28 May 2013

A Werewolf Boy



 
Judul Buku: A Werewolf Boy
Penulis: Kim Mi Ri
Penerjemah: Juliana Tan & Lingliana
Tebal: 208 hlm; 18 cm
Cetakan: 1, April 2013
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama






Kim Sooni, seorang perempuan Korea berusia akhir 60-an kembali ke tanah airnya setelah hampir 50 tahun tinggal di Amerika Serikat. Ia memutuskan kembali ke Korea Selatan setelah menerima telepon terkait dengan sebuah vila di kaki Gunung Baek Woon yang diwariskan kepadanya. Vila itu sudah dalam keadaan reyot karena terbengkalai selama puluhan tahun. Ada pihak yang ingin membeli vila itu dan mendirikan bangunan baru. 

Korea sedang dalam musim dingin tatkala Sooni tiba. Ia dijemput Eun Joo, cucunya yang bersekolah di Korea dan bersama-sama mereka mengunjungi vila itu. Sooni memutuskan untuk menginap semalam di sana.

Malam itu, ketika cucunya meminta Sooni menceritakan kisah yang belum pernah didengarnya, Sooni memutuskan menceritakan pengalaman selama periode singkat sewaktu menghuni vila itu. Kisahnya berawal dari musim gugur 47 tahun silam saat Sooni masih muda dan cantik. Karena mengidap penyakit TBC, ia tidak bersekolah dan mesti belajar di rumah untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian kelulusan.

Bersama ibu dan adik perempuannya, Soon Ja, Sooni meninggalkan rumah bergaya Barat-nya dan pindah ke desa untuk pemulihan penyakitnya. Mereka tinggal di vila yang dipinjamkan oleh sahabat dan rekan bisnis mendiang ayah Sooni. Diam-diam Sooni mengetahui kalau sebenarnya sahabat ayahnya itu telah mengantongi semua aset perusahaan pasca kematian ayahnya. Tapi yang sangat menyebalkan, sahabat ayahnya mempunyai seorang anak laki-laki yang angkuh dan licik bernama Ji Tae. 

Sooni, ibu dan adiknya tiba di sana dua tahun setelah penghuni vila sebelumnya, Profesor Park Jong Doo, meninggal karena serangan jantung. Profesor Park Jong Doo meninggalkan gubuk di pekarangan vila yang masih dihuni oleh seekor serigala berbulu hitam. Serigala hitam inilah yang bisa malihrupa menjadi seorang remaja laki-laki sebaya Sooni yang berpenampilan berantakan dan kotor. Dalam wujud sebagai manusia,  ia tidak bisa berbicara.

Karena belum mendapatkan tempat penampungan, untuk sementara werewolf itu tinggal di vila bersama keluarga Sooni. Setelah dimandikan, ternyata ia tampak sebagai laki-laki yang gagah dan cukup tampan. Ibu Sooni menamainya Cheol Soo. Kehadiran Cheol Soo di dalam vila awalnya sangat tidak disukai Sooni. Tapi ketika Cheol Soo menunjukkan perilaku protektif terhadap keluarga Sooni, lama-kelamaan gadis itu senang dengan keberadaannya, bahkan mempertahankannya untuk tetap tinggal. Sooni pun berinisiatif menjinakkan naluri serigala Cheol Soo dengan mengajarinya menulis dan membaca, memainkan gitar dan menyanyikannya sebuah lagu, dan mengarahkannya bersikap patuh. Sooni akan membelai-belai kepala Cheol Soo jika mematuhi arahannya -suatu hal yang sangat disukai werewolf itu. Bahkan, tatkala Sooni lupa, Cheol Soo akan mendekatkan kepalanya ke arah Sooni untuk mendapatkan belaian. Sooni menantang Cheol Soo untuk membacakan baginya buku berjudul Aku Kupu-Kupu -sebenarnya merupakan buku anak-anak karya Kim Mi Ri sendiri-  jika laki-laki itu telah menguasai abjad. "Kalau kau membaca buku ini, aku akan mengusap kepalamu seratus kali," katanya (hlm.  124-125). 

Saat Ji Tae mencoba berbuat nekat untuk menaklukkan sikap pembangkang Sooni, Cheol Soo hadir mengamankan Sooni. Itulah sebabnya Ji Tae yang sejak awal membenci Cheol Soo kian membenci sang werewolf. Bahkan, Ji Tae mereka-reka kejahatan terhadap Cheol Soo. Dan ia memang berhasil karena Cheol Soo hampir kehilangan semua kebebasannya. Tapi, ketika nyawanya berada di ujung tanduk, mau tak mau Cheol Soo mesti membela diri. Meskipun pembelaan dirinya itu akhirnya akan memisahkannya dari gadis yang dicintainya. 

A Werewolf Boy adalah deekranisasi film Korea berjudul sama yang dinobatkan sebagai film melodrama paling sukses di Korea sepanjang masa. Skenario film ini ditulis oleh sutradaranya, Jo Sung-hee, sejak ia belajar di Korean Academy of Film Arts dan telah mengalami penulisan ulang sebelum akhirnya difilmkan. Dalam film, Song Joong-ki berperan sebagai Cheol Soo dan Park Boo-young sebagai Kim Sooni. Film ini pertama kali ditayangkan di Toronto International Film Festival pada 11 September 2012 dan sebelum beredar pada 31 Oktober 2012 sempat ditayangkan di Busan International Film Festival. Kim Mi Ri, pengarang yang telah menerbitkan buku seperti I am a Butterfly (2012) dipilih untuk melakukan deekranisasi film ini. Novelnya diedarkan secara bersamaan dengan filmnya pada 31 Oktober 2012. 

Cinta adalah bahasa pertama yang dikenalnya (Love was the first human language he'd ever learned), demikian tag-line film sekaligus novelnya. Tag-line ini menggambarkan apa yang dilakukan Sooni untuk menjinakkan naluri serigala dalam diri Cheol Soo. Cinta Sooni ditunjukkan dengan banyaknya belaian di kepala Cheol Soo yang dilakukannya untuk menghargai sang werewolf. Tidak heran seumur hidupnya, saking mendambakan cinta Sooni, Cheol Soo berusaha menguasai abjad untuk membacakan buku Aku Kupu-Kupu bagi Sooni. Apakah Cheol Soo bisa melaksanakan perintah Sooni itu akan dijawab menjelang berakhirnya novel ini. Yang pasti, lantaran cinta Sooni-lah, pada suatu momen dalam kehidupannya, Cheol Soo akhirnya mengenal air mata. 

Karakter Cheol Soo sebagai werewolf akan mengingatkan pada werewolf dalam novel seri Twilight. Maklum, A Werewolf Boy muncul setelah kemeriahan dunia buku (dan film) yang disebabkan oleh karya Stephenie Meyer itu. Tapi, Cheol Soo bukanlah werewolf yang sama dengan werewolf dalam Twilight. Cheol Soo adalah salah satu produk eksperimen ilegal yang dilakukan Profesor Park Jong Doo. Produk eksperimen seperti apa dan dilakukan dengan tujuan apa, silahkan temukan sendiri dalam novel ini. 

Salah satu momen yang sangat mengharukan dalam kisah ini terjadi saat Sooni terpaksa meninggalkan Cheol Soo di bukit, demi keselamatan Cheol Soo sendiri. 

Setelah berlari, tergelincir, dan terjatuh selama beberapa waktu, Sooni menoleh ke belakang. Di kejauhan sana, berlatar langit fajar, ia merasa melihat sosok kecil Cheol Soo berdiri seperti boneka, seperti hantu. Itulah terakhir kalinya Sooni melihat Cheol Soo. (hlm. 181).

Momen yang juga sangat mengharukan akan muncul kembali seusai Sooni berkisah dan cucunya tertidur pulas. Inilah momen yang paling penting dan menjadi tujuan utama kepulangan Sooni.

Hampir lima puluh tahun berpisah dan melupakan janjinya, akankah Sooni bertemu kembali dengan Cheol Soo? Apakah yang telah terjadi pada Cheol Soo selama itu? Masihkah ia menanti Sooni mewujudkan janjinya? Selama membaca, kita sudah bisa mengira-ngira ke mana kisahnya akan berlabuh. Lantas, setelah pencipta kisah ini memberikan jawaban dengan sedikit kejutan menjelang kisahnya berakhir, kita akan disengat keharuan yang berpotensi membuat mata berkaca-kaca. Pertanyaan terakhir akan menyeruak dari dalam benak kita: apakah akhirnya Sooni menjual vila yang diwariskan kepadanya dan kembali ke Amerika? 

Sebagai hasil deekranisasi film, A Werewolf masih menyisakan jejak-jejak penulisan skenario. Kim Mi Ri memang telah berusaha menambahkan detail-detail dan melengkapi pikiran serta emosi para karakter, tapi secara kronologis tampaknya masih setia dengan skenario filmnya. Apalagi adegan per adegannya dinarasikan secara ringkas, cepat, dan tanpa berbelit-belit. Tapi, meskipun demikian, secara keseluruhan novel ini masih tetap enak dibaca hingga tuntas. 

6 comments:

oky septya said... Reply Comment

aku suka bgt sama filmnya. Nonton ini karena ada SJK, kyaaak. Dan omaigat dia keliatan kayak anak2 bgt lho, padahal umurnya uda 20an akhir cobaaa >.< *malah fangirling*

Btw nonton film yg versi apa? Soalnya versi terbaru ada tambahan 2 menit di endingnya.. aku masih penasaran deh sama endingnya itu, si Sooni tega deh.. hiks kasian Cheol Soo T.T

Jody said... Reply Comment

hahaha... aku malah belum sempat nonton filmnya. Aku coba minggu ini deh supaya bisa jawab pertanyaannya Oky.

Alya Rachman said... Reply Comment

Buku nya masih dijual gk ya??? :"""( aku pingin beli buku nyaa...., kalo ada yang tau, tolong bantu yaa.. makasih

Alya Rachman said... Reply Comment
This comment has been removed by the author.
Sary Elfishy said... Reply Comment

Masih minat beli novel AWEREWOLF BOY? Harga Rp 30.000
BBM : 7CCA75CE

Sary Elfishy said... Reply Comment

Masih minat beli novel AWEREWOLF BOY? Harga Rp 30.000
BBM : 7CCA75CE

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan