29 April 2013

Always be in Your Heart



Judul Buku: Always be in Your Heart
Pengarang: Shabrina Ws
Penyunting: HP Melati
Tebal: 236 hlm; 18 cm
Cetakan: 1, Februari 2013
Penerbit: Qanita



 

Sejarah terlepasnya Timor Timur (Timtim) dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dimulai dari surat yang dikirimkan Perdana Menteri Australia John Howard kepada Presiden BJ Habibie pada Desember 1998. Surat itu melahirkan gagasan dalam benak BJ Habibie untuk melepaskan Timor Timur dari NKRI. Pada April 1999, Habibie mencetuskan gagasan lain, yaitu referendum untuk mengetahui kemauan warga Timtim, apakah tetap berintegrasi atau memisahkan diri dari NKRI. Referendum akhirnya baru terlaksana pada 30 Agustus 1999 disusul dengan meletusnya kerusuhan di berbagai tempat dan terjadinya eksodus besar-besaran warga Timtim. Hasil referendum diumumkan pada 4 September 1999, di mana kemenangan diraih oleh kelompok pro-kemerdekaan Timtim. Pertikaian berdarah tidak terelakkan lagi terjadi di antara kelompok pro-kemerdekaan dan pro integrasi. Setelah lebih dari sebulan masa-masa genting, akhirnya pada 31 Oktober 1999 Timtim secara resmi terlepas dari NKRI. Meski memiliki arti yang sama, Timor Timur kemudian berganti nama menjadi Timor Leste. 

Pada malam 31 Agustus 1999, setelah kerusuhan pecah di Ermera, tepatnya di Kecamatan Atsabe dan Kota Gleno, Marsela, putri pemilik kebun kopi, meninggalkan Ermera. Ia pergi bersama ayahnya mengikuti eksodus ke wilayah NKRI sebagai pro-integrasi. Meninggalkan Ermera berarti meninggalkan Juanito, sahabat semenjak kecil yang setelah dewasa berubah menjadi calon suami. Ayah Juan yang pro-kemerdekaan Timtim tidak mengizinkan Juanito  mengungsi bersama Marsela. Tapi, sebelum berpisah, Juanito berjanji akan menyusul Marsela.

Sepuluh tahun telah berlalu, ternyata Juanito tidak pernah menyusulnya ke tepian Sungai Talau. Ayah Marsela telah meninggal dan Marsela harus bekerja sendiri mengumpulkan pasir dari Sungai Talau. Untunglah ada Randu, laki-laki yang dekat dengan ayah Marsela. Ia menawarkan persahabatan dan pekerjaan. Ayah Marsela memang telah meminta Randu untuk menjaga Marsela sepeninggalnya. Dan Randu berusaha menjalankan amanat Mario dengan sebaik-baiknya. Kedekatan yang terjalin di antara mereka semestinya menyadarkan Marsela akan perasaan Randu. Tapi, setelah sepuluh tahun berpisah dengan Juan, ia belum bisa menghalau cintanya pada laki-laki itu. Bahkan, demi cintanya, ia bertekad kembali ke bumi Lorosa'e untuk mencari Juan. 

Apakah ia akan bertemu kembali dengan Juan? Ataukah sudah takdirnya menerima cinta Randu yang tak pernah menyatakannya dengan kata-kata melainkan dengan tindakan?
 
Mencarimu, menuruni lembah di Ermera
dan berlari membelah kebun kopi
aku melawan arah angin
yang menampar-nampar sabana
dan stepa yang menguning
Lalu, aku berdiri di sini, di tepi Sungai Gleno
Menulis puisi tentang tanah kita
Tentang mimpiku,
tentang mimpimu
tentang kita
tentang
secangkir kopi Ermera
dan
rasa yang tersimpan

(Di Tepi Sungai Gleno: hlm. 107-108 kemudian diulang di hlm.185)


Always be in Your Heart (Pulang Ke Hatimu) adalah novel romansa karya Shabrina Ws yang meraih penghargaan sebagai pemenang ketiga dalam Lomba Penulisan Romance Qanita tahun 2012. Novel ini memanfaatkan formula yang sama dengan novel pemenang pertama, Seven Days karya Rhein Fathia, yaitu cinta segitiga. Tapi novel ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki Seven Days yaitu memanfaatkan seting sejarah terlepasnya Timtim dari NKRI. Shabrina secara jitu memanfaatkan momen sejarah tersebut dengan menciptakan hubungan cinta yang terpaksa dipisahkan karena kegentingan situasi. Menariknya, meskipun keluarga Marsela dan Juan memiliki pilihan berbeda mengenai nasib Timtim, Shabrina membuat hidup mereka bisa berdampingan akur. Tidak heran ketika meninggalkan Ermera, ayah Marsela menyerahkan kebun kopinya kepada keluarga Juan.

Keputusan memanfaatkan salah satu seting sejarah ini tentu saja layak diapresiasi. Hanya saja, Shabrina terkesan sekadar menjadikan peristiwa sejarah itu sebagai panggung bagi drama percintaan yang diciptakannya. Ia tidak membeberkan problematika berdurasi panjang yang menyebabkan terlepasnya Timtim dari NKRI yang kemudian berdampak pada hubungan cinta Marsela dan Juan. Padahal, seandainya ia melakukannya, Always be in Your Heart akan menjadi salah satu kisah historical romance karya penulis Indonesia yang patut diperhitungkan.

Tapi bisa jadi, eksplorasi yang lebih gamblang mengenai sejarah itu memang tidak bisa dilakukan Shabrina dengan leluasa. Karena mau tidak mau, ia mesti menyesuaikan isi novelnya dengan ketentuan jumlah halaman yang telah ditetapkan penyelenggara lomba.

Meski masih bermuatan kalimat-kalimat yang tidak terlalu sedap dibaca, tidaklah sulit menamatkan novel ini. Selain jumlah halaman yang tidak banyak, Shabrina mampu menggulirkan kisahnya dengan lancar. Kisah dua ekor anjing yang saling menyayangi melipatgandakan keharuan yang muncul selama pembacaan.


Tentang Pengarang:

 
Shabrina Ws adalah pseudonim dari Eni Wulansari. Buku-bukunya yang sudah diterbitkan adalah PING! A Message from Borneo (novel duet dengan Riawani Elyta, pemenang pertama lomba 30 hari 30 buku Bentang Pustaka 2011), Kerlip Bintang-Bintang (novel remaja, 2004), Sketsa Negeri Para Anjing (kumpulan cerpen, 2006), Pelari Cilik (novel anak, 2010), Petualangan Ciki Kelinci (novel fabel, 2010) dan Sakti dan Sapi Rebo (novel anak, 2011).  





Catatan: Novel ini dibaca dalam rangka Baca Bareng BBI April 2013 untuk buku-buku bertema perempuan atau buku-buku yang ditulis oleh perempuan, untuk merayakan Hari Kartini.



6 comments:

Tezar said... Reply Comment

tak banyak yah novel yang berseting pelepasan TImtim dari RI. Patut diacungi jempol buat penulisnya yang bisa memanfaatkan peristiwa tersebut ke dalam novelnya

Jody said... Reply Comment

Itulah sebabnya novel ini menang lomba :)

astrid said... Reply Comment

Oww..kayaknya karya2nya sering mengupas budaya dan sejarah Indonesia ya...yang Borneo juga tentang isu lingkungan di Indo kan...

Jody said... Reply Comment

Sayang sekali aku belum baca Borneo :)

octacintabuku said... Reply Comment

Setting di Timtim? Wah, ini baru berita fiksi yang bagus. Pengin segera baca

Jody said... Reply Comment

@octacintabuku:

Ayo dicoba, dan selamat membaca :)

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan