13 December 2012

Harem


Judul Buku: Harem (Harem Sang Sultan)
Penulis: Colin Falconer
Penerjemah: Fahmy Yamani
Penyunting; Adi Toha
Tebal: 720 hlm; 14 x 20,5 cm
Cetakan: 1, Agustus 2012
Penerbit: Serambi


 

Suleiman yang Agung dikenal sebagai sultan yang menduduki tampuk pemerintahan pada masa kejayaan Kesultanan Utsmani. Ia menjadi sultan untuk menggantikan ayahnya, Selim Khan, pada tahun 1520 dan berkuasa sampai saat kematiannya, 5 September 1566. Suleiman yang Agung juga dikenal sebagai pendobrak tradisi yang menyatakan bahwa seorang sultan tidak bisa menikah. Perempuan yang berhasil memaksa Suleiman untuk mengikatkan diri dalam pernikahan adalah Roxelana atau Russelana.

Sebelum Russelana, Suleiman hanya mempunyai satu perempuan yang  dijadikannya haseki atau selir, yaitu Gülbehar. Gülbehar dikenal sebagai perempuan paling cantik dalam sejarah Utsmani. Perempuan berambut cokelat dan bermata hijau ini memberikan Suleiman seorang putra, Mustafa. Mustafa adalah Shahzade, satu-satunya anak yang akan menjadi sultan berikutnya. Sebuah kenyataan yang tidak merusuhkan hati Suleiman mengingat sejarah Utsmani yang berlumuran darah. Saat Suleiman diangkat menjadi sultan, ayahnya terpaksa membunuh semua saudara lelakinya agar tidak mendapatkan batu sandungan dari dalam keluarga.

Posisi Gülbehar (dalam bahasa Turki berarti Mawar Musim Semi) tidak tergoyahkan hingga Russelana mulai menebarkan ambisinya. Mantan budak itu berhasil menyingkirkan Gülbehar sebagai perempuan kesayangan Suleiman setelah terjadi pertengkaran di antara mereka. Russelana akan memberikan Suleiman lebih dari satu anak, tiga anak laki-laki yaitu Selim, Bayezid, si cacat Cehangir, dan Mithrimah, seorang anak perempuan. Tapi tetap saja, Mustafa yang akan menjadi sultan berikutnya, bukan salah satu dari ketiga anak laki-laki Russelana. Bila Mustafa yang benar-benar menjadi sultan berikutnya, Russelana percaya nasibnya dan nasib anak-anaknya akan berada di ujung tanduk. 

Harem (Harem Sang Sultan) adalah novel historis karya Colin Falconer, yang mengangkat kehidupan Suleiman yang Agung, kisah cintanya dengan Gülbehar dan Russelana, serta kehidupan anak-anaknya. 
 
Konflik dimulai saat Hürrem dimunculkan. Ia seorang gadis Ukraina yang cantik, berkulit pucat, bermata hijau, dan berambut merah. Setelah menjadi salah satu penghuni harem, ia terperangkap dalam kebosanan. Sultan tetap mempertahankan  Gülbehar  sebagai haseki, dan itu berarti tidak ada tempat para gadis harem lainnya, termasuk Hürrem. Maka, ia pun bertekad mengubah kondisinya saat itu, mencari jalan masuk ke dalam kamar tidur Suleiman. Sejak tekadnya mengeras, ia berubah menjadi perempuan jahat dan licik yang tidak ada bandingannya. Di tempat di mana tidak ada seorang pun laki-laki diperkenan masuk kecuali sultan sendiri, Hürrem melihat peluang untuk memanfaatkan Kapi Aga, si Kasim Kulit Putih. Ia segera melancarkan rayuan sekaligus ancaman yang membuat Kapi Aga terpojok dan mau tidak mau harus berusaha mendukung ambisi Hürrem. Jalan Hürrem menuju kamar tidur Suleiman pun terbuka lebar. Valide Sultan (Ibu dari Sultan) berhasil dihasut untuk mengecam kehidupan Suleiman dengan Gülbehar yang hanya mempunyai satu anak.  

Jika dipanggil sultan untuk melayaninya di tempat tidur, secara otomatis kehidupan si gadis harem akan mengalami perubahan. Ia akan mendapatkan kedamaian dan tunjangan hidup sendiri sebagai iqbal. Hanya saja, menjadi iqbal bukanlah tujuan akhir Hürrem. Ketika Suleiman tidak lagi mengundangnya ke tempat tidur, Hürrem memutuskan segera bertindak. Siapa lagi yang dipilihnya untuk membuat dirinya hamil selain Kapi Aga? Hürrem pun hamil, dan menjadi kadin kedua. Sebagai perempuan pilihan sultan, Hürrem memberikan Suleiman pengalaman seksual yang selalu menggairahkan. Selanjutnya, di atas tempat tidur, mereka tidak hanya bercinta tapi juga membicarakan masalah politik dan berbagai kebijakan Suleiman. Hubungan Hürrem dan Suleiman menjadi jauh lebih kuat dibandingkan hubungan Gülbehar dengan Suleiman. Apalagi setelah Hürrem berhasil membuat Suleiman murka pada Gülbehar dan akhirnya mengasingkan perempuan cantik itu. 

Konflik tidak pernah surut karena pemicunya tidak pernah berdiam diri. Setelah menjadi satu-satunya kadin, Hürrem tetap tidak merasa puas. Ia masih punya dua obsesi: menjadikan dirinya istri Suleiman dan salah satu anak kandungnya sebagai calon sultan. Obsesi yang pertama tidak terlalu sukar untuk direalisasikan berkat tabiatnya yang licik dan manipulatif. Tapi obsesi kedua bukan hal yang gampang dicapai. Tidak ada jalan lain yang harus ditempuh selain mengusahakan kematian Mustafa. Padahal Mustafa seorang pangeran yang baik hati dan bijaksana. Mustafa telah bertekad menghindari pertumpahan darah anggota keluarga bila diangkat menjadi sultan.

Sementara itu, di Venesia, Italia, Abbas Mahsouf, pemuda Moor yang tampan, jatuh cinta pada pandangan pertama tatkala melihat Julia Gonzaga di sebuah gereja. Cintanya tidak mendapatkan respons positif dari Antonio, ayah Julia, yang hendak menikahkan putrinya dengan laki-laki uzur. Ludovici Gambetto, sahabat Abbas, menjadi saksi bagaimana cinta Abbas berkembang menjadi sesuatu yang membahayakan hidupnya sendiri. Abbas diculik oleh orang sewaan Antonio, dirusak wajahnya, dikebiri, kemudian dijual sebagai budak di Istanbul.

Lama setelah kejadian itu, Julia pun menikahi Serena, laki-laki renta yang diinginkan Antonio. Sekian lamanya hidup bersama, Julia tetap seorang perawan yang tidak pernah ingin disentuh suaminya. Saat Serena pergi ke Siprus dan Julia diminta menyusulnya, kapal yang ditumpangi Julia diserang bajak laut Turki. Julia ditangkap, dibawa ke perdagangan budak, kemudian dijual ke dalam harem Suleiman yang Agung. Di sana, Julia mengalami gegar budaya begitu menyaksikan ketelanjangan perempuan dan lesbianisme menjadi sesuatu yang lumrah dipertontonkan. Selanjutnya, sebelum takdir membawanya ke atas tempat tidur Suleiman di Istana Topkapi, ia terlibat hubungan sejenis dengan gadis harem lain, Sirhane dari Suriah. 

Diam-diam ada seseorang yang sedang mengamati gerak-gerik Julia di dalam harem. Orang itu tidak ingin Julia melayani Suleiman di atas tempat tidurnya. Ia bertekad mengeluarkan Julia dari harem sekaligus menjauhkannya dari persaingan para gadis harem. Keinginannya seolah-olah tidak akan terwujud manakala sultan akhirnya memilih Julia untuk menghangatkan tempat tidurnya.

Atas campur tangan Hürrem yang tidak ingin disaingi perempuan manapun, Julia gagal memuaskan Suleiman. Gairah sang sultan untuk menyetubuhi gadis Italia itu gembos. Marah karena kegagalan ereksinya, Suleiman mengeluarkan perintah untuk mencebur Julia ke dalam Selat Bosphorus. Orang yang diam-diam mengamati gerak-gerik Julia dengan saksama melihat kesempatan untuk memberikan Julia kebebasan. Tanpa disadarinya, Hürrem mengetahui semua yang dilakukannya, dan menjadikan rahasia orang itu sebagai senjata fatal yang memaksanya tunduk pada setiap perintah Hürrem .

Tentu saja, Harem tidak sekadar memunculkan konflik dan intrik asmara seputar kehidupan Suleiman yang Agung. Masih ada tokoh-tokoh lain yang dimunculkan untuk membuat plot kisah dalam novel ini semakin rumit dan menarik untuk diikuti tanpa peduli pada ketebalan bukunya. Semakin lama, seiring perguliran plot, Suleiman yang Agung digambarkan mulai merasa jenuh dengan perannya sebagai pemimpin perang dengan alasan eksistensi Utsmani dan nama Allah. Hürrem pun kian ganas menyingkirkan semua hambatan yang merintangi obsesinya menjadi Valide Sultan. Pembunuhan demi pembunuhan terjadi dan darah membasahi sejarah kehidupan Suleiman yang Agung, termasuk darah yang mengalir dari pembuluh darah anak-anaknya. Di antara semua kerunyaman yang terjadi, Abbas Mahsouf dipaksa kembali ke masa lalunya ketika dendam kesumat dalam dadanya mendapatkan kesempatan dituntaskan dengan kemunculan Antonio Gonzaga di Istanbul.

Apakah Abbas akan mendapatkan kesempatan untuk memiliki gadis yang sangat dicintainya dalam keadaannya sebagai kasim? Ataukah nasib mempunyai rencananya sendiri? Tahun-tahun telah berlalu, Abbas yang muda dan tampan telah tiada. Ia menjelma manusia tambun yang terjebak dalam panasnya konspirasi dan intrik politik Kesultanan Utsmani.

Pertanyaan berikutnya adalah: apakah Hürrem bisa mewujudkan obsesinya untuk menjadi Valide Sultan? Sementara usianya semakin bertambah dan kecantikan wajah serta kemolekan tubuhnya memudar, ia memutuskan menghukum Suleiman dengan pengungkapan rahasia jahat yang mendekam dalam jiwanya yang sekarat. 

Adalah kesempatan yang jarang bisa membaca novel luar biasa seperti Harem. Saya berani menyatakan bahwa  novel ini adalah salah satu magnum opus dari Colin Falconer. Saya belum pernah membaca novel-novel lain yang ditulisnya sehingga tidak bisa membuat perbandingan, tapi saya percaya cara menulis sedahsyat yang diperagakannya di sini diterapkannya dalam semua novelnya. Ia berhasil menyusup masuk ke dalam relung-relung Istana Topkapi dan Eski Sarayi, memotret dengan jujur apa yang terjadi di dalamnya, kemudian menguraikannya bagi pembaca. Sejarah Utsmani digerataki hingga memunculkan spekulasi terkait apa sebenarnya yang terjadi pada pemerintahan Suleiman yang Agung. "Buku ini berupa kisah fiksi hanya karena isinya berspekulasi tentang kenapa berbagai peristiwa berlaku seperti yang telah terjadi. Mungkin cerita ini sepenuhnya fiksi, mungkin juga tidak. Orang-orang yang tahu apa yang sesungguhnya terjadi sudah lama mati," katanya (hlm. 716).

Selama membaca novel ini, ketebalannya seakan-akan terlupakan, karena penulis berhasil menetaskan kisah  dengan plot yang bergerak cepat dan dikendalikan dengan matang. Setiap intrik, setiap kejahatan, setiap pengungkapan, setiap ketegangan yang berceceran sepanjang plot, terus memaksa saya untuk meneruskan pembacaan. Saya memberi apresiasi yang tinggi bagi penerjemah dan penyunting yang telah melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Untuk novel segemuk Harem, mereka boleh dikatakan berhasil menihilkan kalimat-kalimat rancu yang mengganggu keasyikan membaca. Saya tidak pernah merasa bosan sehingga harus menunda pembacaan sebelum kalimat terakhir benar-benar tuntas dibaca. 
 
Karakterisasi adalah elemen yang sangat berhasil dikemas oleh sang penulis. Hampir semua karakter yang ada, baik faktual maupun fiktif, dipersiapkan dengan brilian. Seingat saya, tidak ada karakter yang kedodoran meskipun mereka harus berkembang melewati beratus-ratus halaman novel. Siapa karakter yang menjadi juara dalam novel ini? Saya kurang bisa menyukai Suleiman yang Agung, saya bersimpati pada Mustafa yang bernasib apes karena bertabiat terlalu baik, saya berempati pada Abbas yang malang.  Saya gemas pada Hürrem alias Russelana yang licik dan mampu mengecundangi semua laki-laki di sekitarnya dengan menghalalkan segala cara. Tapi saya rasa, tanpa perempuan bernama asli Alexandra Anastasia Lisowska ini, tanpa kejahatan dan dendam kesumatnya, tanpa masa lalunya -sekalipun kita dengan gampang akan membencinya, Harem tidak akan hadir segemilang ini. 

Colin Falconer -bernama asli Colin Bowles- dilahirkan di London, Inggris, pada tahun 1953. Ia pindah ke Australia pada usia dua puluhan, dan menekuni berbagai pekerjaan. Sopir taksi, gitaris, karyawan agen perjalanan, wartawan lepas dan penulis skenario drama radio dan televisi adalah masa lalunya. Selain Harem, ia juga telah menerbitkan novel lain seperti Cleopatra (When We Were Gods), Anastasia, Silk Road, dan Opium Series  (terdiri dari Opium, Air Opium, Chasing the Dragon, The Eye of the Tiger, dan Godless). Seraglio, sekuel dari Harem, akan melengkapi kisah mengenai Suleiman yang Agung. 






                    


  

* Sumber foto: Situs Penulis & Wikipedia


7 comments:

Dian Novita said... Reply Comment

minta e-booknya doong... boleh nggak???

mezzalunna said... Reply Comment

sama Minta e-booknya jg boleh nda?

nurie wila said... Reply Comment

Jd pgn tau buku nya nyari sejakarta ga ada...di online juga ga nemu....kmrn sampe ngobrol sma penerbit nya dipameran blm ada niat cetak ulang haduh bagi2 donk kl ada...

nurie wila said... Reply Comment

Jd pgn tau buku nya nyari sejakarta ga ada...di online juga ga nemu....kmrn sampe ngobrol sma penerbit nya dipameran blm ada niat cetak ulang haduh bagi2 donk kl ada...

nurie wila said... Reply Comment

Jd pgn tau buku nya nyari sejakarta ga ada...di online juga ga nemu....kmrn sampe ngobrol sma penerbit nya dipameran blm ada niat cetak ulang haduh bagi2 donk kl ada...

Elliza Titin Gumalasari said... Reply Comment

Teman- ebooknya segera dibuatkan, silahkan cek digoogle books ya

Dua Wanita said... Reply Comment

ini ambil dari buku mana ya... keliatan nya cerita bagus

www.duawanita.com

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan