31 July 2012

Juliet

Judul Buku: Juliet
Pengarang: Anne Fortier (2010)
Penerjemah: Linda Boentaram
Tebal: 716 hlm; 20,5 cm
Cetakan: 1, Januari 2012
Penerbit: Qanita


 

"Marilah kita pergi, untuk membicarakan lebih banyak tentang semua kesedihan ini. Beberapa akan diampuni, dan beberapa akan dihukum, karena tidak ada cerita yang lebih penuh duka daripada kisah Juliet dan Romeonya" (Shakespeare).
 

Hidup Julie Jacobs berubah setelah Bibi Rose meninggal dunia dan meninggalkan surat wasiat yang mendorongnya untuk pergi ke Siena, Italia. Membawa sebuah kunci kotak penyimpanan surat berharga di sebuah bank di Siena dengan paspor yang mencantumkan nama aslinya, Giulietta Tolomei, Julie meninggalkan Amerika untuk menemukan warisan ibunya, Diane Tolomei. Warisan itu dipandang jauh lebih bernilai ketimbang rumah yang diwariskan bibinya kepada Janice, saudari kembar Julie. 

Sebenarnya Julie tidak percaya dengan keputusan bibinya. Berbeda dengan Janice yang berkecimpung dalam dunia percomblangan profesional, Julie yang tumbuh dewasa dengan keyakinan akan mewarisi setengah kekayaan bibinya, tidak berusaha mencari kekayaan sendiri. Sampai menerima kabar kematian Rose, Julie hanya melakukan pekerjaan yang ia sukai: mengajarkan tentang Shakespeare. Julie memang seorang penggemar pujangga Inggris itu, dan tidak pernah bosan dengan kisah Romeo dan Juliet. Berkebalikan dengan dirinya, Janice tidak peduli pada bibinya. 

Saat memperkenalkan dirinya sebagai Giulietta Tolomei, Julie mendapatkan respons mengejutkan dari setiap orang asing yang ditemuinya. Giulietta Tolomei memang nama termasyhur yang berasal dari sejarah Siena di Abad Pertengahan. Giulietta inilah yang kemudian menjadi Juliet-nya William Shakespeare, tanpa diketahui para pembaca karya sang pujangga. 

Giulietta Tolomei -yang juga memiliki saudari kembar, Giannozza, adalah salah satu anggota keluarga Tolomei yang selamat dari pembunuhan yang dilakukan Keluarga Salimbeni. Pada tahun 1430, setelah hampir semua keluarganya dibinasakan, Giulietta dibawa Bapa Lorenzo, seorang biarawan muda, ke Palazzo Tolomei, tempat tinggal paman Giulietta. Di tengah perjalanan, kereta kuda yang ditumpangi mereka dihadang sekelompok bandit. Romeo Marescotti, pemuda tampan yang muncul di lokasi penghadangan, memberikan pertolongan, dan tak terelakkan lagi, ia melihat kecantikan Giulietta dan jatuh cinta.  

 
Seperti yang dituangkan Shakespeare dalam versi dramanya, cinta mereka mendapatkan tantangan. Messer Salimbeni, salah satu tokoh berpengaruh di Siena, ingin memperistri Juliet untuk menggantikan posisi istrinya yang di ambang kematian. Demi memiliki Juliet yang baru berumur enam belas tahun dan cantik jelita, Messer Salimbeni menghalau apa saja yang berpotensi menghalanginya. Bertepatan dengan pacuan kuda Palio yang dimenangkan oleh Romeo Marescotti, terjadi pembunuhan Tebaldo Tolomei di mana Romeo dituduh sebagai pelaku.

Romeo yang malang tidak bisa mewujudkan hasratnya untuk menggunakan cencio -panji sutra indah yang dihiasi bulu binatang mahal- yang dimenangkannya dari Palio sebagai seprai ranjang pengantinnya. Ia mesti menyembunyikan dirinya agar tidak ditangkap. Namun diam-diam, di tengah-tengah pemakaman Tebaldo Tolomei, Bapa Lorenzo menikahkan Romeo dengan Juliet. 

Perjuangan Romeo untuk menggapai Juliet tidak mudah. Bahkan ketika kesempatan itu datang, seperti akhir kisah Shakespeare, keduanya menemui ajal. Tidak lama setelah kematian mereka, Messer Salimbeni menangkap dan menyiksa Bapa Lorenzo karena dianggap membantu Romeo dan Juliet. Kematian Bapa Lorenzo di ruang penyiksaan disaksikan juga oleh Messer Tolomei, paman Giulietta, dan kepada kedua keluarga mereka, Bapa Lorenzo melemparkan kutukan. Setelah Wabah Pes atau yang disebut Black Death terjadi pada 1348 dan menewaskan banyak orang dari kedua keluarga itu, Salimbeni mencoba menghapuskan kutukan Bapa Lorenzo. Ia membangun patung mahal yang disepuh emas kemudian meletakkannya di kuburan Romeo dan Juliet. Patung Romeo dan Juliet ini diberi mata berupa batu permata; dua zamrud hijau di kepala Romeo dan dua safir biru di kepala Juliet. Tapi ternyata, apa pun yang dilakukan Salimbeni tidak pernah bisa menghapus kutukan atas keluarga Salimbeni dan Tolomei.

Diane Tolomei yang menyadari kalau kutukan atas kedua keluarga itu belum dihapuskan. Ia melakukan penelitian yang didukung oleh suaminya, Profesor Patrizio Tolomei, untuk menemukan cara menghapus kutukan itu. Sebelum mencoba apa yang mereka temukan, Profesor Tolomei tewas dalam kebakaran rumahnya dan Diane Tolomei juga tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Rose Jacobs membawa keponakan kembarnya, Giulietta dan Gianozza Tolomei, ke Amerika, mengganti nama mereka, dan tidak pernah kembali ke Siena. 

Saat ini, Julie Jacobs kembali ke Siena untuk mendapatkan warisan Diane baginya. Sebuah kotak berisikan hasil penemuan Diane telah menunggu Julie selama bertahun-tahun di sebuah bank di Siena. Di sanalah Julie Jacobs akan memulai usaha untuk menuntaskan apa yang tidak bisa diselesaikan ibunya dengan bantuan  Janice, saudari kembarnya. Dan untuk itu, ia membutuhkan Romeo Marescotti. Tapi di mana Romeo yang bersama dengannya akan menghapuskan kutukan? Mengapa justru ia kian dekat dengan Alessandro Santini, lelaki bermata sewarna daun rosemary kering, yang bekerja sebagai Kepala Keamanan di Palazzo Salimbeni? 

Kisah dalam novel berjudul Juliet karya Anne Fortier ini tidak berhenti pada usaha Julie Jacobs untuk menghapuskan kutukan dalam keluarganya (belakangan terungkap, sebenarnya Julie Jacobs merupakan perpaduan kedua keluarga yang dikutuk). Setelah terjebak dalam kerangkeng misteri yang tidak pernah diduganya, ia menemukan fakta bahwa kedatangannya ke Siena telah diatur untuk menemukan harta karun yang dikenal sebagai Mata Juliet. Siapa orang yang telah mendorongnya ke dalam petualangan yang berbahaya ini? 

Untuk menamatkan novel setebal 700-an halaman ini memang menyita banyak waktu. Namun, 'pengorbanan' ini dibalas dengan sajian berkualitas yang setimpal. Semakin ke belakang kisah yang diangsurkan Anne Fortier semakin memikat. Semakin terungkapnya misteri, semakin sayang untuk dihentikan. Tidak ada rasa kecewa apalagi menyesal begitu saya berhasil menamatkan novel ini. Kenyamanan membaca novel ini, tentu saja, tidak lepas dari usaha yang dilakukan Linda Boentaram untuk menghasilkan karya terjemahan yang bagus.

Kendati merupakan karya fiksi, kisah di dalam novel ini berpijak pada fakta sejarah. Sejarah mengungkapkan bahwa versi pertama dari kisah Romeo dan Juliet terjadi di Siena, kota di Toscana yang termashyur karena pacuan kuda Palio-nya, dan bukan di Verona, kota di Veneto, Italia Utara. Kisah tersebut dipublikasikan di Italia pada tahun 1476 oleh penulis Masuccio Salernitano. Lebih dari seabad kemudian, setelah melalui banyak tangan dan mengalami sejumlah perubahan, kisah ini ditulis kembali oleh William Shakespeare. 

Fakta sejarah menginformasikan bahwa hampir sepanjang Abad Pertengahan, Siena telah dikacaukan oleh pertikaian antara keluarga Tolomei dan keluarga Salimbeni. Permusuhan kedua keluarga ini mirip dengan persaingan berdarah antara keluarga Capulet dan Montague dalam tragedi Shakespeare. 

Kisah di dalam novel ini digulirkan menggunakan dua seting waktu yang berbeda. Pertama, masa sekarang yang dituturkan menggunakan narator orang pertama yaitu dari perspektif Julie Jacobs. Kedua, tahun 1340, yang dituturkan dari perspektif orang ketiga, dirangkai dari fakta sejarah yang terjadi di Siena. Sebagai pengarang, Anne Fortier sudah pasti memanfaatkan kebebasan berkreasi agar kisah yang ditampilkannya terasa lebih dramatis.

Dalam novel penulis berdarah Denmark ini, Romeo dikisahkan lahir dari hubungan di luar nikah. Lelaki yang akan menjadi Romeo bagi Julie Jacobs dilahirkan dari hubungan semacam ini pula. Sebelum bertemu Giulietta Tolomei, Romeo Marescotti telah menjalin hubungan ekstramarital dengan perempuan berusia lebih tua darinya yang adalah istri seorang tukang daging. Dari hubungan mereka, Anne Fortier melahirkan karakter bernama Romanino. 

Juliet adalah novel kedua Anne Fortier. Sebelumnya, pada 2005, peraih gelar Ph.D di bidang Sejarah Pemikiran Universitas Aarhus di Denmark ini, telah menerbitkan novel  berjudul
Hyrder paa Bjerget (Shepherds on the Mountain). Novel ketiganya, The Sisterhood, akan diterbitkan pada 2013.



Tulisan ini dibuat dalam rangka posting bersama Blogger Buku Indonesia (BBI) Juli 2012 dengan tema historical fiction.




Siena


Hotel Chiusarelli

Palazzo Tolomei

Palazzo Salimbeni

Palazzo Pubblico




Foto-foto Siena diambil di sini


16 comments:

Tezar said... Reply Comment

kepingin punya bukunya, penasaran

Peri Hutan said... Reply Comment

akkkk pengen buku ini *lirik mb fanda, sabar yah belum ada waktu ke bank* semoga aja endinya g semengenaskan Romeo and Juliet :)

Astrid said... Reply Comment

ngeliat foto2nya jadi pengen jalan2 ke sienna huahahaha...btw menarik ya, berarti beneran ada romeo and juliet asli ya? kirain selama ini fiksi aja..

Jody said... Reply Comment

@Tezar: memang bukunya agak mahal, tapi bukunya asik juga dibaca :)

Jody said... Reply Comment

@Peri Hutan: endingnya ada dua, tentu saja berbeda untuk Giulietta Tolomei dan Julie Jacobs :)

Jody said... Reply Comment

@Astrid: menurut Anne Fortier, memang ada romeo and juliet yg asli.

orybun said... Reply Comment

masuk wishliist >_<

bacaanbzee said... Reply Comment

penasaran sama bukunya

HobbyBuku's Library said... Reply Comment

Buku yang masuk dalam daftar timbunan :D smg segera bisa dibaca hehe ...
Btw, katanya mau masukan hisfic indo, jadinya pakai Juliet ya

Jody said... Reply Comment

@orybun: jangan kelamaan masuk wishlist :)

Jody said... Reply Comment

@Zee: aku juga baca buku ini karena penasaran... hehehehe

Jody said... Reply Comment

@Maria: hisfic indonya belum tamat2... hahaha... padahal tdk setebal Juliet.

oky septya said... Reply Comment

Wah, ceritanya seru. Dulu pengen bgt beli buku ini tapi ga tega liat tebelnya.

Jody said... Reply Comment

@Oky: iya, ceritanya memang seru, tapi bacanya juga lama:)

Putri Utama said... Reply Comment

wah.... ceritanya seru.... pengen baca jadinya....

Jody said... Reply Comment

@Putri: ayo, jangan ketinggalan :)

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan