjaan, makanan, dan kematian mereka. Hal ini diyakini banyak orang sebagai usaha untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Meskipun untuk itu, mereka tidak bisa bersikap sembarangan dan harus menyerahkan mimpi kepada Institusi dengan memakai elektroda data pemantau tidur secara terjadwal. Mereka dibekali tablet tiga warna untuk digunakan dalam kondisi khusus. Secara berturut-turut, pada umur 10 tahun, 13 tahun, dan 16 tahun, mereka akan menerima tablet biru, tablet hijau, dan tablet merah. Mereka harus menerima sistim pemilihan Seratus Terbaik. Seratus lagu, seratus lukisan, seratus kisah, seratus sajak. Apa yang tidak masuk seratus terbaik akan disingkirkan dan lenyap untuk selamanya. kecuali diambil kelompok Pengarsip yang menyimpannya di dalam port ilegal. Jika melakukan pelanggaran atau melakukan tindakan kriminal, mereka akan dimasukkan dalam golongan Aberasi atau Anomali yang lebih berbahaya. 

Pada ulang tahunnya yang ke-17, Cassia menerima sebuah kompak -benda kecil berisi cermin kecil dan bedak wajah yang dipakai perempuan membetulkan riasan- dari kakeknya. Di bagian bawah kompak terdapat sehelai kertas tua berisikan sajak karya Dylan Thomas
(Do Not Gentle Into that Good Night) dan Lord Alfred Tennyson (Crossing the Bar) yang tidak masuk Seratus Sajak. Kakeknya memberikan kompak itu supaya Cassia tidak mudah menyerah menghadapi masalah sebagaimana termaktub dalam sajak Thomas:
Jangan menyerah begitu mudah pada malam,
Usia senja selayaknya membawa dan bergelora di pengujung hari;
Amarah, amarah, melawan cahaya yang mulai padam.
Walau orang bijak akhirnya menyadari kebenaran kelam,
Karena kata-kata  mereka tak membelokkan kilat,
Jangan menyerah begitu mudah pada malam.

Matched, bagian pertama dari trilogi, menimbulkan banyak pertanyaan selama membaca. Mengapa Molly, ibu Cassia, mesti mengadakan perjalanan dinas ke Arboretum di provinsi lain? Mengapa Abran, ayah Cassia, menghancurkan sampel jaringan kakek Cassia?  Apakah Xander tahu wajahnya di kartu mikro digantikan wajah Ky dan apakah Ky tahu dirinya masuk dalam kelompok Penentuan Pasangan?

Menjelang novel berakhir berbagai kejutan dimuntahkan Ally Condie. Kejutan paling menggetarkan adalah yang terkait dengan cinta segitiga antara Casia, Xander dan Ky. Apa yang sesungguhnya terjadi di antara mereka? Siapa pemuda yang akan mendapatkan seluruh hati Cassia? 

Pertanyaan final yang belum terjawab adalah apakah yang dilakukan ayahnya sehingga Ky menjadi Aberasi dan siapakah yang memasukkan Ky ke dalam kelompok Penentuan Pasangan? 

Membaca Matched cukup mengasyikkan. Memang tidak ada adegan-adegan laga mendebarkan, Cassia -sang narator orang pertama- pun digambarkan sebagai gadis biasa yang tidak memiliki kecakapan bertarung. Demikian pula dua pemuda yang memperebutkan cintanya. Tapi selama membaca kisah yang dikendalikan dengan baik ini, terasa sekali suasana depresif yang siap terguncang. 

Dengan ending seperti yang diangsurkannya, saya belum bisa meraba ke arah mana Ally Condie akan membawa kisah selanjutnya. Karenanya, saya tidak sabar lagi untuk membaca kedua sekuel yang telah terbit. Crossed (2011) dan Reached (2012). 




* Dengar Sajak  Do Not Gentle Into that Good Night di sini





3 comments:

desty said... Reply Comment

Yang ini kapan didiskon ya sama Gramedia??
*modal diskon*

Jody said... Reply Comment

Kalo di Jogja ke Togamas saja. Biasanya kan ada diskon :)

Dulu waktu di Jogja langganan diskon di Togamas yg di Condong Catur. Setiap hari Minggu, pas masuk gereja di Jembatan Merah, pasti singgah di sana.

desty said... Reply Comment

@Jody:

Hihi... kost-ku dekat banget dengan TM. Secara ngekost di Jembatan Merah, mas

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan