16 June 2012

Berjuta Rasanya


Judul Buku: Berjuta Rasanya
Pengarang: Tere Liye
Tebal: vi + 205 hlm; 13,5 x 20,5 cm
Cetakan: 1, Mei 2012
Penerbit: Mahaka Publishing (Imprint Republika Penerbit)


 



Membaca koleksi cerpen "Berjuta Rasanya" karya Tere Liye memang akan memunculkan berbagai rasa. Gembira, sedih, geli, terharu, gemas, kecewa, takjub, dan berbagai rasa lainnya. Itulah mungkin sebabnya "Berjuta Rasanya" dijadikan judul dan bukan judul salah satu dari 15 cerpen yang ada.

Koleksi cerpen ini dibuka dengan cerpen Bila Semua Wanita Cantik. Cerpen absurd tapi menggelikan ini mengolok-olok ukuran cantik sebagaimana yang diagung-agungkan berbagai media (dan laki-laki). Gusar dengan situasi yang dihadapinya sebagai seorang gadis gendut, suatu malam Vin berdoa. "Ya Tuhan, buatlah aku cantik.... Aku mohon! Atau kalau Kau tidak berkenan membuatku cantik, maka buatlah seluruh wanita di dunia ini sejelek diriku." (hlm. 8). Keesokan harinya, Vin tetap seorang gadis gendut dengan wajah berminyak dan pipi tembam sedangkan semua wanita yang dijumpainya menjelma menjadi cantik. Kecuali tentu saja teman senasib, Josephine, yang juga tetap berbadan kurus dan jerawatan. Namun, beruntung bagi Vin dan Josephine yang tidak pernah ditaksir kaum pria, ketika semua wanita menjadi cantik kecuali mereka, para pria bingung dengan ukuran kecantikan. Lambat laun, para pria bosan dengan kecantikan lama dan mencari kecantikan versi baru. Alhasil, Vin pun menjadi ukuran kecantikan versi baru dan tentu saja, berhasil memacari cowok idamannya. Hanya saja, apakah dengan kecantikan versi baru Vin akan merasa bahagia? 

Terkadang, manusia suka diserang penyakit gede rasa meskipun tanpa alasan yang jelas. Seperti Putri dalam cerpen Hiks, Kupikir Kau Naksir Aku. Sudah berkali-kali diperingatkan Tin (tidak diberi tahu nama panjangnya), temannya, Putri tak pernah sadar diri. Putri tetap yakin kalau Rio, si cowok ganteng, naksir dirinya. Belakangan ketahuan bukan hanya Putri yang mengidap sindrom gede rasa tapi Tin juga. Pertanyaannya adalah apakah Rio naksir Putri atau Tin? 

Ayu dalam Cinta Zooplankton tetap berusaha mencintai Topan, playboy yang memacarinya meskipun sering disakiti. Sebagai sahabat, Dian prihatin dan menasihati Ayu agar menjauhi Topan. "Lu tuh hanya zooplankton, Ayu! Lihat ini, zooplankton dimakan oleh ikan kecil, ikan kecil dimakan ikan sedang, ikan sedang dimakan ikan besar, dan ikan besar akhirnya dimakan oleh hiu! Lu persis berada di strata terbawah piramida makanan!" kata Dian (hlm. 49). Benarkah Topan tidak akan pernah berubah dan menyadari kehebatann cinta Ayu?

Sebuah kota di tengah-tengah gurun pasir stagnan dalam hal pertumbuhan penduduk. Dikhawatirkan 100-200 tahun kemudian, penduduk kota ini akan musnah. Penyebab angka pertumbuhan penduduk yang stagnan adalah karena anak-anak muda susah menemukan jodoh. Angka penolakan yang terlalu tinggi membuat anak-anak muda malu mengungkapkan perasaan. Untuk mengatasi masalah ini, dewan kota menciptakan cintanometer, alat yang berguna untuk mendeteksi cinta. Alat ini membuat seseorang tidak perlu mengalami penolakan karena dapat mengetahui perasaan lawan jenisnya. Namun sebagaimana biasanya, sebuah teknologi selalu memiliki efek samping. Kehidupan menjadi tidak menarik lagi dan penduduk kota mulai melupakan apa sesungguhnya yang dimaksud dengan cinta. Bahkan, karena tidak ada lagi yang memahami cinta, kata cinta dihilangkan dari kamus besar kota itu. Kisah dalam cerpen Cintanometer yang memicu senyum ini dilanjutkan dengan kadar yang sama dalam cerpen berjudul LOVE Ver 7.0 & MARRIED Ver 9.0.

Cintanometer tidak memberikan hasil yang diharapkan. Pertumbuhan penduduk di kota gurun itu masih tetap stagnan. Sepuluh tahun setelah cintanometer diluncurkan, angka pernikahan turun amat tajam. Anak-anak muda terlalu sibuk bekerja sehingga tidak punya waktu untuk pacaran dan menikah. Kondisi ini mendorong dewan kota mengembangkan perangkat lunak Love Ver 7.0 guna mengatasi masalah. Dengan perangkat lunak ini, para anak muda bisa memiliki dua kehidupan: kehidupan nyata di mana mereka bisa bekerja dan kehidupan dalam komputer di mana mereka bisa berpacaran bahkan menikah. Apakah Love Ver 7.0 akan menjadi solusi terbaik untuk menaikkan angka pertumbuhan penduduk? Tentu saja tidak. Maka dewan kota pun mengeluarkan perangkat lunak baru, Married Ver 9.0. 

Ternyata, tidak perlu motif yang signifikan untuk membuat seseorang melakukan pembunuhan. Hal ini digambarkan dalam cerpen Harga Sebuah Pertemuan. Tiga orang yang tinggal serumah menjadi korban pembunuhan. Korban pertama adalah Ardem Asmoro, seorang wiraswasra dan politisi sukses. Seminggu kemudian Sofia, istri Ardem, perancang pakaian wanita, menjadi korban kedua. Ajeng, adik sepupu Sofia yang dikenal sebagai artis dan model ternama, menyusul Sofia minggu berikutnya. Ada tiga skenario dikembangkan oleh penyidik yang melakukan investigasi ketiga pembunuhan tersebut. Tapi semuanya tidak tepat, karena hanya sang pembunuhlah yang tahu apa yang sebenarnya telah terjadi. Sebuah tindakan nekat yang tidak terbayangkan yang menyisakan kengerian di bagian pamungkas. Dari seluruh cerpen dalam koleksi ini, Harga Sebuah Pertemuan yang mengingatkan saya pada Six Suspects karya Vikas Swarup adalah cerpen terfavorit. Sayangnya ada yang mengganjal terkait dengan zat yang dipakai membunuh. Tidak perlu sebotol racun untuk menewaskan seseorang, brucine atau arsenik (metaloid atau bentuk garamnya?). Lalu, bagaimana caranya memasukkan bubuk racun brucine ke dalam tablet obat peramping? Dan astaganaga, sebotol racun arsenik dibubuhkan ke dalam minuman? S-E-B-O-T-O-L-? Masih ada lagi yang tidak meyakinkan. Minuman apa yang dibubuhkan arsenik? Air minum? Bodohnya Ajeng kalau tidak sadar adanya arsenik mengendap di dasar wadah minumannya. 

Sebuah kotak misterius mengusik keingintahuan Andrei sejak kecil. Ia pernah mencoba membukanya tapi dicegah dan dilarang ibunya. Setelah dewasa, menikah, dan punya tiga anak, kotak itu muncul lagi dalam kehidupan Andrei. Kali ini, tidak ada lagi ibu yang bisa mencegahnya. Cerpen Kotak-kotak Kehidupan Andrei sama tidak jelas dengan cerpen The Riddle (Teka-Teki) karya Walter de la Mare yang kebetulan belum lama saya baca versi bahasa Indonesiannya dalam koleksi cerpen Fiksi Lotus Volume 1.

Kisah cinta terkenal antara Qais dan Laila ditulis kembali oleh Tere Liye dengan versinya sendiri dalam cerpen Mimpi-Mimpi Laila-Majnun. Hubungan cinta Qais, seorang pemetik buah kurma, dan Laila tidak berjalan mulus. Laila dinikahkan dengan pemuda pilihan tetua keluarganya. Suami Laila kemudian meninggal dunia dan Laila berubah majnun alias gila.

Bagus dalam cerpen Kutukan Kecantikan Miss X  terpikat pada gadis cantik yang dilihatnya dalam bus 102. Sayangnya, sekian lama menumpang bus yang sama, Bagus tidak pernah berani membuat pendekatan. Pengalaman Bagus diceritakan kepada Erik, temannya, yang tidak percaya dengan cerita itu. Erik ingin membuktikan kebenaran cerita Bagus dengan menumpang bus 102. Benarkah ada seorang gadis cantik yang menumpang bus 102? 

Kutukan Miss X tidak berhenti di sini, karena kisah anak muda pecundang ini akan terulang dalam Kutukan Miss X - 2. Berbulan-bulan menumpang bus yang sama, Patas 102, seorang pemuda tidak pernah punya keberanian mengajak Miss X bicara. Setelah hampir setahun keberaniannya kuncup, akhirnya sang pecundang mencoba mekar di bagian akhir kisah. Mungkinkah dia akan berhasil? 

Setelah dua puluh tahun berkelana, seorang lelaki kembali ke kotanya bertepatan dengan Hari Monarch, hari di mana penduduk kota yakin jiwa yang pergi akan kembali. Keyakinan penduduk kota ditandai dengan munculnya ribuan kupu-kupu kuning yang merubungi pemakaman dan sudut-sudut kota. Perayaan Hari Monarch berasal dari sebuah legenda berisikan anjuran untuk tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan Fram, seorang petani miskin. Legenda itu pernah meyakinkan si lelaki yang kembali bahwa cinta sejati memang ada. Kisah Fram dan si lelaki yang kembali terdapat dalam cerpen Kupu-kupu Monarch yang sangat mengharukan. 

Kedua tokoh dalam cerpen Joni dan Doni bangun pagi-pagi, lalu dengan bersemangat pergi ke kampus untuk ujian skripsi. Sedihnya, sebelum dan sesudah ujian, tidak ada seorang teman pun yang membalas SMS dan menjawab panggilan telepon mereka. Padahal Joni dan Doni butuh disemangati, diberi selamat kalau lulus dan dihibur jika belum lulus. "Percayalah, hal yang paling menyakitkan di dunia bukan saat kita lagi sedih banget tapi nggak ada satu pun teman untuk berbagi. Hal yang paling menyakitkan adalah saat kita lagi happy banget justru nggak ada satu pun teman untuk membagi kebahagiaan tersebut. Tapi ada yang lebih celaka lagi, yaitu ketika kita justru senang banget pas lihat teman susah, dan sebaliknya terasa susah banget di hati pas lihat teman lagi senang. Hiks!" (hlm. 156).

"Dalam setiap kesempatan putaran nasib selalu terjadi tiga kemungkinan. Paralel, bergerak serentak," tulis Tere Liye dalam cerpen Lily dan Tiga Pria Itu (hlm. 167). Itulah yang terjadi dalam hidup seorang gadis pada satu kesempatan dalam hidupnya di sebuah pagi musim gugur. Saat itu, ia sedang duduk di sebuah kafe di tengah-tengah taman salah satu kota terindah di dunia dan ada tiga pria dengan penampilan berbeda menawarkan cinta. Dengan ketiga pria itu, si gadis memiliki tiga kemungkinan bagi masa depannya. Apakah si gadis yang mungkin bernama Lily itu (dalam cerita namanya tidak disebutkan) akan memilih salah satunya? Yang jelas, 20 tahun kemudian, ketiga pria itu kembali berada di kota itu walaupun si gadis telah tiada. Tapi, apakah memang satu pusaran nasib selalu hanya memiliki tiga kemungkinan?

Berbagai definisi cinta sejati yang disampaikan kakeknya pada waktu Zalaiva masih kanak-kanak begitu indah sehingga Zalaiva sangat menginginkan cinta. Bertahun-tahun kemudian, setelah dewasa dan menjadi pedansa terkenal, tokoh dalam cerpen Pandangan Pertama Zalaiva ini akan bertemu dengan cinta sejatinya. Akan tetapi, secara berbarengan, ia juga akan menyadari definisi cinta sejati kakeknya tidak semuanya benar. Hanya ada satu yang bisa ia akui kebenarannya: tidak memerlukan mata untuk memandang cinta sejatimu. 

Cerpen manis dan sendu tentang Zalaiva diikuti cerpen menggemaskan berjudul Antara Kau dan Aku. Cerpen penutup dalam koleksi Berjuta Rasanya ini berkisah tentang seorang pemuda dan seorang gadis yang bekerja di sebuah kantor yang sama yang diam-diam saling jatuh cinta. Sayangnya, Azhar, sang pemuda, terlalu pasif dan tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya. Dahlia, sang gadis, telah mencoba membuka peluang tapi tidak pernah direspons positif oleh Azhar. Anehnya, ketika pemuda lain beraksi memikat Dahlia, Azhar mengeluh, "Cinta memang tak pernah adil." (hlm. 204). Ah, dasar Azhar pecundang tolol!

Semua cerpen dalam koleksi cerpen ini memiliki keunikan tersendiri. Tere Liye tidak hanya memanfaatkan tema cinta semata-mata dan kalaupun bertemakan cinta, cerpen yang ditulisnya tidak berkurang daya tariknya. Hanya saja, dalam koleksi cerpen ini ada cerpen yang terlalu bernuansa teenlit semisal Bila Semua Wanita Cantik; Hiks, Kupikir Kau Naksir Aku, dan Cinta Zooplankton. Tidak ada salahnya sebenarnya, tapi mungkin tidak akan disukai pembaca tertentu. Terlepas dari itu, semua cerpen dalam koleksi ini ditulis dengan bahasa yang renyah dan enak dibaca. Sehingga tidak mengherankan, membaca cerpen-cerpen yang umumnya memiliki ending yang mengejutkan ini, menjadi sebuah pengalaman yang berjuta rasanya. 


2 comments:

orybun said... Reply Comment

aku jg lg baca Tere Liye, tp bukan yg ini. hehehh

Jody said... Reply Comment

Berjuta Rasanya buku Tere Liye keempat kalo ga salah yg pernah aku coba baca. Cerita2nya sederhana dan mudah dicerna.

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan