02 April 2013

The Casual Vacancy




Judul Buku: The Casual Vacancy 
Pengarang: J. K. Rowling
Penerjemah: Esti A. Budihabsari, Andityas Prabantoro, Rini Nurul Badariah
Tebal: 596 hlm; 25,5 cm
Cetakan: 1, November 2012
Penerbit: Qanita


 










Kekosongan Jabatan (casual vacancy) dianggap terjadi:
a) ketika seorang anggota dewan tidak bisa hadir untuk menerima pelantikan jabatannya dalam kurun waktu yang sudah ditentukan; atau
b) ketika surat pengunduran dirinya disetujui; atau
c) ketika ia meninggal dunia ...
 
(Charles Arnold-Baker: Local Council Administration, Edisi Ketujuh)



 

Pagford, sebuah kota fiktif di Inggris, menjadi latar The Casual Vacancy (Perebutan Kursi Kosong), novel karya Joanne Kathleen Rowling atau lebih dikenal sebagai J.K.Rowling. Ia memulai kisahnya dengan peristiwa kematian Barry Fairbrother, anggota Dewan Kota Pagford. Barry mengembuskan napas terakhirnya di halaman parkiran restoran di klub golf saat hendak makan malam untuk merayakan ulang tahun pernikahannya dengan Mary yang kesembilan belas. Aneurisme, pecahnya pembuluh darah otak, ditetapkan sebagai penyebab kematian.

Kematian Barry menimbulkan kekosongan jabatan di Dewan Kota Pagford. Howard Mollison, Ketua Dewan Kota, sebenarnya tidak menghendaki adanya pemilihan anggota baru. Tapi ada aturan yang menyatakan bahwa ko-opsi -pemilihan anggota baru oleh anggota lama- hanya boleh dilakukan jika anggota dewan yang mengusulkan pemilihan umum tidak mencapai 9 orang. Jika ko-opsi terjadi, Howard telah menetapkan calonnya sendiri. Miles Mollison, putranya.

Seperti ayahnya, Miles Mollison yang bekerja sebagai pengacara, menginginkan jabatan yang ditinggalkan Barry. Padahal, Samantha, istrinya yang merana dan terjebak fantasi seksual dengan laki-laki muda bertubuh seksi, tidak menghendakinya. 

Selain Miles, ada dua laki-laki lain yang ingin menggantikan Barry. Laki-laki pertama adalah Simon Price, pekerja percetakan yang kerap melakukan kekerasan domestik. Ia mengabaikan Ruth, istrinya, dan menjadikan kedua anaknya, Andrew dan Paul, sebagai sasaran pelecehan dan bogem mentahnya. Tidak heran kalau Andrew, si sulung, sangat membencinya. Simon ingin menggantikan Barry karena ia mengira posisi itu akan membuka kesempatan baginnya melakukan korupsi. 

Laki-laki kedua adalah Colin Wall, wakil kepala sekolah SMA dan sahabat Barry. Ia percaya dengan menjadi anggota Dewan Kota ia telah melakukan apa yang diinginkan Barry. Dan dengan posisi ini, ia akan melanjutkan perjuangan Barry. Colin menikahi Tesa, guru pembimbing di sekolah tempatnya bekerja. Karena tidak memiliki anak, mereka mengadopsi Stuart atau yang lebih suka dipanggil Fats.  Pencalonan Colin sebagai pengganti Barry, mendapatkan persetujuan Parminder Jawanda, sahabat Barry di Dewan Kota.

Kedua anak calon anggota Dewan Kota ini, Andrew Price dan Stuart Wall, berteman baik. Mereka kerap menghabiskan waktu bersama sambil merokok, mengisap getah ganja atau sensimilla*  Berbeda dengan Andrew, kenakalan Stuart juga diwujudkannya dengan cara melakukan perundungan (bullying) pada Sukhvinder, putri pasangan dokter berdarah India, Vikram dan Parminder Jawanda.

Gara-gara perundungan Stuart Wall, Sukhvinder menjadi seorang self-harmer, menyiksa dirinya sendiri dengan menyilet lengannya berulang kali. Hidup Sukhvinder nyaris terpuruk hingga ke titik nadir kalau tidak mendapatkan tawaran persahabatan dari Gaia Bawden, teman sekolahnya. Gaia membuat Sukhvinder berusaha bangkit dan menghabiskan waktu secara positif, bekerja sebagai pelayan deli Mollison and Lowe, yang dikelola Howard Mollison dan Maureen Lowe. 

Gaia Bawden yang telah kehilangan keperawanannya pada usia dini adalah putri Kay Bawden, pekerja sosial yang meninggalkan London dan menetap di Pagford karena mengikuti kekasihnya, Gavin Hughes. Gavin bekerja sebagai pengacara di kantor yang sama dengan Miles Mollison. Setelah menetap di Pagford, Kay Bawden menyadari kalau Gavin sebenarnya tidak mencintainya dan ingin melepaskan diri darinya. Karena begitu Barry meninggal, Gavin lebih banyak menghabiskan waktunya dengan janda Barry, Mary Fairbrother.

Dalam pekerjaannya sebagai petugas Dinas Layanan Sosial, Kay mengunjungi Terri Weedon, pecandu narkoba yang tinggal di Fields. Karena tidak bisa melepaskan diri dari jerat narkoba, sebelumnya Terri telah kehilangan dua anak yang diambil pemerintah. Sekarang, ia tinggal dengan dua anaknya yang lain. Krystal yang berumur enam belas tahun, dan Robbie yang masih balita. Bila Terri ketahuan masih memakai narkoba dan tidak bisa menjadi ibu yang baik, maka pemerintah pun akan mengambil Robbie dan mengeluarkannya dari program rehabilitasi di Klinik Bellchapel. Krystal tidak menginginkan hal itu terjadi dan berusaha menciptakan kondisi yang kondusif di rumahnya. Tapi ia tidak selalu ada karena harus bersekolah, ikut tim dayung putri, dan berhubungan seks dengan anak laki-laki sebayanya.

Saat ia meninggal, masih ada perjuangan Barry Fairbrother yang belum tuntas. Yang pertama adalah mempertahankan Fields agar tetap berada dalam yurisdiksi Pagford, dan yang kedua adalah mengusahakan agar Klinik Bellchapel tetap bisa beroperasi. Klinik itu terancam ditutup karena dianggap membuang-buang uang, dan orang-orang yang menjalani rehabilitas di sana adalah penghuni Fields.

Mengapa Barry mati-matian memperjuangkan kepentingan penghuni Fields? Jawabannya adalah karena ia dilahirkan di Fields dan merasa bertanggung jawab terhadap masa depan tempat ia berakar. Siapa lagi yang akan berjuang membela Fields selain orang Fields sendiri? Sebelum kelahirannya, Fields telah memunculkan kontroversi di kalangan penduduk Pagford. Fields dibangun di wilayah Pagford oleh pemerintah kota Yarvil untuk memperluas pemukiman. Lahan di perbatasan itu dibeli dari pemiliknya dan dijadikan tempat kediaman penduduk miskin Yarvil kendati Fields berada dalam wilayah Pagford. Fields dianggap merusak keindahan dan ketenteraman Pagford. Itulah sebabnya, Howard Mollison bertekad mencerabut Fields dari yurisdiksi Pagford. Hal inilah yang kemudian membuat Dewan Kota Pagford yang beranggotakan enam belas orang terbelah ke dalam dua faksi, pro dan kontra integrasi Fields dengan Pagford.

Di tengah semangat pencalonan anggota Dewan Kota untuk menggantikan Barry Fairbrother, Pagford dihebohkan oleh pesan yang muncul di website Dewan Kota. Seseorang yang menggunakan username The_Ghost_of_Barry_Fairbrother menyerang kredibilitas Simon Price sebagai calon anggota Dewan Kota.

Pesan dari pemilik username yang sama ini tidak berhenti setelah dihapus Shirley Mollison, istri Howard yang menjadi admin website Dewan Kota. Simon Price bukanlah satu-satunya warga Pagford yang menjadi sasaran pembedahan dosa. Pertanyaannya adalah siapakah yang telah menamakan dirinya Hantu Barry Fairbrother dan memuat pesan-pesan itu di website Dewan Kota?

The Casual Vacancy adalah novel dewasa pertama yang diterbitkan J.K. Rowling. Sebelumnya,  ia telah menerbitkan tujuh seri Harry Potter yang membidik pembaca segala usia (asalkan sudah bisa membaca). Kendati ditulis dengan kepiawaian yang setara dengan pendahulunya, kali ini kita tidak akan menemukan elemen fantasi. The Casual Vacancy yang sebelumnya berjudul Responsible sebelum Rowling menemukan istilah Casual Vacancy dalam karya Charles Arnold-Baker adalah novel realis yang mengangkat kehidupan manusia beserta dengan borok-boroknya.

Awalnya, The Casual Vacancy menawarkan drama politik, kematian Barry Fairbrother dan persaingan untuk menggantikannya. Tapi ternyata, setelah itu, cerita menjalar kemana-mana. Banyak karakter dimunculkan untuk diungkapkan borok-borok kehidupannya. Maka kita pun akan menemukan hal-hal seperti kekerasan domestik, kenakalan remaja, seks di kalangan remaja, perselingkuhan, pecandu narkoba, prostitusi, pemerkosaan, ketidakharmonisan hubungan orangtua-anak, pembalasan dendam, hasrat untuk membunuh, kematian, dan bunuh diri. Itulah sebabnya, The Casual Vacancy ditujukan kepada pembaca dewasa. Dan karenanya, tidak bisa dibanding-bandingkan dengan novel-novel fantasi Rowling sebelumnya.

Tidak ada karakter utama dalam novel ini karena kisah di dalamnya tidak terkonsentrasi pada satu atau dua karakter saja. Setiap karakter memainkan perannya sendiri, menciptakan kisahnya sendiri, yang kemudian saling terkait karena berada di tempat yang sama: Pagford.

Kita akan antipati pada Simon Price karena ia menyiksa istri dan anak-anaknya dengan perkataan dan tindakannya. Orangtua macam apa yang tega-teganya menjuluki anaknya Muka Piza (bahasa Inggrisnya lebih kasar lagi: Old Pizza Face) karena wajahnya berjerawat? Atau memanggil anaknya yang bernama Paul dengan nama Pauline karena berhasil membuat anaknya itu ketakutan?  Kita juga akan sulit menaruh simpati pada Stuart Wall yang bersikap kurang ajar pada orangtuanya dan melakukan perundungan yang sangat rasis kepada Sukhvinder. Atau pada Terri Weedon yang melacur untuk mendapatkan narkoba dan kerap tidak menggubriskan anak-anaknya saat berada dalam pengaruh narkoba. Ia menciptakan kondisi yang menggiring putrinya pada kondisi mengenaskan. 

 
Tidak banyak karakter hitam-putih dalam novel ini. Sebagian besar karakter dalam novel ini memiliki kombinasi sifat baik dan sifat buruk sehingga sangat manusiawi. Saat mereka melakukan hal yang buruk atau hal yang baik, kita akan memahami mereka. Krystal Weedon, misalnya, sangat menyayangi Robbie, adiknya, dan mau melakukan apa saja untuk mempertahankannya di rumah. Tapi ia juga melakukan hal-hal buruk: bicara kepada ibunya dengan cara yang sangat kasar, menggencet teman sekolah, dan melakukan hubungan seks dengan anak laki-laki yang tertarik padanya. Atau Barry Fairbrother yang mati-matian membela dan memperjuangkan Fields dan para penghuninya. Ia melatih tim dayung putri SMA. Ia membantu Kristal Weedon. Tapi ketika melakukan kebaikan-kebaikan itu, ia mengabaikan istri dan anak-anaknya.

Meskipun hanya sebentar dimunculkan dalam keadaan hidup dan sisanya merupakan kenangan, Barry Fairbrother adalah ruh novel ini. Dialah yang mendorong lahirnya konflik di Pagford, dan setelah kematiannya, masih mempengaruhi kehidupan orang-orang yang ditinggalkannya. Dia akan tetap muncul dalam kenangan warga Pagford hingga novel ini mencapai bagian pamungkas.

Novel yang kisahnya dipecah ke dalam tujuh bagian dimana setiap bagian diawali dengan kutipan dari Local Council Administration karya Charles Arnold-Baker ini memenangkan kategori fiksi terbaik pada Goodreads Choice Awards 2012. Saat ini sedang dalam proses adaptasi oleh BBC menjadi seri drama yang kabarnya akan ditayangkan pada tahun 2014.




Catatan:

* Sensimilla: Dalam versi terjemahan ini, terjadi kesalahan penerjemahan. Melalui Fats, Rowling menjelaskan sensimilla sebagai unfertilized marijuana plant (edisi Inggris hlm. 172) yang berarti tanaman mariyuana/ganja yang tidak mengalami penyerbukan. Penerjemah Indonesia menerjemahkan sebagai mariyuana tanpa pupuk (edisi Indonesia hlm. 211). Sensimilla adalah mariyuana/ganja yang sengaja tidak diserbukkan sehingga tidak memiliki biji. Bunganya memiliki kandungan kanabinoid yang tinggi. Istilah yang tepat bukanlah sensimilla tapi sinsemilla, dari bahasa Spanyol, sin dan semilla, yang jika digabungkan berarti tanpa biji. 


2 comments:

Peri Hutan said... Reply Comment

kyaaa masih dalam antrian baca

Jody said... Reply Comment

Sudah cukup lama selesai, tapi baru dibikin review-nya. Soalnya ga gampang bikin review-nya :)

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan