12 February 2012

The Tourist


Judul Buku: Turis
Diterjemahkan dari: The Tourist
Pengarang: Olen Steinhauer (2009)
Format: 472 hlm; 23 cm
Cetakan: 1, April 2010
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

 



Di dalam Central Intelligence Agency (CIA) terdapat Departemen Turisme yang terdiri atas tujuh seksi, di mana setiap seksi mempekerjakan satu penyelia dan sembilan Agen Perjalanan. Setelah peristiwa 11 September 2001, diketahui jika kantor Turisme yang berada di empat lantai di Avenue of the Americas dihuni oleh tujuh puluh satu staf. Namun, departemen di bawah kepemimpinan Thomas Grainger itu merahasiakan jumlah Turis yang tersebar di seluruh dunia. Para Turis bergerak di dunia spionase untuk kepentingan Amerika Serikat. Mereka melanglang buana ibarat turis sejati, memiliki paspor dengan ribuan stempel keluar-masuk negara-negara di dunia.  Mereka bisa mempunyai banyak nama, diganti-ganti sesuai kebutuhan.

Milo Weaver, penyelia di seksi yang berkonsentrasi pada terorisme dan kejahatan terorganisir di Departemen Turisme, dulunya seorang Turis. Setelah peristiwa 11 September 2010 yang nyaris merenggut nyawanya di Venesia, Italia, ia berhenti menjadi Turis. Ia menikah dan hidup bersama istri dan seorang anak perempuannya di Brooklyn. Kendati bukan Turis lagi, Milo tetap dibayangi kegamangan bahwa sekalipun ia mengubah nama, mengubah deskripsi pekerjaan bahkan menjadi pria berkeluarga, ia tetaplah seorang Turis.

Salah satu yang menjadi target pekerjaan Milo di lantai 22 Avenue of the Americas adalah seorang pembunuh bayaran yang dikenal dengan nama Harimau. Selama 2006, Harimau dipastikan telah melakukan tiga kali pembunuhan: menlu Prancis, ketua kelompok Islam di Jerman, dan seorang pengusaha di London. Pada Juli 2007, Harimau yang bepergian dengan nama Samuel Roth tiba di Amerika Serikat dan secara mengejutkan, tertangkap di Blackdale, Tennessee.

Setelah bertemu langsung empat mata dengan si Harimau, jelaslah bagi Milo bahwa pembunuh bayaran itu datang bukan untuk membunuh. Ia datang ke Amerika Serikat untuk bertemu Milo, yang telah mengacaukan pekerjaannya di Amsterdam, enam tahun sebelumnya. Ia ingin Milo menemukan orang yang merencanakan kematiannya, membuat dirinya tertular AIDS. Nama yang ada pada Harimau adalah Jan Klausner atau di Paris dikenal dengan nama Herbert Williams, berkebangsaan Amerika. Tapi orang ini hanyalah kontak yang menyodorkan sejumlah pekerjaan membunuh sejak enam tahun silam. Ada dalang permainan yang menyembunyikan wajahnya.

Pekerjaan terakhir yang diterima Harimau dari Klausner atau Williams ini adalah membunuh Mullah Salih Ahmad, ulama pro al-Qaeda di Khartoum, Sudan. Ia hanya mendapatkan bayaran dua pertiga dari yang disepakati karena tidak menjalankan instruksi bahwa ia harus mengecap mayat Ahmad dengan simbol Cina. Awalnya Samuel Roth mengira tawaran membunuh Ahmad datang dari pihak Cina. Namun banyak pihak yakin jika otak di balik pembunuhan sesungguhnya adalah presiden Sudan sendiri, Omar al-Bashir, yang memang menginginkan kematian Ahmad. Pelacakan yang dilakukan Roth memberinya keyakinan bahwa al-Bashir bukanlan majikan Klausner. Sang presiden juga tidak pernah menyuruh Klausner menulari Roth dengan AIDS di Milan lima bulan lalu. Majikan Klausner haruslah orang yang tahu kalau Roth penganut Kristen Scientology yang menghalangi Roth mengobati penyakitnya.

Milo menyanggupi permintaan Samuel Roth, kendati untuk itu, ia harus kembali menjadi turis. Ini berarti Milo harus meninggalkan zona kenyamanan, apalagi setelah Samuel Roth bunuh diri di hadapannya. Bagi Janet Simmons, agen khusus Departement of Homeland Security, Milo adalah pembunuh Samuel Roth.

Secara mendadak, Grainger, direktur Turisme menghendaki Milo berangkat ke Paris. Angela Yates, teman keluarga Weaver, yang dulu pernah bekerjasama dengan Milo di Eropa, dicurigai menjual rahasia negara kepada Cina. Awalnya Milo mengira Grainger akan menugaskan penyelidikan kasus ini kepada turis bernama Tripplehorn yang kebetulan berada di Eropa. Hasil akhir dari tugas Milo adalah ditemukannya Angela Yates mati karena keracunan barbiturat. Siapa lagi yang dituduh membunuh selain Milo yang menjadi orang terakhir yang bertemu Angela dalam keadaan hidup. Padahal, walaupun belum tahu si Harimau telah mati, Angela telah mendapatkan petunjuk penting kemana arah yang harus ia tuju dalam penyelidikannya yang berkaitan dengan sumber dana yang dipakai membayar jasa si Harimau.

Bagi Milo, kematian Samuel Roth dan Angela Yates telah membuat kasus tamat, namun bagi Grainger belum. Milo dipaksa meninggalkan keluarganya  kalau tidak mau ditangkap Janet Simmons. Sesampainya di New York, Milo menerima pesan yang menyuruhnya menemui James Einner, seorang Turis lain, di Frankfurt. Entah apa maksud Grainger, karena setelah itu, ia dipecat dari jabatannya dan digantikan  Terence Fitzhugh, wakil direktur CIA.

Dari Frankfurt, Milo pergi ke Paris, ia ingin menyelidiki kematian Angela Yates. Dari apa yang ditinggalkan Angela Yates, Milo menemukan bahwa sumber dana untuk membayar Samuel Roth bisa ditelusuri sampai di Jenewa, ke rumah pengusaha berdarah Rusia, Roman Ugrimov. Enam tahun silam, di Venesia, lelaki pedofil ini hampir membunuh Milo dan membuat Milo mengambil keputusan untuk pensiun sebagai Turis. Di rumah Ugrimov inilah Milo menemukan nama majikan dari Jan Klausner atau Herbert Williams. Penemuan ini mencetuskan rangkaian peristiwa, yang tidak saja merenggut nyawa orang yang ia hormati, tapi juga membenturkan Milo pada satu kesimpulan, bahwa hanya keluarganyalah yang sanggup menyelamatkannya.

The Tourist yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Turis adalah novel spionase modern karya Olen Steinhauer, pengarang Amerika yang sebelumnya telah menulis lima novel kriminal berlatar Eropa Timur selama Perang Dingin. Novel ini adalah bagian pertama dari trilogi yang direncanakan dengan Milo Weaver sebagai karakter sentral. 

Ditulis menggunakan alur berpilin dengan pergerakan cerita yang tidak bisa ditebak, Steinhauer mengukuhkan tesis yang mengatakan bahwa spionase lebih banyak berurusan dengan penyampaian cerita. Setelah beberapa waktu, akan terkumpul terlalu banyak lapisan cerita dengan kebenaran yang meragukan. Inilah juga yang dirasakan selama membaca novel pengarang yang sudah dua kali dinominasikan untuk menerima Edgar Award ini. 

Setelah menemukan majikan yang berdiri di belakang kiprah Jan Klausner yang menjadi pemicu awal petualangan baru Milo Weaver, ternyata Milo menemukan bahwa ia belum mendapatkan seluruhnya. Ia baru menemukan lapisan permukaan dari susunan intrik berlapis-lapis yang tidak hanya mengarahkan kebenaran pada salah satu kebijakan luar negeri Amerika yang digadang-gadang sebagai polisi dunia. Namun juga pada kenyataan mengejutkan lain yang selama ini tidak diyakini Milo: bahwa yang menjadi salah satu lawan tersengit spionase CIA adalah organisasi intelijen yang bernaung di bawah bayang-bayang Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dikenal sering gagal melaksanakan tugas.

Steinhauer masih menyisakan pertanyaan yang belum terjawab. Sebagai contoh, kita belum diberi tahu siapa sesungguhnya dan apa yang terjadi pada Sal, personil Turisme yang ditempatkan di Homeland Security. Juga belum diceritakan apa peranan dan motif Nathan Irwin, Senator dari Partai Republik yang muncul bagaikan hantu dalam cerita. Kita mungkin bisa mendapatkan jawaban yang gamblang dalam dua novel yang akan menyusul. Namun hal ini sama sekali tidak mengurangi pesona The Tourist. Sebagai bagian pertama dari sebuah trilogi, The Tourist telah menjadi pembuka yang luar biasa. 

0 comments:

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan