30 April 2013

Close Up Interview: Mia Ayustina Prasetya








Mia Ayustina Prasetya
Dokter Gigi Anak dan Penggila Buku





Terlambat sebenarnya, tapi akhirnya saya berhasil mewawancarai target saya untuk Close-up Interview. Keterlambatan ini jelas disebabkan karena kelalaian saya. Dalam pikiran saya, posting hasil interview baru dilakukan pada 27 April 2013, padahal sesuai jadwal, 25 April 2013. Jadi, saya memang belum menyiapkan pertanyaan untuk wawancara dan pergi ke luar kota untuk tugas kantor. Sepulang dari sana, waktu buka email, baru sadar kesalahan saya. Saya juga belum menjawab pertanyaan-pertanyaan Olivia dari Balon Hijau. Untunglah masih ada sedikit waktu, dan saya berhasil merepotkan pewawancara dan yang akan saya wawancarai.

Pemilik nama lengkap Mia Ayustina Prasetya adalah pengelola blog Mia Membaca. Wanita cantik berkacamata minus ini dilahirkan pada 16 Juli dan saat ini menetap di Denpasar, Bali. Selain cantik, Mia ternyata sangat ramah. Keramahannyalah yang membuat saya bisa mengorek kehidupannya, khususnya yang berhubungan dengan kecintaan pada buku.

Pertanyaan saya, tentunya, dimulai dari buku. 


Sejak kapan Mia mulai tertarik membaca buku dan menuliskan review-nya?
Tertarik membaca buku sih sudah dari TK Mas Jody, kalau review sejak pertama kenal blog tahun 2009 tapi masih campur-campur, terus terang dulu review Mas Jody sudah sering saya lihat saat awal-awal ngeblog, pas masa-masa kubugil lagi heboh-hebohnya.

Blog buku saya dibuat terpisah sejak bergabung dengan Goodreads, karena saat itu mulai sering mereview dan sayang juga kalau tidak disimpan dalam satu blog khusus buku.

(Selain blog buku, Mia mempunyai blog pribadi, yaitu duniamia.blog.com dan blog tentang gigi di miapras.tumblr.com. Tapi keduanya jarang diapdet) 


Bagaimana cara Mia mendapatkan buku-buku yang akan dibaca?
Walau senang browsing toko buku online, datang ke buku bisa menjadi satu terapi buat saya, jadi biasanya saya langsung membeli di toko buku. Sekarang saya sangat mengurangi membeli buku dan lebih tertarik membeli buku secondhand. Ada satu lagi hobi baru saya Mas, dengan book swap, diadakan sebulan sekali, jadi kita tinggal membawa buku yang sudah kita baca dan boleh menukar dengan stok buku yang ada di lapak book swap. Seru! Kadang saya iseng menukar dengan buku yang tidak pernah saya dengar sama sekali dan ternyata bukunya bagus.


Jika mendapatkan buku dengan cara membeli, apakah ada pertimbangan-pertimbangan tertentu saat membeli buku?
Tidak ada patokan pastinya sih, walau kadang saya membeli hanya karena kavernya bagus, ada kalanya saya juga melihat berdasarkan bintang di Goodreads/Amazon dan rekomendasi dari teman.


Apakah ada target berapa banyak buku yang akan dibaca setiap bulan?
Dulu 100 buku per tahun, lama-kelamaan keteteran. Tahun ini di Goodreads saya hanya menargetkan 50 buku setahun, jadi per bulan kira-kira 4 buku, saya rasa itu sudah cukup.


Di rumah, bagaimana cara Mia menyimpan koleksi buku?
Kalau buku di mana-mana ada di sekitar kamar saya, di tas pasti ada, di tempat tidur, di rak depan dan di rak luar, akan saya sertakan foto saya di email berikutnya ya Mas.





(Sebagai sesama pembaca buku, saya tertarik menggali kebiasaan Mia membaca buku)


Saat ini kerja di mana? Apakah ada kendala yang dihadapi dalam membaca dan mereview buku karena kesibukan bekerja?
Saya dokter gigi anak sekaligus dosen, sama dengan Mas Jody :p

Berhubung program studi kedokteran gigi akan buka tahun ini, kesibukan meningkat, dulu sebulan paling tidak bisa baca 8-10 buku, tapi sekarang baca 5 dengan mereview saja sudah bagus banget.


Pernah membaca sebuah buku tapi di tengah jalan berhenti membacanya dan sampai sekarang tidak pernah menamatkannya? Kalau ada, buku apa, siapa penulisnya dan alasannya apa?
Sebisa mungkin walau membosankan saya berusaha membaca buku sampai habis, kadang di-skip yang penting jalan ceritanya masih bisa diikuti. Buku yang tidak selesai ada beberapa Extremely Loud and Incredibly Clear – Jonathan Safran Foer, entah karena terjemahannya yang kurang pas, tulisannya kecil-kecil tapi buku ini beneran bikin pusing.

Ada lagi buku-buku Young Adult dengan tokohnya yang plin-plan dan heboh sendiri soal lelaki, bawaannya pengen nabok ;p


Punya trik khusus ala Mia dalam membaca dan menikmati isi sebuah buku?
Trik khusus sih tidak ada Mas, sebisa mungkin diusahakan di tempat yang terang biar tidak menambah minus di mata saja :p Saya dulu sayang dengan buku, tidak pernah saya lipat, coret ataupun stabilo, tapi sekarang agar gampang untuk dibuat reviewnya saya mulai tega mencoret-coret :p


Biasanya seorang pembaca buku memiliki penulis-penulis favorit. Siapakah penulis-penulis favorit Mia dan mengapa mereka menjadi favorit?
 
Untuk penulis lokal saya menyukai karya Winna Efendi (walau rata-rata karakter novelnya dewasa muda, tapi saya yang sudah *uhuk* tidak muda lagi masih bisa merasakan indahnya jatuh cinta lagi kalau sedang membaca karya Winna), Agustinus Wibowo (baru membaca Titik Nol dan Selimut Debu belum habis dibaca namun gaya penulisannya yang apa adanya dan deskripsinya tentang negara-negara yang dikunjungi Agus, saya seakan ikut berpetualang bersama beliau)

Penulis luar : Jodi Picoult (drama kompleks dengan multipel POV, membuat kita melihat masalah dari banyak segi dan nikmat untuk diikuti), Sarah Dessen (alasan sama dengan Winna Efendi, topiknya biasa tapi gaya penceritaannya luar biasa)


(Selain soal buku, kebiasan membaca, dan penulis favorit, sesuai tujuan CUI, pertanyaan saya melebar ke mana-mana. Bagaimanapun, menggunakan media apa pun, saya harus bisa mengenal seorang Mia. Tapi karena Mia memang sangat ramah, tidak ada halangan bagi saya untuk mengorek lebih jauh.)


Sering kali, karena suka membaca, seseorang bisa menjadi penulis. Apakah Mia sudah pernah menulis karya fiksi? Kalau belum, apakah ada keinginan untuk menulis karya fiksi, novel atau cerpen?
Sejauh ini belum terpikir, saya jadi pembaca saja deh Mas J.


Selain membaca dan menulis review, adakah kegiatan yang tidak terkait dengan membaca yang senang Mia lakukan?
Saya penyuka serial TV, serial yang saya tunggu setiap minggunya adalah Game of Thrones yang kebetulan diangkat juga dari buku karangan G.R.R. Martin.

Hobi saya lainnya, hobi oma-oma, saya suka kristik, kalau boleh narsis sedikit, ada beberapa hasil karya saya Mas Jody ;p 






 
Satu lagi yang tidak bisa dilepaskan dari hidup saya : Anjing-anjing golden! Saya punya 3 ekor di rumah (B-dawg, Lucy dan Putri) I’m a dog person, Mas Jody.






Apa yang menjadi impian terbesar Mia dalam hidup?
Nah, ini berat pertanyaannya :D
Membahagiakan orang tua. Teeet, terlalu klise :p
Saya ingin mendirikan satu klinik gigi yang mengkhususkan di gigi anak lengkap dengan segala pernak-perniknya.


Mia kan moviefreak. Apa film favorit Mia? Siapa aktris/aktor favoritnya?
Sama seperti ditanyakan buku favorit, rada susah karena banyak.  Beberapa film kesukaan saya : Shutter Island, The Croods (ngakak-ngakak gila di bioskop), Serendipity dan Love Actually (film favorit dari jaman kuliah), terakhir sih Argo yang bikin jantung berdebar-debar ga karuan di bioskop.

Aktor : saya suka Joseph Gordon levit, ganteeng *alasan klise*  satu lagi, Kevin Spacey.
Aktris : Charlize Theron (anggun) Angelina Jolie (berasa lihat dewi) :p


Sudah menikah? :)
Jreng jreng. Kok ada pertanyaan iniii? Hahaha. Belum Mas Jody, impian saya dulu menikah umur 29-30, sekarang sudah lewat *ehem* dikit, tapi masih ada ini itu ini itu jadi belum, saya belum menikah :p


(Tidak lengkap rasanya kalau tidak bertanya soal BBI)


Sejak kapan bergabung dengan BBI? Bagaimana sampai bisa bergabung? Apa kontribusi BBI pada minat baca Mia?
Berawal dari Gtalk yang sering kami lakukan bertiga (Saya, Ana dan Ally) berniat ala kirkus review dan fokus awalnya hanya baca bareng satu buku yang sama setiap bulan, akhirnya kami menghubungi blogger-blogger buku seperti Om Tan, Ferina, Mbak Fanda, yang mana om Tan ternyata juga sudah pernah berdiskusi dengan mas Amang masalah blogger buku, sehingga terbentuklah BBI yang berlanjutlah sampai sekarang.

(Hahaha, pertanyaan ngawur. Ternyata Mia adalah salah satu penggagas berdirinya BBI)


Kontribusi, hmmm, yang jelas teman saya bertambah banyak, kegilaan saya yang diprotes orang rumah ternyata yang lain banyak yang lebih gila, minat membaca masih tetap sama sebelum dan sesudah bergabung dengan BBI.


Yang terakhir nih. Ada pesan bagi anggota BBI pada usia BBI yang kedua?
Mudah-mudahan BBI di tahun kedua semakin solid dan makin menyebarkan virus membaca kepada orang banyak dan kegiatan amal juga semakin banyak.


(Pertanyaan saya memang tidak terlalu banyak. Tapi yang penting, dengan pertanyaan ini saya bisa lebih mengenal Mia lebih jauh daripada sekadar mengunjungi blognya)


Anda ingin mengenalnya lebih jauh? Selain melalui blognya, Mia Membaca, Anda bisa menghubunginya di Twitter: @Miapras, Facebok: Mia Prasetya atau Goodreads: Mia Queen.

Terima kasih Mia untuk kesediaan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Terima kasih juga telah mengingatkan saya untuk tidak melupakan keikutsertaan saya dalam
event ini.

 
Saya tutup hasil wawancara ini dengan kutipan-kutipan buku yang menjadi favorit Mia.
 
Courage. Kindness. Friendship. Character. These are the qualities that define us as human beings, and propel us, on occasion, to greatness.” Wonder - RJ Palacio.


If there's one thing I've learned, it's this: We all want everything to be okay. We don't even wish so much for fantastic or marvelous or outstanding. We will happily settle for okay, because most of the time, okay is enough.”  Every Day - David Levithan

Everything tells me that I am about to make a wrong decision, but making mistakes is just part of life. What does the world want of me? Does it want me to take no risks, to go back to where I came from because I didn't have the courage to say "yes" to life?" - Eleven Minutes - Paulo Coelho


2 comments:

Peri Hutan said... Reply Comment

mia bacaannya keren-keren reviewnya juga singkap , padat mak jleb :D

nannia said... Reply Comment

pertama baca blog Mia dulu tentang kristik, bagus:))

rak bukunya rapii ..suka..

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan