10 December 2012

Christmas Eve at Friday Harbor


Judul Buku: Christmas Eve at Friday Harbor
Penulis: Lisa Kleypas (2010)
Penerjemah: Endang Sulistyowati
Tebal: 332 hlm; 11 x 18 cm
Cetakan: 1, Juni 2011
Penerbit: Dastan Books


 




Mark Nolan tidak percaya keajaiban, termasuk keajaiban Natal.  Ia merayakan Natal terakhir kali pada usia empat belas tahun. Kedua orangtuanya yang selalu terlibat percekcokan menghancurkan semangat Natal dalam diri Mark dan ketiga saudaranya. Selain itu, mereka memberikan contoh betapa mengerikannya sebuah pernikahan sehingga Nolan bersaudara tidak bersemangat mengikatkan diri dalam pernikahan. Alex -adik Mark- mencoba masuk dalam kehidupan pernikahan, tapi tidak mampu menjalankan dengan baik. Adik Mark yang lain, Sam, lebih asyik bermain-main dengan asmara. Mark sendiri, meskipun menjalin hubungan cinta dengan Shelby Daniels, lebih menikmati kelajangannya. Victoria, adik perempuan Mark satu-satunya, bahkan memiliki seorang anak perempuan tanpa menikah. 
 
Sebagai lajang, anak tidak masuk dalam hitungan Mark. Ia sama sekali tidak punya kualifikasi apapun untuk mengasuh seorang anak. Tapi pada suatu ketika, mau tidak mau ia mesti menerima Holly, anak perempuan Victoria yang berusia enam tahun, dalam kehidupan lajangnya. Hanya dirinyalah yang bisa diandalkan Victoria untuk merawat Holly, setelah ia tewas dalam sebuah kecelakaan mobil. Sulit bagi Mark, tapi satu permintaan Victoria menyentuh hatinya: Mulailah dengan mencintai Holly. Sisanya akan mengikuti (hlm. 16). 
 
Mark pun meninggalkan kondominiumnya di Friday Harbor (sebuah kota di San Juan County, Washington) karena merasa tempat itu tidak cocok bagi Holly, kemudian pindah ke rumah pedesaan bergaya Victoria di perkebunan anggur milik Sam. Rumah itu masih membutuhkan perbaikan, namun memiliki tempat yang cukup untuk tempat tinggal Holly. Mark telah memutuskan akan menjadi pemandu bagi Holly, menjadikan dirinya ayah bagi anak itu, dan tidak akan mengulang kesalahan ayahnya sendiri. Sekalipun Holly seorang anak perempuan, dan membisu sejak mengetahui kematian ibunya. 


 
Pada bulan keenam kebisuan Holly, Mark mengajaknya ke Magic Mirror, toko mainan yang terletak di Spring Street. Toko itu milik Maggie Conroy, perempuan berambut merah yang masih muda dan cantik. 
 
Sesungguhnya, Maggie bukanlah perempuan lajang. Ia datang ke Friday Harbor dari Bellingham, hampir dua tahun setelah kematian  suaminya. Kesedihan karena ditinggalkan laki-laki yang dicintainya belum meredup, sehingga Maggie tidak lagi berniat terlibat dalam hubungan romantis. Bagi Maggie, cukup sekali saja ia menjalani kehidupan pernikahan dan tidak ada keinginan untuk mengulang kembali. Itulah sebabnya ia datang ke Friday Harbor, kota di mana setengah penduduknya berusia lebih dari 45 tahun. 
 
Maggie adalah seorang perempuan yang percaya pada keajaiban. Ia memiliki keyakinan bahwa anak-anak membutuhkan permainan dan imajinasi. Itulah sebabnya ia membuat rumah peri yang ditempelkannya di dinding toko dan menciptakan kisah mengenai peri yang mendiami tempat itu. Holly, yang awalnya terlihat mencoba melindungi diri, secara tiba-tiba mulai membuka dirinya. Ada kesamaan dalam diri mereka: telah merasakan sakitnya kehilangan orang yang dicintai. Saat Maggie memberikan Holly sebuah kerang yang disebutnya kerang ajaib, Holly menemukan kembali suaranya dan bisa berbicara. Kendati tidak percaya keajaiban dan bertekad membesarkan Holly dengan cara menjauhkannya dari hal-hal yang tidak nyata, Mark terperanjat menyaksikan kejadian itu. 
 
Sementara itu, diam-diam, Holly menulis surat kepada Santa, surat berisikan harapan terjadinya keajaiban baginya di musim Natal. 



Dear Santa
Aku hanya ingin satu hal tahun ini
Seorang ibu
Jangan lupa sekarang aku tinggal
di friday harbor.
terima kasih

love
Holly 


Ketika menemukan surat Holly, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Mark merasakan patah hati. "... bukan patah hati yang menyedihkan atau yang berkenaan dengan hubungan percintaan, tapi patah hati karena hatinya terbuka. Ia tidak pernah tahu perasaan ini sebelumnya, saat ia merasakan dorongan kuat untuk memberikan segenap kebahagiaan pada orang lain yang sangat berarti baginya." (hlm. 97). Maka Mark berjanji dalam hatinya akan mencarikan seorang ibu yang sempurna untuk Holly. 
 
Setelah pertemuan pertama di toko mainan itu, rangkaian pertemuan selanjutnya akan membuat Mark dan Maggie semakin saling mengenal. Kekaguman  yang tumbuh pada pandangan pertama berangsur-angsur menjadi cinta. Pertanyaannya: siapakah yang akan menjadi ibu bagi Holly?  Shelby, si cantik yang mencintainya? Atau Maggie, yang terus-menerus menghindar dari komitmen? Yang jelas ukurannya cuma satu bagi Mark: "...jika tidak tepat untukku, maka tidak akan tepat juga untuk Holly." (hlm. 257). 
 
Christmas Eve at Friday Harbor adalah novel pertama yang ditulis Lisa Kleypas untuk Seri Friday Harbor. Selanjutnya, Kleypas telah menerbitkan Rainshadow Road, Griffin Bay, dan Dream Lake. Novel ini mutlak adalah novel romantis. Sebagaimana yang sudah diketahui, kisah-kisah romantis mempunyai ruang gerak yang terbatas untuk pengembangan. Setiap novel romantis yang diterbitkan saat ini hanya merupakan repetisi dari kisah-kisah yang pernah ditulis. Oleh sebab itu, diperlukan kepiawaian seorang penulis untuk menghadirkan kisah romantis yang tidak membosankan dibaca dan terlupakan begitu saja setelah ditamatkan. Lisa Kleypas, yang telah menulis banyak novel romantis, adalah jaminan lahirnya sebuah novel yang ditulis tanpa banyak kerumitan tapi menyentuh hati di sana-sini. Kendati mengusung kisah romantis, ada nuansa kekeluargaan dan kasih sayang antar anggota keluarga yang melekat secara tepat sehingga membuat novel ini menjadi berkualitas. Momen Natal yang penuh keajaiban dijadikan sandaran yang kokoh guna membingkai kisah sederhana yang manis yang cukup menggemaskan dan menimbulkan keharuan di bagian pamungkas. 

 
Secara umum, meskipun alur dan ending-nya gampang ditebak, Chrismas Eve at Friday Harbor adalah novel menarik yang berhasil mendedahkan harapan akan keajaiban Natal. Karenanya, tidak mengherankan jika novel ini kemudian diadaptasi ke dalam film oleh Hallmark Hall of Fame Production untuk meramaikan musim Natal 2012. Film ini ditayangkan perdana pada 9 Desember 2012 dengan judul Christmas with Holly. Sean Faris berperan sebagai Mark Nolan, Eloise Mumford sebagai Maggie,  Alex Payton-Beesley sebagai Shelby, dan si kembar Lucy dan Josie Gallina bergantian memerankan Holly.  

 
 

Jujur, saya patah hati setelah menamatkan novel ini. Lisa Kleypas adalah penulis kisah-kisah romantis yang terbiasa mengumbar adegan seks yang cukup gamblang dalam novel-novelnya. Bagi saya, selama diperlukan, adegan seks tidak mengganggu. Tapi adegan seks menjelang berakhirnya novel ini sesungguhnya tidak perlu, tidak pada tempatnya, dan benar-benar dipaksakan. Seolah-olah, tanpa menyelipkan adegan seks novelnya tidak akan berhasil. Christmas Eve at Friday Harbor sekali lagi benar-benar novel romantis, tapi mengandung harapan akan keajaiban Natal. Oleh sebab itu, tidak usah dinodai dengan adegan seks yang bila dihilangkan tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada keseluruhan cerita.



Dear Santa
terima kasih karena telah membuat keinginanku menjadi nyata.

love
Holly










  
Catatan:
* Saya bukan penggemar Lisa Kleypas
** Novel ini dibaca dalam rangka menyambut Natal 2012. 

0 comments:

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan