10 February 2012

Gemala dan Rumah Kayu Oak


Judul Buku : Gemala dan Rumah Kayu Oak
Penulis : Alif Ra'ain
Tebal : x + 156 hl
Cetakan: 1, 2007
Penerbit : GagasMedia




Setelah hampir lima bulan berpisah dengan orang tuanya, Gemala akhirnya bisa bertemu mereka di London. Dia dan adiknya, Bei, akan menetap di London selama masa tugas sang ayah, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Indonesia. Tempat tinggal mereka adalah sebuah rumah bercat putih di Old Creek Street, sebelah barat London. Di halaman belakang tumbuh beberapa pohon besar. Di atas salah satu pohon besar itu, ada sebuah rumah kayu.
 
Suatu hari, Gemala memanjat pohon tersebut dan membaca sambil tidur-tiduran di dalam rumah kayu itu. Ia terlelap dan ketika terjaga, ia telah berada di Balai Kayu Oak bersama seekor kucing berukuran 2 kali ukuran kucing biasa dengan sikap duduk seperti manusia. Kucing yang memakai celana pendek berwarna cokelat dan sepatu but tinggi di kedua kaki belakangnya itu bernama Ralph. 

Gemala memang telah berada di sebuah tempat di dunia lain; sebuah dunia yang diciptakan ribuan tahun lalu. Pada saat itu kaum penyihir masih banyak jumlahnya dan sangat dihormati. Beberapa dari mereka bahkan menempati jabatan penting sebagai penasihat raja-raja Mesir, Ctesiphon, dan Persia. Kemudian muncul ramalan dari segolongan penyihir yang menyatakan bahwa masa-masa kejayaan mereka tidak akan berlangsung lama dan akan digantikan oleh masa-masa suram. Untuk itu mereka menciptakan dunia baru sebagai tempat berlindung.

Selama ratusan tahun ramalan itu tidak pernah menjadi kenyataan. Keberadaan tempat ini lama-kelamaan mulai terlupakan dan hanya diketahui oleh keturunan para penyihir yang menciptakannya. Rahasia keberadaan tempat ini diwariskan secara turun-temurun hanya kepada anak cucu penyihir yang disebut Pemegang Kunci. Ramalan baru menjadi nyata pada masa kerajaan Romawi. Kaum penyihir difitnah dan dimusuhi karena dianggap sebagai penyebab berbagai malapetaka. Mereka diperangi dan diburu hingga lebih dari setengahnya terbunuh. Yang lain melarikan diri ke berbagai penjuru dunia mencari tempat yang aman untuk ditinggali. Banyak yang akhirnya menetap di Eropa dan Britania. Pada saat itulah, keberadaan tempat ini mulai disebarluaskan secara rahasia oleh para Pemegang Kunci. Ratusan pintu gerbang menuju ke tempat ini dibangun dalam bentuk yang tidak menarik perhatian seperti rumah pohon. Sekarang, umumnya pintu gerbang itu sudah dimusnahkan. Rumah kayu yang Gemala masuki adalah salah satu yang dibiarkan berdiri untuk berjaga-jaga jika masih ada keturunan penyihir yang ingin datang. Tempat ini sangat dijaga kerahasiaannya sehingga tidak mudah bagi seseorang yang sudah datang ke sini bisa kembali ke dunia luar. Hanya para Pemegang Kunci dan Kaum Tua di Mirgarth yang tahu caranya.

Gemala bisa memasuki tempat ini karena siapa pun yang tertidur di rumah kayu itu akan sampai ke dunia dengan berbagai pintu ini. Seperti Gemala, para pendatang akan segera bisa menggunakan bahasa kuno yang digunakan sebagai bahasa percakapan. Para pendatang tidak akan bertambah tua selamanya dan secara alami akan memiliki kemampuan sihir yang sangat tergantung pada tingkat kecerdasan masing-masing.

Dari Balai Kayu Oak tersebut, Gemala dan Ralph menemui Samuel Tua melalui sebuah pintu bernama Pintu Azzrael. Samuel Tua adalah salah seorang penyihir tertua di Azzrael yang sudah berusia ribuan tahun. Ia tinggal di Desa Air Terjun bersama suami-istri Lance dan kedua anak kembarnya, Lucy dan Hannah; Pops, pandai besi bertubuh besar dan penuh brewok dan Tomkins, simpanse piaraannya; Mojoro, anak Afrika dengan monyetnya yang bernama Mundo; Nacisot Gombel; Drago si bunglon; Ralph dan 5 ekor kucing lainnya: suami-istri Wilfred dan Winie, Toby si kucing gemuk, serta 2 kucing Persia nan cantik; Alexis dan Luna.

Walau menyukai Azzarael, Gemala tetap ingin kembali ke dunianya. Ia minta tolong Samuel untuk membantunya kembali. Rupanya, meski berjanji membantu Gemala, Samuel tidak bisa memberitahu caranya karena terikat sumpah sebagai Pemegang Kunci. Menurut Samuel, Nacisot yang saat itu sedang tidak berada di tempat yang bisa memberitahukan. Bersama Ralph, Pops, dan Mojoro, Gemala pergi mencari Nacisot. Untuk menemukan Nacisot, mereka memasuki Pintu Lazarids. Lazarids bukan lah tempat yang menyenangkan. Di sana hidup berbagai binatang haus darah. Lazarids adalah tempat penyihir hitam bernama Aramis mengumpulkan kekuatan untuk berkuasa dan menciptakan berbagai jenis binatang buas dengan mengawinkan macan kumbang, ular, elang, dan serigala menggunakan sihir. Aramis sendiri telah terbunuh dalam pertempuran melawan penyihir putih dari Mirgarth. 

Dari Nacisot, Gemala tahu bahwa untuk kembali ke dunianya, ia harus menyihir sebuah pintu menuju rumah kayu tempat ia masuk. Gemala membutuhkan sihir murni yang cukup besar untuk membuat pintu tersebut terhubung ke rumah kayu tersebut. Masalahnya, Nacisot sendiri baru bisa memiliki kekuatan sihir murni setelah 200 tahun tinggal di Azzarael. Ia bisa menyihir pintu untuk Gemala tapi tidak bisa melakukan karena tidak tahu lokasi rumah kayu itu. Terungkap jika Gemala disuruh mencari Nacisot tidak lain hanya untuk mendapatkan informasi jika sesungguhnya Samuel bisa memberikan kekuatan sihir murni yang diperlukan. Samuel hanya tidak bisa menyatakannya secara langsung kepada Gemala.

Tapi perjalanan pulang ke Azzarael ternyata tidak semudah perjalanan pergi ke Lazarids. Kurang lebih 3 bulan sebelumnya, pintu gerbang Arksaar terbuka di utara Lazarids, dan Shahraz, pengikut Aramis yang lolos dari serangan Kaum Mirgarth, keluar bersama pasukannya dan menyebabkan seluruh penghuni Lazarids termasuk Montalban, ayah seorang gadis cantik bernama Selena, tewas. 

Lalu, akankah Gemala berhasil kembali ke dunianya dan bertemu lagi dengan keluarganya? Jawabannya ada di bagian akhir novel fantasi yang terdiri atas 15 bab ringkas ini.

Sepertinya, kisah Gemala ini tidak hanya akan berakhir dalam satu novel ini. Masih banyak kisah hidup para karakter yang belum terungkap lebih jauh. Masih ada hal-hal yang perlu dielaborasi lebih lanjut. Novel ini jelas-jelas dirangkai dalam plot yang berpotensi untuk hadir sebagai serial. Bagian penutup agaknya dikerahkan untuk menjadi pembuka bagi kisah-kisah selanjutnya yang tetap akan melibatkan Gemala dalam dunia rekaan Alif Ra'ain. 

Alif Ra'ain yang bernama asli Ari Riyanto mengusung kisah fantasi yang terbilang menarik untuk disimak. Apalagi karakter utamanya adalah seorang gadis remaja Indonesia yang berkenalan dengan dunia sihir di Inggris, tempat berkembangnya kisah Harry Potter. Pria kelahiran 31 Oktober 1972 yang adalah guru musik pada salah satu studio musik di Jakarta ini agaknya terinspirasi hal-hal menarik yang ia temukan dalam buku dan film yang menjadi minatnya. Meski awalnya mengingatkan pada Alice in Wonderland, kisah Gemala ini berbeda. Apa yang dialami Gemala sama sekali bukan mimpi seperti dalam kisah Alice. Dan seperti halnya kisah dunia sihir yang lain, Alif menghadirkan perseteruan antara kekuatan sihir jahat dan baik. Hanya, dalam Gemala dan Rumah Kayu Oak ia belum mengeksplorasi perseteruan ini secara lebih mendalam. Jika kisah Gemala berlanjut, dapat dipastikan Gemala tidak hadir sekadar sebagai saksi jalannya konflik dunia sihir, tapi memiliki peranan penting di dalamnya. Apakah Gemala sebenarnya keturunan penyihir? Kita tunggu saja gebrakan Alif selanjutnya. Semoga Alif tidak hanya terhenti di sini mengingat ia memiliki kekuatan meramu ide ke dalam berbagai karakter unik dan lucu serta alur cerita yang asyik.

1 comments:

rosi soraya said... Reply Comment

Ada terusan nya gk sih??klo ada minta infonya bisa d beli d mna,,?mkasih

Post a Comment

Recommended Post Slide Out For Blogger
 

Blog Template by Blogger.com

Author: Jody Setiawan